‘DIPLOMATIC TOUR 2018’ AMATI PEMBANGUNAN PEREMPUAN DAN ANAK DI PAPUA

  • Dipublikasikan Pada : Kamis, 19 Juli 2018
  • Dibaca : 1039 Kali
...

KEMENTERIAN
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK
REPUBLIK INDONESIA

PRESS RELEASE

‘DIPLOMATIC TOUR 2018’
AMATI PEMBANGUNAN PEREMPUAN DAN ANAK DI PAPUA

    Siaran Pers Nomor: B- 109/Set/Rokum/MP 01/07/2018

SORONG (19/7) – Agenda Diplomatic Tour Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) bekerjasama dengan Kementerian Luar Negeri kembali digelar untuk kali kedua. Setelah tahun 2016 lalu dilaksanakan di Aceh, kali ini Kota Sorong dan Raja Ampat menjadi tuan rumah untuk  penyelenggaraan kegiatan Diplomatic Tour 2018.

Mengambil tema “Exhibition of Women Empowerment in Papua Land”, kegiatan ini bertujuan untuk menginformasikan capaian kemajuan pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di wilayah timur Indonesia. Serta, komitmen dan keseriusan Pemerintah dan masyarakat Papua Barat, dalam memajukan perempuan dan anak dalam segala bidang pembangunan kepada masyarakat internasional.

Papua memiliki kekhususan dan keistimewaan dengan latar belakang nilai-nilai adat, budaya dan agama yang berakar kuat pada masyarakatnya.  "Pelaksanaan pembangunan di Papua juga tidak dapat dilepaskan dari peran tiga pilarnya atau Tiga Tungku, yaitu Adat, Agama dan Pemerintah. Ini yang menjadi keunikan,” jelas Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise dalam konferensi persnya (20/7).

Menteri Yohana menambahkan,   perempuan Papua atau biasanya dikenal dengan Mama-Mama Papua memiliki andil besar dalam roda perekonomian daerah. Pertumbuhan usaha-usaha kecil dan mikro makin berkembang di kalangan Mama-Mama Papua. Diantaranya, membuat kerajinan tangan khas Papua, seperti Noken, Lukis Kulit Kayu, Anyam Khas Papua.

“Kami sangat berharap, para peserta Diplomatic Tour yang merupakan representasi masyarakat internasional, memperoleh gambaran utuh mengenai Papua. Khususnya terkait capaian kinerja Pemerintah dan Masyarakat Papua dalam pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak,” jelas Menteri Yohana.

Rangkaian kegiatan Diplomatic Tour 2018 akan berlangsung 19-21 Juli 2018, dimulai dengan Dengar Pendapat dengan Dewan Adat Papua (DAP) dan Welcome Dinner di hari pertama.  Hari berikutnya, peserta akan mengunjungi 3 lokasi (site visit). SD Inpres 109 Kota Sorong, SMP Negeri 1 Kota Sorong untuk melihat upaya perlindungan anak dan tumbuh kembangnya. Serta mengunjungi ke UPPA Polres Kota Sorong, untuk melihat upaya-upaya yang telah dilakukan dalam menangani persoalan perempuan dan anak. 

Rangkaian kegiatan akan ditutup dengan mengunjungi Pulau Piaynemo dan Sauwandarek di Raja Ampat. Kurang lebih, sebanyak 36 Kedutaan Besar (embassy) serta 3 organisasi internasional diantaranya UNHCR, UNICEF dan UN menjadi peserta dalam Diplomatic Tour 2018 ini.

PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN  PEREMPUAN
DAN PERLINDUNGAN ANAK
Telp.& Fax (021) 3448510,
e-mail: publikasi@kemenpppa.go.id
www.kemenpppa.go.id

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Sabtu, 21 September 2019

PPT KTPA Bentuk Negara Hadir Lindungi Perempuan dan Anak (23)

Pusat Pelayanan Terpadu Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak (PPT KTPA) RSUD Beriman Balikpapan yang berdiri sejak Februari 2019 memberikan penanganan…
Siaran Pers, Sabtu, 21 September 2019

Teman Sebaya Dukung Sekolah Ramah Anak (28)

Teman Sebaya berperan besar dalam mendorong terwujudnya Sekolah Ramah Anak (SRA).
Siaran Pers, Sabtu, 21 September 2019

Ayo ke PUSPAGA, Demi Keluarga Berkualitas! (23)

Menjadi orang tua di zaman sekarang memiliki tantangan yang lebih berat daripada menjadi orang tua di zaman dahulu.
Siaran Pers, Jumat, 20 September 2019

Komitmen Pimpinan Pusat Dan Daerah Pacu Pembangunan Pppa (64)

Kepulauan Seribu (19/09) – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) melakukan Rapat Evaluasi Pembangunan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan…
Siaran Pers, Jumat, 20 September 2019

Kab.Sleman Berlari Menuju KLA (83)

"Kabupaten Sleman hingga sekarang terus berlari menuju Kabupaten Layak Anak (KLA)"