KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN
PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK
REPUBLIK INDONESIA

SEKOLAH RAMAH ANAK : WADAH MENGGALI POTENSI ANAK

  • Dipublikasikan Pada : Jumat, 29 Juni 2018
  • Dibaca : 260 Kali
...

KEMENTERIAN
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK REPUBLIK INDONESIA

PRESS RELEASE

 

SEKOLAH RAMAH ANAK : WADAH MENGGALI POTENSI ANAK


Siaran Pers Nomor: B-096/Set/Rokum/MP 01/06/2018


Kabupaten Cianjur (29/6) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak (PPPA), Yohana Yembise menghadiri Pembukaan Perkemahan Ceria Anak dan Guru Sabtu Minggu (PERCASMI) yang diselenggarakan oleh Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) tahun 2018 di Cipanas, Kab. Cianjur, Jawa Barat. PERCASMI secara rutin dilaksanakan lima tahun sekali dan tahun ini mengangkat tema “Anak Indonesia Cinta Tuhan, Cinta Sesama”. Kegiatan ini merupakan wujud nyata dari upaya pemenuhan hak anak atas pemanfaatan waktu luang, kreatifitas dan budaya yang tercantum dalam Konvensi Hak Anak (KHA).  

“Kegiatan PERCASMI ini adalah wadah bagi anak-anak untuk menghabiskan waktu luang dengan kegiatan yang bermanfaat, juga sebagai upaya mengembangkan diri dan menggali potensi yang ada pada dirinya. Kegiatan ini dapat dijadikan sarana dalam mencetak generasi anak yang sehat, cerdas, ceria, berakhlak mulia dan cinta tanah air,” Papar Menteri Yohana saat memberikan sambutan dalam pembukaan PERCASMI PGI 2018.

Konvensi Hak Anak mengamanatkan 5 Kluster Hak Anak diantaranya; Hak Sipil dan Kebebasan; Hak Lingkungan dan Pengasuhan Alternatif; Hak Kesehatan Dasar dan Kesejahteraan; Hak Pendidikan, Pemanfaatan Waktu Luang dan Kegiatan Budaya; dan Hak Perlindungan Khusus. Dengan memenuhi 5 Kluster Hak Anak tersebut, maka dipastikan anak akan terjaga kehidupannya sehingga dapat menapaki masa kanak-kanaknya secara optimal.

Untuk itu, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menginisiasi Sekolah Ramah Anak (SRA) dalam rangka pemenuhan hak-hak dasar anak. Sekolah Ramah Anak pada dasarnya adalah bagaimana 3 pilar SRA yaitu Sekolah, Orang Tua dan Anak bersama-sama menciptakan kondisi sekolah yang bersih, rapih, indah, inklusif, sehat, aman dan nyaman. SRA juga harus memastikan anak terhindar dari ancaman yang ada di sekolah, seperti ancaman dari kekerasan, karakter buruk, makanan tidak sehat, lingkungan yang membahayakan, rokok, napza, dan bencana. Sampai dengan Juni 2018, sudah ada 8.599 Sekolah Ramah Anak yang tersebar di 31 Provinsi dan 195 Kab/kota seluruh Indonesia.

“Selain Sekolah Ramah Anak, Kemen PPPA juga mengembangkan sekolah-sekolah berbasis agama menjadi sekolah ramah anak termasuk Gereja Ramah Anak yang sudah mulai di inisiasi oleh beberapa gereja di Indonesia. Harapan saya dengan adanya PERCASMI PGI 2018 ini menjadi peneguhan kembali komitmen bagi peningkatan pemenuhan hak dan perlindungan anak Indonesia demi kepentingan terbaik bagi anak,” tutup Menteri Yohana.


PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN  PEREMPUAN
DAN PERLINDUNGAN ANAK
Telp.& Fax (021) 3448510,
e-mail: publikasi@kemenpppa.go.id

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Sabtu, 21 Juli 2018

FAN 2018 TEMUKAN SOLUSI BERBAGAI PERMASALAHAN ANAK INDONESIA (27)

Pertemuan Forum Anak Nasional (FAN) 2018 yang mempertemukan perwakilan seluruh anak Indonesia di Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur hari ini…
Siaran Pers, Sabtu, 21 Juli 2018

BAKTI ANAK UNTUK NEGERI (58)

Pertemuan Forum Anak Nasional (FAN) yang rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai rangkaian peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2018 hari ini…
Siaran Pers, Kamis, 19 Juli 2018

PERAN DEWAN ADAT PAPUA DALAM PEMBANGUNAN PP DAN PA (37)

Sorong (19/7) – Mengawali serangkaian kegiatan Diplomatic Tour 2018 yang diselenggarakan di Sorong Papua. Masyarakat internasional, terdiri dari 36 Kedutaan…
Siaran Pers, Kamis, 19 Juli 2018

‘DIPLOMATIC TOUR 2018’ AMATI PEMBANGUNAN PEREMPUAN DAN ANAK DI PAPUA (52)

SORONG (19/7) – Agenda Diplomatic Tour Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) bekerjasama dengan Kementerian Luar Negeri kembali digelar…
Siaran Pers, Kamis, 19 Juli 2018

INDONESIA TOLAK KEKERASAN PADA ANAK (79)

SORONG (19/7) – Beberapa waktu lalu, kabar duka menyelimuti daerah Teminabuan, Kabupaten Sorong Selatan. Setelah ditemukannya seorang anak perempuan berinisal…