PERHATIAN KHUSUS UNTUK PEREMPUAN DAN ANAK TANAH PAPUA

  • Dipublikasikan Pada : Kamis, 18 Oktober 2018
  • Dibaca : 880 Kali
...

KEMENTERIAN
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK
REPUBLIK INDONESIA

PRESS RELEASE

PERHATIAN KHUSUS UNTUK PEREMPUAN DAN ANAK TANAH PAPUA

Siaran Pers Nomor: B- 198/Set/Rokum/MP 01/10/2018


Manokwari (18/10) – Usai melakukan dialog dengan anak berkebutuhan khusus (ABK) dan kelompok minoritas, Menteri Yohana kemudian meninjau pelatihan ibu-ibu pelaku industri rumahan (IR) Klasis Manokwari. Kelompok Klasis Manokwari merupakan kelompok IR binaan Deputi Bidang Kesetaraan Gender (cq. Asisten Deputi Bidang Ekonomi)  Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) yang beranggotakan 20 orang. Pelatihan ini merupakan kali kedua yang diberikan Kemen PPPA untuk meningkatkan kapasitas perempuan pelaku IR di Manokwari. 

“Pelatihan industri rumahan merupakan salah satu upaya pemerintah menghapuskan kesenjangan ekonomi bagi perempuan. Melalui IR, lapangan kerja baru tercipta bagi perempuan-perempuan di Manokwari. Apalagi Manokwari merupakan salah satu daerah wisata yang terkenal. Hal ini dapat dijadikan peluang mengangkat ekonomi perempuan. Perempuan di tanah Papua harus berdaya. Kearifan lokal dapat diangkat dan dikenalkan ke pendatang melalui kerajinan tangan” terang Menteri Yohana.

Menteri Yohana juga menambahkan, Kemen PPPA bekerjasama dengan pemerintah daerah dan Dinas PPPA Kab.Manokwari akan mendampingi pelaku IR sampai dapat  menciptakan inovasi, peningkatan hasil kerajinan dan yang terpenting berkelanjutan. Sebab menurut Menteri Yohana, peningkatan kesejahteraan perempuan akan mendorong kesejahteraan keluarga dan meminimalisir angka anak putus sekolah.

Menteri Yohana kemudian melanjutkan agenda di Manokwari dengan bertemu tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat Papua Barat. Membebaskan perempuan dan anak dari segala jenis kekerasan menjadi poin utama yang disampaikan Menteri Yohana. Pertemuan ini adalah tindak lanjut dari MOU antara Kemen PPPA dengan 7 Ketua Dewan Adat Papua pada tahun 2016 untuk memberdayakan perempuan dan melindungi anak di tanah Papua.

“Pertemuan ini menjadi ruang yang sangat baik untuk mendengar arahan ibu Menteri Yohana guna menyelamatkan perempuan dan anak di tanah Papua. Membuka ruang bagi kami masyarakat adat bisa duduk bersama dengan pemerintah  dan berbicara mengenai permasalahan masyarakat adat. Semoga pertemuan ini akan melahirkan program-program bermanfaat bagi perempuan dan anak di Papua Barat. Kami yakin, seperti kata Menteri PPPA, menyelamatkan satu perempuan dan anak akan menyelamatkan masa depan tanah Papua,” ujar Yerangga, salah satu Ketua Dewan Adat Papua.

Kegiatan Menteri Yohana di Manokwari ditutup dengan menghadiri rapat konsultasi daerah tim penggerak PKK Provinsi Papua Barat. Di hadapan ratusan penggerak PKK se-Provinsi Papua Barat, Menteri Yohana juga menghimbau agar ibu-ibu PKK lebih aktif memberdayakan perempuan dan mendorong peningkatan pendidikan bagi anak perempuan. “Sebab indeks pembangunan manusia (IPM) di Papua Barat masuk kategori merah, atau terendah. Salah satunya karena angka lama sekolah masyarakat Papua tergolong rendah hanya sampai 6 tahun, dan lebih rendah lagi bagi perempuan. Harus segera ditingkatkan, karena pendidikan itu penting untuk membawa kesejahteraan keluarga,” jelas Menteri Yohana.


                                                         PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN  PEREMPUAN
                                                                                                 DAN PERLINDUNGAN ANAK
                                                                                                         Telp.& Fax (021) 3448510,
                                                                                        e-mail : publikasi@kemenpppa.com
www.kemenpppa.go.id

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Kamis, 19 September 2019

Nextgen Networking, Wadah Jejaring Mahasiswa Peduli Perlindungan Anak (17)

Jakarta (19/09) – Staf Khusus Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Wilayah Barat, Albaet Pikri
Siaran Pers, Kamis, 19 September 2019

Didik dan Lindungi Anak adalah Kepuasan Batin (45)

Anak itu, akan menjadi apa nantinya ya tergantung orang tua mereka"
Siaran Pers, Kamis, 19 September 2019

INDONESIA MILIKI 117 PUSPAGA SEBAGAI UNIT LAYANAN PENCEGAHAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (216)

Sejak diinisiasi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) pada tahun 2016, Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) hingga tahun ini…
Siaran Pers, Rabu, 18 September 2019

Palu Pulih, Perempuan dan Anak Palu Harus Bangkit! (78)

Bencana gempa bumi dengan kekuatan lebih dari 7 SR disusul tsunami dan likuifasi yang mengguncang Palu, Sigi dan Donggala, pada…
Siaran Pers, Rabu, 18 September 2019

Toreh Banyak Prestasi, Kab. Sleman Jadi Salah Satu Tuan Rumah Media Trip KLA 2019 (87)

Kab.Sleman (18/09) “Anak Sleman, Anak Kita Semua”. Slogan tersebut bukanlah sekadar kata – kata bagi Kabupaten Sleman. Prestasi yang ditoreh…