SINERGI MAHASISWA DALAM SUKSESKAN SGDs

  • Dipublikasikan Pada : Senin, 09 Juli 2018
  • Dibaca : 749 Kali
...

KEMENTERIAN

PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

REPUBLIK INDONESIA

 

PRESS RELEASE

 

SINERGI MAHASISWA DALAM SUKSESKAN SGDs

 

Siaran Pers Nomor: B-101/Set/Rokum/MP 01/07/2018

 

Jakarta (9/7) – “Pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SGDs) di Indonesia bukan sekedar komitmen, melainkan menjadi sebuah panduan menuju Indonesia yang lebih baik. Keberhasilan dari pelaksanaan SGDs ini menuntut partisipasi dan komitmen dari seluruh lapisan masyarakat, termasuk akademisi, tenaga ahli serta mahasiswa,” demikian ungkap Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise dalam Seminar London School of Public Relations (LSPR) “Empowering Suistainable Development Goals in Indonesia”, di Kampus B LSPR Jakarta.

 

Pelaksanaan SDGs tertuang dalam Pengarusutamaan Agenda 2030 pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019. Kesetaraan Gender menjadi Goals ke lima (5) yang merupakan integral dari keseluruhan dimensi pembangunan insklusif dan berkelanjutan. Tujuan kesetaraan gender pada SDGs terdiri dari penghapusan diskriminasi terhadap perempuan, penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan anak, pemenuhan hak reproduksi, penghargaan atas pekerjaan rumah tangga, partisipasi perempuan dalam politik dan pengambilan keputusan, reformasi atas hak kepemilikan tanah dan pemanfaatan teknologi bagi perempuan.

 

Angka keterwakilan perempuan dalam dunia kerja masih sangat rendah, tidak banyak perempuan yang lulus dari perguruan tinggi lanjut bekerja tetapi justru masuk ke dunia domestik. Hal tersebut terlihat berdasarkan data dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, dimana jumlah mahasiswa aktif di tingkat perguruan tinggi swasta maupun perguruan tinggi negeri lebih dari 6 juta jiwa dan sekitar 60% adalah perempuan. Namun setelah mereka tamat dari perguruan tinggi dan mencari pekerjaan, 70% yang diterima di dunia kerja didominasi oleh laki-laki dibandingkan perempuan.

 

Untuk itu, Kementerian PPPA mengajak para mahasiswa di perguruan tinggi untuk berpartisipasi dalam menerapkan Kesetaraan Gender dalam Keluarga. Penerapan kesetaraan gender dalam keluarga merupakan strategi penguatan ketahanan keluarga untuk lebih adil dan bijaksana dalam membagi tugas dan fungsi masing-masing anggota keluarga. Penerapan ini diharapkan dapat berdampak positif dalam mensukseskan pelaksanaan pembangunan berkelanjutan (SDGs).

 

"SDGs di Indonesia harus menjadi fokus perhatian seluruh elemen negara, khususnya mahasiswa. Ini juga merupakan yang pertama kalinya sebuah lembaga pendidikan mengangkat tema SDGs dalam seminar yang diberikan kepada mahasiswanya. Saya berharap ini merupakan awalan yang baik dalam menanamkan pemahaman kepada mahasiswa mengenai pelaksanaan pembangunan berkelanjutan di Indonesia,” tutup Menteri Yohana.

 

                                              PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN  PEREMPUAN

DAN PERLINDUNGAN ANAK

Telp.& Fax (021) 3448510,

e-mail : publikasikpppa@gmail.com

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Senin, 20 Mei 2019

Kemen PPPA Membangun Anak dengan Road Map Pengasuhan Berbasis Hak Anak (140)

Inti dari pengasuhan anak adalah membangun kelekatan anak kepada orang tuanya dan membuat keterikatan para orang tua terhadap anak dengan…
Siaran Pers, Jumat, 17 Mei 2019

Perkuat Sinergi dan Kolaborasi Semua Pihak untuk Percepat Pengembangan Rute Aman dan Selamat ke/dari Sekolah (RASS) (153)

Dalam rangka mengupayakan pemenuhan hak anak untuk mewujudkan Indonesia Layak Anak 2030 dan Indonesia Emas 2045, Deputi Bidang Tumbuh Kembang…
Siaran Pers, Kamis, 16 Mei 2019

Komitmen Pemerintah Tekan Angka Kekerasan terhadap Perempuan (215)

Jakarta (16/5) – “Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk terus meningkatkan upaya perlindungan terhadap perempuan dan anak. Hal tersebut dibuktikan dengan rancangan…
Siaran Pers, Kamis, 16 Mei 2019

Asa Keluarga Anak Penyandang Disabilitas (91)

Keluarga, utamanya orang tua sebagai unsur terdekat Anak Penyandang Disabilitas memiliki kewajiban dan tanggung jawab tinggi atas perlindungan mereka.
Siaran Pers, Rabu, 15 Mei 2019

Libatkan Perempuan dalam Program Sanitasi dan Air Bersih (130)

Buruknya sanitasi dan minimnya akses air bersih di Indonesia menjadi permasalahan nasional yang cukup meresahkan. Kaum perempuan menjadi kelompok yang…