Negara Myanmar Belajar dari Indonesia Tentang Pengarusutamaan Gender

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 23 Februari 2016
  • Dibaca : 1356 Kali
Komite Perlindungan Perempuan dan Anak dari Negara Myanmar Saat Menyampaikan Keadaan Perempuan dan Anak di Myanmar
Jakarta (19/03), Komite Perlindungan Perempuan dan Anak dari Negara Myanmar berkunjung ke Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk melakukan studi banding di Indonesia. Pada pertemuan ini, antara Indonesia dan Myanmar melakukan pertukaran informasi terkait pada bidang pendidikan, komitmen politik, hukum, dan budaya.

Indonesia patut berbangga hati, karena Indonesia masih lebih maju di bidang kesetaraan gender. Sebagai contohnya di bidang pendidikan, perempuan di Myanmar masih tertinggal. Di bidang politik, tahun lalu saja hanya ada satu perempuan yang menduduki di jabatan eksekutif kepemerintahan Myanmar.

Dalam hal ini, Myanmar sangat berkeinginan untuk belajar dari Indonesia dalam mengelola kebijakan yang tidak bias gender. Seperti kebijakan pada pengarusutamaan gender, dan kota layak anak.
"Kita harus meningkatkan kesadaran pada kementerian/lembaga lainnya dengan memasukkan program-program untuk mewujudkan kesetaraan gender, memberdayakaan perempuan, melindungi perempuan dan anak melalui program dan kebijakan kementerian/lembaga masing-masing". jelas Dra. Sri Danti, MA/Sekretaris Kementerian PP dan PA.


Namun Myanmar sendiri sudah memiliki banyak kemajuan seperti telah meratifikasi konvensi hak anak, sudah ada UU anak, UU trafficking yang mendukung dengan terbentuknya World Fit For Children.

"Meskipun Kesetaraan Gender adalah masalah budaya, namun budaya itu sendiri tidak selalu buruk, namun kita dapat memulainya di lingkup keluarga, bagaimana membangun suatu keluarga yang tidak bias gender." kata Prof. Dr. Mya Oo/Ketua Komite Perlindungan Perempuan dan Anak Myanmar. (HM)

 

Foto Terkait:

 

Prof. Dr. Mya Oo/Ketua Komite Perlindungan Perempuan dan Anak Myanmar bertukar cinderamata dengan Dra. Sri Danti, MA/Sekretaris Kementerian PP dan PA

 

Foto Bersama. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Berfoto bersama dengan Komite Perlindungan Perempuan dan Anak Myanmar

Foto : Ifran Lindu Mahargya / Humas KPP - PA

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Senin, 24 Juni 2019

Perkuat Peran Tokoh Adat dan Tokoh Agama Lindungi Perempuan dan Anak di Tanah Papua (13)

Perempuan dan anak seharusnya ikut terlibat aktif dalam berbagai sektor pembangunan, namun banyak di antara mereka yang masih mengalami berbagai…
Dokumen Kinerja, Jumat, 21 Juni 2019

LAKIP Inspektorat 2018 (19)

Laporan Akuntabiltas Kinerja Inspektorat Tahun 2018
Buku, Jumat, 21 Juni 2019

Laporan Akunntabiltas Kinerja Inspektorat Tahun 2018 (16)

Laporan Akuntabiltas Kinerja Inspektorat Tahun 2018
Program Kerja Pengawasan , Jumat, 21 Juni 2019

Laporan Akuntabiltas Kinerja Inspektorat Tahun 2018 (15)

Laporan Akuntabiltas Kinerja Inspektorat Tahun 2018
Siaran Pers, Kamis, 20 Juni 2019

Ramah Anak, Tanggung Jawab Media dalam Produk Jurnalistik (116)

Jakarta (19/06) – Ketua Dewan Pers, Mohammad Nuh dalam Sosialisasi Pemberitaan Media Ramah Anak di Jakarta (19/06)