Pengusaha Perempuan Meningkat, Indonesia Sejahtera!

  • Dipublikasikan Pada : Senin, 08 Oktober 2018
  • Dibaca : 877 Kali
...

KEMENTERIAN

PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

REPUBLIK INDONESIA

 

Pengusaha Perempuan Meningkat, Indonesia Sejahtera!

 

Siaran Pers Nomor: B- 184/Set/Rokum/MP 01/10/2018

 

Padang (8/10) - Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo didampingi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise membuka acara Rapat Kerja Nasional Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Rakernas IWAPI) ke-28 di Kota Padang, Sumatera Barat. Rakernas dengan tema ‘IWAPI 43 tahun Konsisten Berperan Meningkatkan Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Menuju Indonesia Sejahtera’ ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan pemberdayaan ekonomi perempuan di bidang pembangunan.

 

"Kita butuh banyak pengusaha, apalagi pengusaha perempuan yang kadang jauh lebih ulet, gigih, teliti dan telaten dibanding pengusaha laki-laki. Jika pengusaha perempuan semakin maju, maka ekonomi Indonesia juga akan maju," ujar Presiden Joko Widodo saat membuka Rakernas IWAPI ke-28 yang dihadiri oleh sekitar 1.200 perempuan anggota IWAPI di seluruh Indonesia.

 

Berdasarkan data BPS pada 2014, sekitar 60% usaha kecil dan mikro di Indonesia digerakkan oleh perempuan, dan terbukti mampu bertahan dari krisis moneter yang menimpa Indonesia dalam 10 tahun terakhir. Selain itu, usaha mikro dan kecil menyumbangkan sekitar 56,5% dari Produk Domestik Bruto, dan menyerap sekitar 66,7% tenaga kerja di sektor usaha mikro, dan kecil, di mana sekitar 70% pelakunya adalah perempuan.

 

“Perempuan memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas hidup keluarga dan membangun kewirausahaan di Indonesia. Namun sayang, besarnya peran dan kontribusi perempuan dalam pembangunan perekonomian bangsa ini, belum diiringi dengan kepedulian banyak pihak untuk memperbesar akses dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas usaha bisnis perempuan. Akses permodalan, akses bimbingan dan pelatihan sering kali menjadi persoalan klasik yang dihadapi perempuan pelaku usaha mikro dan super mikro,” ungkap Menteri Yohana.

 

Pemerintah melalui Kemen PPPA, terus berupaya menjawab persoalan tersebut dengan berbagai kebijakan yang mendukung peningkatan ekonomi perempuan. Hadirnya IWAPI tentu sangat membantu pemerintah dalam meningkatkan kapasitas perempuan pelaku usaha skala mikro dan kecil. Diantaranya mendukung pelaksanaan tiga tujuan strategis, yaitu Three Ends atau Tiga Akhiri, yang salah satunya yaitu End Women’s Barriers to Economic Justice atau Akhiri Kesenjangan Akses Ekonomi bagi Perempuan. Selain itu meningkatkan kapasitas perempuan pelaku usaha dalam menghadapi tantangan ekonomi global seperti ASEAN Economic Community atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). 

 

Pada rangkaian acara Rakernas IWAPI hari ini, Menteri Yohana menyampaikan sambutan sekaligus membuka Pameran IWAPI yang menyuguhkan berbagai hasil kerajinan tangan dan industri rumahan (IR) dan usaha mikro kecil menengah (UMKM). Dalam acara Rakernas ini, hadir pula Sekretaris Kabinet, Pramono Anung dan Gubernur Provinsi Sumatera Barat, Irwan Prayitno.

 

“Saya harap Rakernas IWAPI ini dapat menjadi forum untuk membahas berbagai persoalan perempuan di bidang ekonomi. Selain itu menghasilkan strategi yang tepat, terobosan jitu, serta program kerja yang konkrit dan nyata bagi kaum perempuan dalam meningkatkan usaha bisnisnya, khususnya bagi perempuan pelaku usaha skala mikro dan super mikro. Jika program kerja tersebut berhasil, secara tidak langsung berkontribusi pada penguatan ketahanan keluarga, termasuk ketahanan ekonomi,” tutup Menteri Yohana.

 

PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

Telp.& Fax (021) 3448510,

e-mail : publikasi@Kemenpppa.go.id

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Selasa, 17 September 2019

PPT Seruni dan Forum Anak, Senjata Pemda Kota Semarang dalam melindungi anak (16)

Selama ini kita tidak pernah merasa kesulitan bertemu dengan Pak Wali Kota.
Siaran Pers, Senin, 16 September 2019

Ini Rahasia SMPN 33 Semarang menjadi Sekolah Ramah Anak (27)

Mas Alfiansyah, apa sih tugas kamu sebagai agen perubahan di sekolah ini?" tanya Wali Kota Semarang
Siaran Pers, Senin, 16 September 2019

DPR RI Sahkan Batas Usia Perkawinan Jadi 19 Tahun (409)

Jakarta (16/09) – Pemerintah bersama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) sebagai Lembaga Legislasi telah membuat sejarah bagi Bangsa dan…
Siaran Pers, Senin, 16 September 2019

Industri Rumahan sebagai Percontohan Pembangunan Ekonomi Perempuan (104)

Bali (16/09) – Perekonomian Indonesia sebagian besar didukung oleh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berkontribusi terhadap Produk Domestik…
Siaran Pers, Senin, 16 September 2019

Raih Kategori Nindya, 3 Kab/Kota ini Jadi Tuan Rumah Media Trip KLA 2019 (90)

Kota Semarang, Kabupaten Sleman, dan Kota Balikpapan terpilih menjadi tuan rumah Media Trip Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) 2019