Peringatan ke-30 Pembentukan Komite Penghapusan Diskriminasi terhadap Perempuan

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 23 Februari 2016
  • Dibaca : 3488 Kali

Anniversary 30 Years Working for Women’s Rights

The Committee on Elimination of Discrimination against Women

1982-2012

 

Sebagai rangkaian kegiatan Peringatan ke-30 pembentukan Komite Penghapusan Diskriminasi terhadap Perempuan, hari ini dilaksanakan pembukaan sesi persidangan ke-52 Komite Penghapusan Diskriminasi terhadap Perempuan di Markas Besar PBB New York (9/7). Tema peringatan 30 tahun Komite adalah “Focusing on Women’s Political Participation and Leadership – in Pursuit of Equality”

Acara ini dibuka oleh Ketua Komite, Ms. Silvia Pimentel, anggota Komite dari Brazil, dilanjutkan dengan sambutan kunci oleh Mr. Jan Eliasson, Wakil Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, diikuti dengan pernyataan yang disampaikan oleh Ms. Michelle Bachelet, Wakil Sekretaris Jenderal dan Direktur Eksekutif UN Women; Ms.Eleonora Menicucci de Oliveira, Menteri Kebijakan Wanita Brasil;dan Ms. Shanti Dairiam, pendiri International Women’s Rights Action Watch Asia Pacific (IWRAW-AP).

Moderator dalam diskusi panel adalah Mr Ivan Šimonovic, Asisten Sekretaris Jenderal, Kantor OHCHR New York, akan terdiri dari lima panelis dari Nepal, Tunisia, dan Uganda yang berbicara tentang keberhasilan dan tantangan dalam memajukan partisipasi politik perempuan dan kepemimpinan di negaranya.

Komite telah memilih partisipasi politik dan kepemimpinan perempuan sebagai tema dialog interaktif selama acara. Bagaimana kemajuan tersebut dicapai dan apa tantangan yang masih dihadapi, merupakan fokus dialog kali ini.

Selama 30 tahun terakhir, Komite telah berulang kali meminta Negara Pihak untuk memberikan perempuan kesempatan untuk berpartisipasi penuh dalam kehidupan politik negara-negara mereka dan untuk memastikan bahwa mereka memiliki hak yang sama untuk berdiri untuk pemilu dan untuk berkontribusi dalam perumusan kebijakan pemerintah. Partisipasi politik dan kepemimpinan perempuan yang setara, bermakna dan efektif sebagai prasyarat yang mendasar untuk demokrasi, perdamaian abadi dan keadilan gender.

Menurut panelis dari Uganda, Rebecca Alitwala Kadaga, untuk mendorong partisipasi perempuan di politik memerlukan aksi affirmasi dan pemenuhan kebutuhan praktis perempuan, seperti penyediaan air bersih dan pemberian kompor terbukti memperpendek waktu yang perempuan habiskan untuk melaksanakan tugas domestiknya. Tambahan waktu luang yang ada membuka kesempatan bagi perempuan pedesaan untuk belajar dan menghadiri pertemuan-pertemuan sosial serta aktif berpartisipasi dalam mengambil keputusan.

Kesimpulan pada diskusi paneli ini bahwa kemajuan positif di seluruh dunia terkait peran dan partisipasi perempuan masih memerlukan berbagai upaya antara lain penghapusan kekerasan terhadap perempuan, pelaksanaan aksi afirmasi sementara. Hal ini harus dikombinasikan dengan rencana jangka menegah dan jangka panjang. Diskursus pembahasan hak-hak perempuan tidak hanya tentang isu perempuan, namun tidak dapat dilepaskan dari perlunya kerjasama dengan kaum laki-laki untuk mempercepat perwujudan kesetaraan gender.

 

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Jumat, 25 September 2020

Komitmen, Kunci Perempuan dalam Olahraga Raih Prestasi (10)

Jakarta (24/09) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga menyayangkan fakta bahwa hingga saat ini diskriminasi kepada…
Siaran Pers, Kamis, 24 September 2020

Kemen PPPA:  Deklarasi Pulau Maitara Sebagai Pulau Bebas Pornografi Anak Bentuk Komitmen Pemerintah Daerah (20)

Pulau Maitara, Tidore Kepulauan (24/09) -  Deputi Bidang Perlindungan Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Nahar meresmikan…
Siaran Pers, Kamis, 24 September 2020

Luncurkan PISA dan PUSPAGA, Kemen PPPA: Tingkatkan Literasi Informasi Layak Bagi Anak dan Keluarga  (51)

Kelurahan Takome, Kota Tidore (24/09) -  Pesatnya perkembangan teknologi informasi terutama internet memberikan kemudahan akses informasi dari berbagai media. Namun…
Siaran Pers, Kamis, 24 September 2020

Hadapi Pandemi Covid-19, Pentingnya Libatkan Anak dalam Proses Penyusunan Kebijakan  (77)

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga mengungkapkan di masa pandemi Covid-19, peran dan keterlibatan aktif Forum Anak…
Siaran Pers, Rabu, 23 September 2020

Gereja Ramah Anak Sehati Berikan Perlindungan Bagi Keluarga dan Anak (117)

Gereja memiliki peran penting dan strategis untuk bisa memberikan edukasi pola pengasuhan dalam keluarga sekaligus menjadi wadah bagi anak dan…