HARMONISASI MELALUI  PADUAN SUARA

  • Dipublikasikan Pada : Jumat, 02 November 2018
  • Dibaca : 334 Kali
...

KEMENTERIAN 
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK 
REPUBLIK INDONESIA 

PRESS RELEASE

HARMONISASI MELALUI  PADUAN SUARA

Siaran Pers Nomor: B- 205/Set/Rokum/MP 01/11/2018 


AMBON (2/11) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise menghadiri acara Penutupan Pesta Paduan Suara Gerejani (PESPARANI) Katolik Nasional I Tahun 2018 di Lapangan Merdeka – Ambon, Maluku. Didampingi Gubernur Maluku, Said Assagaff, Menteri Yohana menyampaikan antusiasnya mengikuti rangakaian acara malam penutupan PESPARANI. Sebab, itu kali pertamanya melihat langsung kompetisi paduan suara akbar yang diinisiasi oleh organisasi keagamaan dengan ribuan peserta.

“Beberapa waktu lalu saya bersama Presiden Jokowi membuka Kongres Perempuan Katolik. Saya masih ingat saat itu, Presiden sangat memuji keunggulan dari kaum perempuan yang lebih tinggi dibanding laki-laki. Misalnya, perempuan mempunyai tingkat harapan hidup lebih tinggi dari laki-laki, perempuan lebih kuat dalam menghadapi persaingan, serta multitasking atau memiliki beban ganda yang lebih besar dibanding laki-laki. Oleh karena itu sebagai Menteri PPPA saya bangga melihat banyaknya perempuan yang terlibat dalam acara paduan suara ini,” ujar Menteri Yohana.

Menurut Menteri Yohana, tidak dapat dipungkiri jika perempuan menambah harmonisasi dan keindahan dalam perpaduan suara bersama kaum laki-laki. Lewat kegiatan paduan suara, perwujudan kesetaraan gender sangat terasa. “Jadi dalam kegiatan ini perempuan berdaya dengan keterampilan dan kemampuannya, sekaligus mendapatkan ruang bagi kesetaraan gender,” terang Menteri Yohana.


Telah berlangsung sejak tanggal 27 Oktober 2018, kegiatan PESPARANI juga sejalan dengan program PUSPA (Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak) yang diinisiasi oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) bekerjasama dengan Dinas PPPA Provinsi di seluruh Indonesia sejak tahun 2016. Dalam PUSPA, seluruh elemen masyarakat termasuk organisasi keagamaan ikut terlibat dalam meningkatkan kepedualian dan perhatian terhadap persoalan perempuan dan anak. Dalam kesempatan tersebut, Menteri Yohana juga mengajak seluruh peserta menjadi mitra pemerintah untuk memberdayakan kaum perempuan dan juga melindungi perempuan dan anak.

“Kegiatan ini bisa jadi momentum kebangkitan perempuan Katolik, khususnya untuk menunjukkan kemampuan diri. Saya mengapresiasi Bapak Gubernur Maluku dan seluruh elemen yang terlibat, karena telah mempersatukan peserta dari berbagai latarbelakang dan daerah di Kota Ambon. Kebhinekaan ini adalah kekayaan besar yang dimiliki oleh bangsa yang harus dipertahankan.  Saya juga menitipkan perempuan dan anak ke tangan bapak, ibu, peserta sekalian, untuk dapat membantu mewujudkan pemberdayaan perempuan serta perlindungan dan pemenuhan hak anak bagi kemajuan bangsa Indonesia,” tegas Menteri Yohana sesaat sebelum menutup secara resmi PESPARANI pertama kali digelar di Indonesia.
 

PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN  
PERLINDUNGAN ANAK  
Telp.& Fax (021) 3448510,  
email : publikasi@kemenpppa.go.id

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Kamis, 18 Juli 2019

Rangkul Remaja, Kunci Pembangunan Negara (17)

Pemerintah Indonesia berkomitmen menjadi salah satu pelopor dalam implementasi Sustainable Development Goals 2030.
Siaran Pers, Rabu, 17 Juli 2019

Butuh Peran Dunia Hapus Kekerasan Terhadap Anak (43)

Indonesia menegaskan pentingnya kemitraan global dalam upaya penghapusan kekerasan terhadap anak.
Pengumuman, Selasa, 16 Juli 2019

PEDOMAN PELAKSANAAN HARI ANAK NASIONAL TAHUN 2019 (1050)

Anak merupakan potensi dan penerus cita-cita perjuangan bangsa yang memiliki peran strategis dan mempunyai ciri dan sifat khusus yang memerlukan…
Siaran Pers, Jumat, 12 Juli 2019

Aku Anak Disabilitas, Aku Punya Asa dan Prestasi Tanpa Batas (219)

“Aku sering ditolak ojek online ketika aku ingin ke sekolah. Aku juga sering jatuh ketika naik Transjakarta saat ingin bermain…
Siaran Pers, Jumat, 12 Juli 2019

Penuhi Perlindungan Khusus Anak Kelompok Minoritas dan Terisolasi (158)

Anak – anak kelompok minoritas mempunyai kecenderungan kesatuan sosial budaya yang terpisah serta kurang atau belum terlibat dalam jaringan dan…