BUKA WAWASAN INTERNASIONAL MELALUI  DIPLOMATIC TOUR 

  • Dipublikasikan Pada : Sabtu, 21 Juli 2018
  • Dibaca : 842 Kali
...

KEMENTERIAN

PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

REPUBLIK INDONESIA

 

PRESS RELEASE

 

BUKA WAWASAN INTERNASIONAL MELALUI  DIPLOMATIC TOUR 

 

Siaran Pers Nomor: B- 115/Set/Rokum/MP 01/07/2018

 

Sorong, Papua Barat (21/7) – Masih dalam rangka kegiatan Diplomatic Tour 2018, para peserta yang terdiri dari Duta Besar dan Organisasi Internasional diajak meninjau langsung kondisi perempuan dan anak yang ada di Kota Sorong. Di mulai sejak pagi hari, mereka mengunjungi 3 tempat lokasi berbeda, yakni SD Inpres 09 Perumnas, Kota Sorong, SMPN 1 Model Kota Sorong, dan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Kota Sorong. Kunjungan dimaksudkan untuk memperlihatkan capaian terbaik serta upaya-upaya yang telah dilakukan, khususnya dalam memberdayakan perempuan dan melindungi anak di Provinsi Papua Barat.

“Masyarakat internasional diharapkan memperoleh wawasan luas mengenai perkembangan pembangunan manusia di Papua. Mereka perlu tahu, langkah konkrit yang telah pemerintah lakukan. Khususnya terkait upaya perlindungan perempuan dan anak, yang terus ditingkatkan oleh pemerintah dan masyarakat,” ujar Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise. 

SD Inpres 09 Perumnas Kota Sorong, dan SMPN 1 Model Kota Sorong merupakan sekolah yang menerapkan model Sekolah Ramah Anak (SRA). Di sekolah ini, proses belajar mengajar mengedepankan pemenuhan hak-hak anak. Meski dalam penerapannya diakui Menteri Yohana bukanlah hal yang mudah, sebab menyangkut tentang budaya dan kebiasaan. 

“Kami menargetkan setiap sekolah yang ada di Indonesia, mengadopsi sistem Sekolah Ramah Anak. Selain itu, sarana dan prasarana juga perlu ditingkatkan. Adanya Diplomatic Tour membuka potensi masyarakat internasional berkontribusi didalamnya,” jelas Menteri Yohana. Dalam kunjungan ke 2 sekolah. KemenPPPA yang diwakili oleh Deputi Kesetaraan Gender,  Agustina Erni juga memberikan bantuan proyektor, laptop, serta tas sekolah.

Menteri Yohana menambahkan, pemerintah sadar betul bahwa menerapkan kebijakan dan mengawal pembangunan manusia di daerah, tentu bukan menjadi pekerjaan yang mudah. Terutama masalah perempuan dan anak, yang masih kerap terjadi. Sehingga, sinergi antar kementerian dan lembaga sudah menjadi sebuah keharusan. Di Kota Sorong, hal ini telah dilakukan KemenPPPA dengan Polres Kota Sorong sejak lama.

“Kami berharap, dengan adanya kunjungan ini dapat terjalin kerjasama melalui skema bilateral, multilateral maupun triangular untuk pemajuan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di Provinsi Papua Barat, dan di seluruh Indonesia pada umumnya,” tambah Menteri Yohana.

 

PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN  PEREMPUAN

DAN PERLINDUNGAN ANAK

Telp.& Fax (021) 3448510,

e-mail : publikasikpppa@kemenpppa.com

www.kemenpppa.go.id

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Jumat, 20 September 2019

Komitmen Pimpinan Pusat Dan Daerah Pacu Pembangunan Pppa (39)

Kepulauan Seribu (19/09) – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) melakukan Rapat Evaluasi Pembangunan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan…
Siaran Pers, Jumat, 20 September 2019

Kab.Sleman Berlari Menuju KLA (45)

"Kabupaten Sleman hingga sekarang terus berlari menuju Kabupaten Layak Anak (KLA)"
Siaran Pers, Kamis, 19 September 2019

Nextgen Networking, Wadah Jejaring Mahasiswa Peduli Perlindungan Anak (33)

Jakarta (19/09) – Staf Khusus Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Wilayah Barat, Albaet Pikri
Siaran Pers, Kamis, 19 September 2019

Didik dan Lindungi Anak adalah Kepuasan Batin (56)

Anak itu, akan menjadi apa nantinya ya tergantung orang tua mereka"
Siaran Pers, Kamis, 19 September 2019

INDONESIA MILIKI 117 PUSPAGA SEBAGAI UNIT LAYANAN PENCEGAHAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (240)

Sejak diinisiasi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) pada tahun 2016, Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) hingga tahun ini…