SAATNYA PEMUDA WUJUDKAN PEMBANGUNAN RESPONSIF GENDER DAN RAMAH ANAK

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 13 November 2018
  • Dibaca : 759 Kali
...

KEMENTERIAN
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK
REPUBLIK INDONESIA

PRESS RELEASE

SAATNYA PEMUDA WUJUDKAN PEMBANGUNAN RESPONSIF GENDER DAN RAMAH ANAK

Siaran Pers Nomor: B- 226 /Set/Rokum/MP 01/11/2018

Tarakan, Kalimantan Utara, (13/11) – “Partisipasi seluruh komponen masyarakat, sangatlah dibutuhkan untuk mewujudkan Pembangunan Nasional, begitu pula peran para pemuda sebagai agen perubahan dan tenaga produktif dalam pembangunan dan menentukan masa depan bangsa. Pemuda dikenal memiliki idealisme murni, dinamis, kreatif, inovatif, dan berenergi besar bagi perubahan sosial. Oleh karena itu pemuda diharapkan memiliki pandangan yang terus berkembang terhadap keadilan dan kesetaraan gender, serta mampu meningkatkan pendidikan, kesejahteraan dan perlindungan anak, guna mewujudkan kesejahteraan khususnya bagi perempuan dan anak, dari berbagai kekerasan, eksploitasi dan diskriminasi yang merendahkan harkat dan martabat manusia,” ungkap Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise dalam orasi ilmiahnya pada Rapat Senat Terbuka Wisuda XX Universitas Borneo Tarakan, Kalimantan Utara.

Menteri Yohana menegaskan, bahwa saat ini Indonesia terpilih ke dalam 10 negara di dunia yang dipersiapkan menuju Planet 50:50 Gender Equality pada 2030 mendatang. Hal ini karena kemajuan Indonesia terkait upaya mewujudkan kesetaraan gender di berbagai bidang pembangunan, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi dan pelayanan publik, infrastruktur yang responsif gender. Namun kondisi kehidupan keluarga di Indonesia saat ini, masih jauh dari kesan ideal, karena masih  tingginya angka perceraian di Indonesia, tingginya angka pernikahan usia anak, tingginya angka pengguna narkoba di Indonesia, serta tingginya angka kekerasan di Indonesia.

“Sejak 2016, Kemen PPPA telah menetapkan 3 (tiga) program prioritas yaitu Three End (Tiga Akhiri) yang meliputi: akhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, akhiri perdagangan perempuan, dan akhiri ketidakadilan akses ekonomi terhadap perempuan. Untuk mendukung kebijakan ini kami telah melakukan berbagai langkah koordinatif dengan Kementerian/Lembaga di pusat dan daerah, mengembangkan model-model kebijakan, dan melakukan advokasi dan sosialisasi guna meningkatkan partisipasi perempuan dalam pembangunan,” ujar Menteri Yohana.

Selain itu, Kemen PPPA juga bekerjasama dengan berbagai pihak, baik pemerintah maupun non pemerintah dalam pelaksanaan program, kebijakan yang responsif terhadap perempuan dan anak. Pada 2015, BPS mengungkapkan ada sebanyak 3.225 jumlah perguruan tinggi di Indonesia dengan total mahasiswa sebanyak 5.896.419 orang. Hal ini menunjukan bahwa perguruan tinggi berpotensi mendukung pelaksanaan kebijakan, program dan kegiatan prioritas PP dan PA.

 “Saya mengucapkan selamat kepada calon Wisudawan dan Wisudawati yang telah menyelesaikan berbagai program studi di Universitas Borneo Tarakan. Kalian semua harus saling berbagi pengalaman dan pengetahuan serta memberi contoh baik dan berbagi pengalaman positif serta menjauhkan segala bentuk kekerasan (baik fisik, psikis maupun verbal), diskriminasi, dan eksploitasi. Saya harap seluruh mahasiswa khususnya di seluruh Universitas Kalimantan Utara, ke depan akan menjadi kaum intelektual bangsa yang ikut mendukung tercapainya kesetaraan gender serta perlindungan dan pemenuhan hak anak, demi mendukung kemajuan bangsa Indonesia. Jangan pernah berpikir apa yang telah negara berikan kepada kita, tapi pikirkanlah apa yang telah kita berikan untuk negara ini,” tutup Yohana.”

PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN  PEREMPUAN
DAN PERLINDUNGAN ANAK
Telp.& Fax (021) 3448510,
e-mail: publikasi@kemenpppa.go.id
www.kemenpppa.go.id

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Selasa, 18 Februari 2020

Kasus Eksploitasi Seksual dan Perdagangan Anak Melalui Media Online Mengkhawatirkan, Menteri PPPA Angkat Suara (94)

Menanggapi maraknya kasus eksploitasi seksual dan perdagangan anak dengan modus iming-iming pekerjaan bergaji tinggi melalui aplikasi media sosial, Menteri Pemberdayaan…
Buku, Senin, 17 Februari 2020

Indeks Komposit Kesejahteraan Anak 2018 (36)

Indeks Komposit Kesejahteraan Anak 2018
Buku, Senin, 17 Februari 2020

Indeks Komposit Kesejahteraan Anak 2017 (19)

Indeks Komposit Kesejahteraan Anak 2017
Buku, Senin, 17 Februari 2020

Indeks Komposit Kesejahteraan Anak 2017 (16)

Indeks Komposit Kesejahteraan Anak Kabupaten/Kota 2017
Siaran Pers, Minggu, 16 Februari 2020

Kemen PPPA Terjunkan Tim Dampingi Anak Korban Perundungan di Malang (150)

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menerjunkan tim untuk menindaklanjuti kasus perundungan yang menimpa pelajar SMPN 16 Malang,…