HARMONISASI MELALUI  PADUAN SUARA

  • Dipublikasikan Pada : Jumat, 02 November 2018
  • Dibaca : 251 Kali
...

KEMENTERIAN 
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK 
REPUBLIK INDONESIA 

PRESS RELEASE

HARMONISASI MELALUI  PADUAN SUARA

Siaran Pers Nomor: B- 205/Set/Rokum/MP 01/11/2018 


AMBON (2/11) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise menghadiri acara Penutupan Pesta Paduan Suara Gerejani (PESPARANI) Katolik Nasional I Tahun 2018 di Lapangan Merdeka – Ambon, Maluku. Didampingi Gubernur Maluku, Said Assagaff, Menteri Yohana menyampaikan antusiasnya mengikuti rangakaian acara malam penutupan PESPARANI. Sebab, itu kali pertamanya melihat langsung kompetisi paduan suara akbar yang diinisiasi oleh organisasi keagamaan dengan ribuan peserta.

“Beberapa waktu lalu saya bersama Presiden Jokowi membuka Kongres Perempuan Katolik. Saya masih ingat saat itu, Presiden sangat memuji keunggulan dari kaum perempuan yang lebih tinggi dibanding laki-laki. Misalnya, perempuan mempunyai tingkat harapan hidup lebih tinggi dari laki-laki, perempuan lebih kuat dalam menghadapi persaingan, serta multitasking atau memiliki beban ganda yang lebih besar dibanding laki-laki. Oleh karena itu sebagai Menteri PPPA saya bangga melihat banyaknya perempuan yang terlibat dalam acara paduan suara ini,” ujar Menteri Yohana.

Menurut Menteri Yohana, tidak dapat dipungkiri jika perempuan menambah harmonisasi dan keindahan dalam perpaduan suara bersama kaum laki-laki. Lewat kegiatan paduan suara, perwujudan kesetaraan gender sangat terasa. “Jadi dalam kegiatan ini perempuan berdaya dengan keterampilan dan kemampuannya, sekaligus mendapatkan ruang bagi kesetaraan gender,” terang Menteri Yohana.


Telah berlangsung sejak tanggal 27 Oktober 2018, kegiatan PESPARANI juga sejalan dengan program PUSPA (Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak) yang diinisiasi oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) bekerjasama dengan Dinas PPPA Provinsi di seluruh Indonesia sejak tahun 2016. Dalam PUSPA, seluruh elemen masyarakat termasuk organisasi keagamaan ikut terlibat dalam meningkatkan kepedualian dan perhatian terhadap persoalan perempuan dan anak. Dalam kesempatan tersebut, Menteri Yohana juga mengajak seluruh peserta menjadi mitra pemerintah untuk memberdayakan kaum perempuan dan juga melindungi perempuan dan anak.

“Kegiatan ini bisa jadi momentum kebangkitan perempuan Katolik, khususnya untuk menunjukkan kemampuan diri. Saya mengapresiasi Bapak Gubernur Maluku dan seluruh elemen yang terlibat, karena telah mempersatukan peserta dari berbagai latarbelakang dan daerah di Kota Ambon. Kebhinekaan ini adalah kekayaan besar yang dimiliki oleh bangsa yang harus dipertahankan.  Saya juga menitipkan perempuan dan anak ke tangan bapak, ibu, peserta sekalian, untuk dapat membantu mewujudkan pemberdayaan perempuan serta perlindungan dan pemenuhan hak anak bagi kemajuan bangsa Indonesia,” tegas Menteri Yohana sesaat sebelum menutup secara resmi PESPARANI pertama kali digelar di Indonesia.
 

PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN  
PERLINDUNGAN ANAK  
Telp.& Fax (021) 3448510,  
email : publikasi@kemenpppa.go.id

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Senin, 20 Mei 2019

Kemen PPPA Membangun Anak dengan Road Map Pengasuhan Berbasis Hak Anak (140)

Inti dari pengasuhan anak adalah membangun kelekatan anak kepada orang tuanya dan membuat keterikatan para orang tua terhadap anak dengan…
Siaran Pers, Jumat, 17 Mei 2019

Perkuat Sinergi dan Kolaborasi Semua Pihak untuk Percepat Pengembangan Rute Aman dan Selamat ke/dari Sekolah (RASS) (153)

Dalam rangka mengupayakan pemenuhan hak anak untuk mewujudkan Indonesia Layak Anak 2030 dan Indonesia Emas 2045, Deputi Bidang Tumbuh Kembang…
Siaran Pers, Kamis, 16 Mei 2019

Komitmen Pemerintah Tekan Angka Kekerasan terhadap Perempuan (215)

Jakarta (16/5) – “Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk terus meningkatkan upaya perlindungan terhadap perempuan dan anak. Hal tersebut dibuktikan dengan rancangan…
Siaran Pers, Kamis, 16 Mei 2019

Asa Keluarga Anak Penyandang Disabilitas (91)

Keluarga, utamanya orang tua sebagai unsur terdekat Anak Penyandang Disabilitas memiliki kewajiban dan tanggung jawab tinggi atas perlindungan mereka.
Siaran Pers, Rabu, 15 Mei 2019

Libatkan Perempuan dalam Program Sanitasi dan Air Bersih (130)

Buruknya sanitasi dan minimnya akses air bersih di Indonesia menjadi permasalahan nasional yang cukup meresahkan. Kaum perempuan menjadi kelompok yang…