‘DIPLOMATIC TOUR 2018’ AMATI PEMBANGUNAN PEREMPUAN DAN ANAK DI PAPUA

  • Dipublikasikan Pada : Kamis, 19 Juli 2018
  • Dibaca : 842 Kali
...

KEMENTERIAN
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK
REPUBLIK INDONESIA

PRESS RELEASE

‘DIPLOMATIC TOUR 2018’
AMATI PEMBANGUNAN PEREMPUAN DAN ANAK DI PAPUA

    Siaran Pers Nomor: B- 109/Set/Rokum/MP 01/07/2018

SORONG (19/7) – Agenda Diplomatic Tour Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) bekerjasama dengan Kementerian Luar Negeri kembali digelar untuk kali kedua. Setelah tahun 2016 lalu dilaksanakan di Aceh, kali ini Kota Sorong dan Raja Ampat menjadi tuan rumah untuk  penyelenggaraan kegiatan Diplomatic Tour 2018.

Mengambil tema “Exhibition of Women Empowerment in Papua Land”, kegiatan ini bertujuan untuk menginformasikan capaian kemajuan pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di wilayah timur Indonesia. Serta, komitmen dan keseriusan Pemerintah dan masyarakat Papua Barat, dalam memajukan perempuan dan anak dalam segala bidang pembangunan kepada masyarakat internasional.

Papua memiliki kekhususan dan keistimewaan dengan latar belakang nilai-nilai adat, budaya dan agama yang berakar kuat pada masyarakatnya.  "Pelaksanaan pembangunan di Papua juga tidak dapat dilepaskan dari peran tiga pilarnya atau Tiga Tungku, yaitu Adat, Agama dan Pemerintah. Ini yang menjadi keunikan,” jelas Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise dalam konferensi persnya (20/7).

Menteri Yohana menambahkan,   perempuan Papua atau biasanya dikenal dengan Mama-Mama Papua memiliki andil besar dalam roda perekonomian daerah. Pertumbuhan usaha-usaha kecil dan mikro makin berkembang di kalangan Mama-Mama Papua. Diantaranya, membuat kerajinan tangan khas Papua, seperti Noken, Lukis Kulit Kayu, Anyam Khas Papua.

“Kami sangat berharap, para peserta Diplomatic Tour yang merupakan representasi masyarakat internasional, memperoleh gambaran utuh mengenai Papua. Khususnya terkait capaian kinerja Pemerintah dan Masyarakat Papua dalam pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak,” jelas Menteri Yohana.

Rangkaian kegiatan Diplomatic Tour 2018 akan berlangsung 19-21 Juli 2018, dimulai dengan Dengar Pendapat dengan Dewan Adat Papua (DAP) dan Welcome Dinner di hari pertama.  Hari berikutnya, peserta akan mengunjungi 3 lokasi (site visit). SD Inpres 109 Kota Sorong, SMP Negeri 1 Kota Sorong untuk melihat upaya perlindungan anak dan tumbuh kembangnya. Serta mengunjungi ke UPPA Polres Kota Sorong, untuk melihat upaya-upaya yang telah dilakukan dalam menangani persoalan perempuan dan anak. 

Rangkaian kegiatan akan ditutup dengan mengunjungi Pulau Piaynemo dan Sauwandarek di Raja Ampat. Kurang lebih, sebanyak 36 Kedutaan Besar (embassy) serta 3 organisasi internasional diantaranya UNHCR, UNICEF dan UN menjadi peserta dalam Diplomatic Tour 2018 ini.

PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN  PEREMPUAN
DAN PERLINDUNGAN ANAK
Telp.& Fax (021) 3448510,
e-mail: publikasi@kemenpppa.go.id
www.kemenpppa.go.id

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Rabu, 26 Juni 2019

ANDIL DESA PERKUAT PERLINDUNGAN ANAK DARI PORNOGRAFI (14)

Kab. Agam (26/06) - Di Indonesia, sepanjang Tahun 2018 tercatat 150 kasus yang berkaitan dengan eksploitasi seksual anak terjadi.
Siaran Pers, Selasa, 25 Juni 2019

Komitmen Pimpinan Daerah Kunci Keberhasilan Pengarusutamaan Gender (81)

Yogyakarta (25/6) – Pembangunan manusia, terutama kesetaraan gender di Kabupaten Sleman mengalami peningkatan. Hal ini ditunjukkan dengan indikator Indeks Pembangunan…
Siaran Pers, Selasa, 25 Juni 2019

Menteri Yohana: Orang Dewasa Harusnya jadi Contoh Baik bagi Anak! (50)

Miris, pasangan suami istri berinisial E (25) dan L (25) pada pertengahan Bulan Ramadan kemarin diduga mempertontonkan aktivitas persenggamaan kepada…
Siaran Pers, Selasa, 25 Juni 2019

Desa Bebas Pornografi Anak, Upaya Selamatkan Masa Depan Anak (64)

Kab. Agam (25/06) – Informasi yang mengandung unsur pornografi melalui internet menjadi ancaman besar bagi anak
Siaran Pers, Senin, 24 Juni 2019

Perkuat Peran Tokoh Adat dan Tokoh Agama Lindungi Perempuan dan Anak di Tanah Papua (60)

Perempuan dan anak seharusnya ikut terlibat aktif dalam berbagai sektor pembangunan, namun banyak di antara mereka yang masih mengalami berbagai…