PERGURUAN TINGGI CETAK PEREMPUAN PEMIMPIN BANGSA

  • Dipublikasikan Pada : Kamis, 18 Oktober 2018
  • Dibaca : 1420 Kali
...

KEMENTERIAN
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK
REPUBLIK INDONESIA

PRESS RELEASE

PERGURUAN TINGGI CETAK PEREMPUAN PEMIMPIN BANGSA
Siaran Pers Nomor: B- 194/Set/Rokum/MP 01/10/2018

Manokwari (17/10) – Jumlah pemuda usia 15-35 tahun di Indonesia mencapai lebih dari 78 juta jiwa atau sekitar 38% dari total penduduk. Menurut Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise, jika pembangunan manusia dimaksimalkan, jumlah tersebut akan berpotensi sebagai aset luar biasa bagi bangsa Indonesia. Namun, tidak boleh ada satu orang pun yang diabaikan hak-haknya dalam pembangunan, termasuk perempuan. 

“IPM (Indeks Pembangunan Manusia) dan IPG (Indeks Pembangunan Gender) Papua Barat termasuk dalam 3 daerah terendah se-Indonesia. Faktanya, di tanah Papua kaum perempuannya masih minim terlibat dalam pembangunan, masih dinomorduakan. Padahal kebijakan pendukung sudah ada, salah satunya adalah pemberian kuota 30% bagi perempuan dalam ranah politik. Tinggal realisasinya perlu diupayakan bersama, termasuk oleh perguruan tinggi harus bisa mencetak perempuan-perempuan pemimpin bangsa,” ujar Menteri Yohana Yembise saat memberikan Kuliah Umum di Universitas Papua, Manokwari, Provinsi Papua Barat (17/10).

    Pada sesi tanya jawab dengan Menteri Yohana, seorang peserta yang juga berprofesi sebagai dosen di Universitas Papua mengungkapkan jika alasan masih banyaknya masalah perempuan dan anak di Papua Barat, diakibatkan karena kurangnya sinergi pemerintah dengan perguruan tinggi. Padahal menurut perempuan yang akrab disapa Annike itu, perguruan tinggilah yang memiliki banyak data  kondisi perempuan dan anak, serta masih minimnya kegiatan yang mendorong keterlibatan perempuan dalam dunia profesional.

“Bagaimana perempuan Papua bisa banyak maju dalam politik, jika kegiatan yang mendukung seperti pendidikan politik perempuan juga masih minim dilakukan pemerintah daerah. Masih sangat kurang sinergi antara pemerintah daerah Papua Barat dengan akademisi dan perguruan tinggi, ini yang harus diperbaiki,” jelas Annike, salah satu peserta kuliah umum.

Menanggapi pernyataan tersebut, Menteri Yohana mendorong Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kab. Manokwari untuk saling bekerjasama antar lembaga dan perguruan tinggi dalam membantu menuntaskan masalah perempuan dan anak. Diantaranya, melakukan penelitian untuk memetakan kondisi perempuan dan anak di Papua Barat, yang datanya memang belum hingga saat ini.

Selain menyampaikan beberapa isu terkini terkait perempuan dan anak, Menteri Yohana di hadapan ratusan mahasiswa Universitas Papua, Manokwari mendorong adanya regenerasi-regenerasi perempuan Papua yang bisa menduduki jabatan-jabatan strategis di pemerintahan seperti dirinya. Ia yakin, perempuan juga bisa mengelola dengan baik sebuah institusi, dimulai dengan kesadaran perempuan berpendidikan sejak dini.

                                                         PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN  PEREMPUAN
                                                                                                 DAN PERLINDUNGAN ANAK
                                                                                                         Telp.& Fax (021) 3448510,
                                                                                        e-mail : publikasi@kemenpppa.com
www.kemenpppa.go.id

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Senin, 19 April 2021

Menteri Bintang Dorong Anak Dilibatkan  dalam Musrenbang ( 37 )

Jakarta (18/04) – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) terus mendorong peningkatan partisipasi anak di dalam setiap proses pembangunan

Siaran Pers, Sabtu, 17 April 2021

Masyarakat dan Anak Bergerak Bersama Lindungi Anak Korban Terorisme ( 94 )

Sesuai Konvensi Hak Anak, setiap anak di Indonesia memiliki hak untuk bertumbuh dengan baik, didengarkan pendapat mereka dan memiliki hak…

Siaran Pers, Jumat, 16 April 2021

Wujudkan Nusa Tenggara Barat Lebih Ramah Perempuan dan Anak ( 46 )

Sudah banyak praktik baik yang dilakukan oleh Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terkait pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Siaran Pers, Jumat, 16 April 2021

Resmikan Radio Sekolah Perempuan, Menteri Bintang Dorong Pemberdayaan Perempuan di Lombok Utara ( 77 )

Desa Sukadana adalah salah satu desa di Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang pada tahun…

Siaran Pers, Kamis, 15 April 2021

Poligami Tak Sesuai Syariat Berpotensi Rugikan Perempuan  ( 90 )

Jakarta (15/04) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga mengatakan sebuah perkawinan bukan hanya mengenai kepentingan individu atau…