Negara Myanmar Belajar dari Indonesia Tentang Pengarusutamaan Gender

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 23 Februari 2016
  • Dibaca : 1223 Kali
Komite Perlindungan Perempuan dan Anak dari Negara Myanmar Saat Menyampaikan Keadaan Perempuan dan Anak di Myanmar
Jakarta (19/03), Komite Perlindungan Perempuan dan Anak dari Negara Myanmar berkunjung ke Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk melakukan studi banding di Indonesia. Pada pertemuan ini, antara Indonesia dan Myanmar melakukan pertukaran informasi terkait pada bidang pendidikan, komitmen politik, hukum, dan budaya.

Indonesia patut berbangga hati, karena Indonesia masih lebih maju di bidang kesetaraan gender. Sebagai contohnya di bidang pendidikan, perempuan di Myanmar masih tertinggal. Di bidang politik, tahun lalu saja hanya ada satu perempuan yang menduduki di jabatan eksekutif kepemerintahan Myanmar.

Dalam hal ini, Myanmar sangat berkeinginan untuk belajar dari Indonesia dalam mengelola kebijakan yang tidak bias gender. Seperti kebijakan pada pengarusutamaan gender, dan kota layak anak.
"Kita harus meningkatkan kesadaran pada kementerian/lembaga lainnya dengan memasukkan program-program untuk mewujudkan kesetaraan gender, memberdayakaan perempuan, melindungi perempuan dan anak melalui program dan kebijakan kementerian/lembaga masing-masing". jelas Dra. Sri Danti, MA/Sekretaris Kementerian PP dan PA.


Namun Myanmar sendiri sudah memiliki banyak kemajuan seperti telah meratifikasi konvensi hak anak, sudah ada UU anak, UU trafficking yang mendukung dengan terbentuknya World Fit For Children.

"Meskipun Kesetaraan Gender adalah masalah budaya, namun budaya itu sendiri tidak selalu buruk, namun kita dapat memulainya di lingkup keluarga, bagaimana membangun suatu keluarga yang tidak bias gender." kata Prof. Dr. Mya Oo/Ketua Komite Perlindungan Perempuan dan Anak Myanmar. (HM)

 

Foto Terkait:

 

Prof. Dr. Mya Oo/Ketua Komite Perlindungan Perempuan dan Anak Myanmar bertukar cinderamata dengan Dra. Sri Danti, MA/Sekretaris Kementerian PP dan PA

 

Foto Bersama. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Berfoto bersama dengan Komite Perlindungan Perempuan dan Anak Myanmar

Foto : Ifran Lindu Mahargya / Humas KPP - PA

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Kamis, 18 April 2019

Dibalik Persiapan Forum Anak Nasional 2019, Ewako! (89)

Makassar (13/04) – Menjelang 3 bulan hajatan besar Pertemuan Forum Anak Nasional (FAN) 2019, berbagai persiapan telah dilakukan Kementerian Pemberdayaan…
Siaran Pers, Kamis, 18 April 2019

Angka KDRT di Banda Aceh Mengkhawatirkan, Generasi Muda Harus Bangkit! (80)

Sebanyak 250 masyarakat kota Banda Aceh yang terdiri dari perwakilan berbagai komunitas remaja dan perempuan, secara serentak mendeklarasikan Komitmen Cegah…
Siaran Pers, Selasa, 16 April 2019

MENTERI YOHANA TURUN TANGAN PASTIKAN HAK ANAK TERPENUHI (663)

Pontianak (16/04) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise menegaskan kasus kekerasan anak di Pontianak harus diupayakan…
Siaran Pers, Jumat, 12 April 2019

LSM Harus Pertimbangkan Kepentingan Terbaik Untuk Anak (659)

Jakarta (12/4) Lembaga masyarakat harus memastikan bahwa setiap pekerjaan yang dilakukan mempertimbangkan kepentingan terbaik untuk anak. Kepentingan terbaik untuk anak…
Siaran Pers, Kamis, 11 April 2019

KEMITRAAN PEMERINTAH-SWASTA-LEMBAGA MASYARAKAT DALAM PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG DAN PERDAGANGAN SERTA PENYELUDUPAN MANUSIA DI KAWASAN ASIA PASIFIK (770)

Pada 8-10 April 2019 Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak  (Kemen PPPA) melalui Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan Kemen PPPA…