Negara Myanmar Belajar dari Indonesia Tentang Pengarusutamaan Gender

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 23 Februari 2016
  • Dibaca : 2471 Kali
Komite Perlindungan Perempuan dan Anak dari Negara Myanmar Saat Menyampaikan Keadaan Perempuan dan Anak di Myanmar
Jakarta (19/03), Komite Perlindungan Perempuan dan Anak dari Negara Myanmar berkunjung ke Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk melakukan studi banding di Indonesia. Pada pertemuan ini, antara Indonesia dan Myanmar melakukan pertukaran informasi terkait pada bidang pendidikan, komitmen politik, hukum, dan budaya.

Indonesia patut berbangga hati, karena Indonesia masih lebih maju di bidang kesetaraan gender. Sebagai contohnya di bidang pendidikan, perempuan di Myanmar masih tertinggal. Di bidang politik, tahun lalu saja hanya ada satu perempuan yang menduduki di jabatan eksekutif kepemerintahan Myanmar.

Dalam hal ini, Myanmar sangat berkeinginan untuk belajar dari Indonesia dalam mengelola kebijakan yang tidak bias gender. Seperti kebijakan pada pengarusutamaan gender, dan kota layak anak.
"Kita harus meningkatkan kesadaran pada kementerian/lembaga lainnya dengan memasukkan program-program untuk mewujudkan kesetaraan gender, memberdayakaan perempuan, melindungi perempuan dan anak melalui program dan kebijakan kementerian/lembaga masing-masing". jelas Dra. Sri Danti, MA/Sekretaris Kementerian PP dan PA.


Namun Myanmar sendiri sudah memiliki banyak kemajuan seperti telah meratifikasi konvensi hak anak, sudah ada UU anak, UU trafficking yang mendukung dengan terbentuknya World Fit For Children.

"Meskipun Kesetaraan Gender adalah masalah budaya, namun budaya itu sendiri tidak selalu buruk, namun kita dapat memulainya di lingkup keluarga, bagaimana membangun suatu keluarga yang tidak bias gender." kata Prof. Dr. Mya Oo/Ketua Komite Perlindungan Perempuan dan Anak Myanmar. (HM)

 

Foto Terkait:

 

Prof. Dr. Mya Oo/Ketua Komite Perlindungan Perempuan dan Anak Myanmar bertukar cinderamata dengan Dra. Sri Danti, MA/Sekretaris Kementerian PP dan PA

 

Foto Bersama. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Berfoto bersama dengan Komite Perlindungan Perempuan dan Anak Myanmar

Foto : Ifran Lindu Mahargya / Humas KPP - PA

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Selasa, 13 April 2021

Menteri Bintang Minta Penggunaan Anggaran DAK Tepat Sasaran ( 5 )

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga meminta pemerintah daerah  untuk mengawal dan memastikan proses penggunaan Dana Alokasi Khusus…

Siaran Pers, Selasa, 13 April 2021

Menteri Bintang Minta Kepala Daerah Membuat Kebijakan Berpihak Pada Perempuan ( 45 )

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga mengharapkan kepala daerah lebih menghadirkan kebijakan yang berpihak pada perempuan. Hal itu…

Siaran Pers, Selasa, 13 April 2021

Indonesia Jadi Tuan Rumah G20 Empower, Perkuat Kepemimpinan Perempuan di Sektor Swasta ( 57 )

Indonesia akan menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang diselenggarakan di Bali pada 2022. Pada rangkaian KTT tersebut…

Siaran Pers, Jumat, 09 April 2021

Kemen PPPA Dorong Satuan Pendidikan Semakin Ramah Anak dan Remaja ( 84 )

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) mendorong satuan pendidikan semakin empatik dan ramah terhadap anak dan remaja sebagai…

Siaran Pers, Jumat, 09 April 2021

Kemen PPPA Rampungkan Verifikasi Calon Penerima Anugerah Parahita Ekapraya 2020 ( 152 )

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) telah selesai melaksanakan verifikasi lapangan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Tahun 2020 terhadap…