LIBATKAN MASYARAKAT CEGAH TPPO

  • Dipublikasikan Pada : Jumat, 14 September 2018
  • Dibaca : 905 Kali
...

   KEMENTERIAN

PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

REPUBLIK INDONESIA

PRESS RELEASE

LIBATKAN MASYARAKAT CEGAH TPPO

 

Siaran Pers Nomor: B-165/Set/Rokum/MP 01/09/2018

 

Jakarta (14/9) – Seorang gadis asal Sukabumi berinisal ES (16) yang menjadi korban perdagangan orang di Malaysia, akhirnya dipulangkan kembali ke tanah air, pada Kamis siang (13/9). Setelah sebelumnya sempat viral, kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) tersebut berhasil diungkap oleh Direktorat Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri. Sejauh ini, Polri telah menangkap 6 orang tersangka yang merupakan jaringan tiga negara dari Arab Saudi, Sudan dan Malaysia.

Saat konferensi pers, Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Heryy Rudolf Nahak menerangkan, jika kasus tersebut terungkap setelah adanya laporan dari korban. Korban ES (16) yang masih di bawah umur itu rencananya akan bekerja di Jakarta, namun justru berada di Selangor, Malaysia. Ia mendapat perlakuan tidak wajar oleh orang yang membawanya dari Indonesia, bahkan sempat disekap setelah akhirnya diselamatkan sementara oleh seorang warga Indonesia disana. 

“Sebagai Ketua Harian Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan TPPO (GT PPTPPO) Pusat Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) dalam hal ini terus berupaya memutus mata rantai perdagangan orang. Khususnya yang sering menimpa kelompok perempuan dan anak. Dalam kasus ini, Kemen PPPA mendorong agar UU TPPO dan UU Perlindungan Anak digunakan untuk menjerat dan memberatkan hukuman bagi 6 pelaku, karena korbannya masih usia anak,” ujar Asisten Deputi Perlindungan Hak Perempuan dari TPPO Kemen PPPA, Destri Handayani saat konferensi pers bersama Polri dan Kementerian/Lembaga anggota GT PPTPPO Pusat lainnya di Mabes Polri (13/9).

Destri Handayani juga menilai, jika upaya preventif atau pencegahan merupakan salah satu cara memutus mata rantai TPPO. “Kepedulian lingkungan dan masyarakat terhadap sekitarnya perlu dikuatkan kembali. Jangan sampai, ada salah satu warga di daerah mereka yang menjadi atau berpotensi menjadi korban TPPO,” tambah Destri. Kemen PPPA dalam hal pencegahan telah menginisiasi pembentukan Komunitas Pencegahan dan Penanganan TPPO atau community watch di 255 desa dalam 21 Kab/Kota di Indonesia.

“Pembentukan komunitas PP-TPPO bertujuan untuk membangkitkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap praktek-praktek TPPO di daerah. Melibatkan masyarakat (grass root) seperti tokoh masyarakat, tokoh adat, pendidik, PKK, organisasi masyarakat, dan lainnya secara langsung, diharapkan efektif untuk membantu pemerintah dalam pemberantasan TPPO,” jelas Destri. 

Guna memberantas TPPO, Kemen PPPA juga telah memberikan advokasi dan fasilitasi koordinasi kepada Pemerintah Daerah untuk membentuk dan mengaktifkan GT PPTPPO di daerah masing-masing. Saat ini telah terbentuk sebanyak 32 Gugus Tugas PP-TPPO tingkat provinsi dan 194 Gugus Tugas PP-TPPO Kab/Kota. Kemen PPPA juga memfasilitasi Provinsi/Kab/Kota dalam menyusun Rencana Aksi Daerah (Prov/Kab/Kota) Pencegahan dan Penanganan TPPO. Melaksanakan sosialisasi tentang pencegahan dan penanganan TPPO serta kampanye publik tentang “Stop TPPO” dan “Migrasi Aman” di wilayah-wilayah prioritas TPPO. Serta memfasilitasi peningkatan kapasitas Aparat Penegak Hukum (APH) dan Pendamping Korban dalam penganan kasus TPPO sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanannya dalam penegakan hukum bagi pelaku dan perlindungan bagi korban TPPO.

 

PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN  PEREMPUAN

                                                                                                 DAN PERLINDUNGAN ANAK

                                                                                                         Telp.& Fax (021) 3448510,

                                                                                        e-mail : publikasikpppa@gmail.com

www.kemenpppa.go.id

 

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Kamis, 18 Juli 2019

Rangkul Remaja, Kunci Pembangunan Negara (20)

Pemerintah Indonesia berkomitmen menjadi salah satu pelopor dalam implementasi Sustainable Development Goals 2030.
Siaran Pers, Rabu, 17 Juli 2019

Butuh Peran Dunia Hapus Kekerasan Terhadap Anak (43)

Indonesia menegaskan pentingnya kemitraan global dalam upaya penghapusan kekerasan terhadap anak.
Pengumuman, Selasa, 16 Juli 2019

PEDOMAN PELAKSANAAN HARI ANAK NASIONAL TAHUN 2019 (1125)

Anak merupakan potensi dan penerus cita-cita perjuangan bangsa yang memiliki peran strategis dan mempunyai ciri dan sifat khusus yang memerlukan…
Siaran Pers, Jumat, 12 Juli 2019

Aku Anak Disabilitas, Aku Punya Asa dan Prestasi Tanpa Batas (220)

“Aku sering ditolak ojek online ketika aku ingin ke sekolah. Aku juga sering jatuh ketika naik Transjakarta saat ingin bermain…
Siaran Pers, Jumat, 12 Juli 2019

Penuhi Perlindungan Khusus Anak Kelompok Minoritas dan Terisolasi (159)

Anak – anak kelompok minoritas mempunyai kecenderungan kesatuan sosial budaya yang terpisah serta kurang atau belum terlibat dalam jaringan dan…