Negara Myanmar Belajar dari Indonesia Tentang Pengarusutamaan Gender

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 23 Februari 2016
  • Dibaca : 1642 Kali
Komite Perlindungan Perempuan dan Anak dari Negara Myanmar Saat Menyampaikan Keadaan Perempuan dan Anak di Myanmar
Jakarta (19/03), Komite Perlindungan Perempuan dan Anak dari Negara Myanmar berkunjung ke Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk melakukan studi banding di Indonesia. Pada pertemuan ini, antara Indonesia dan Myanmar melakukan pertukaran informasi terkait pada bidang pendidikan, komitmen politik, hukum, dan budaya.

Indonesia patut berbangga hati, karena Indonesia masih lebih maju di bidang kesetaraan gender. Sebagai contohnya di bidang pendidikan, perempuan di Myanmar masih tertinggal. Di bidang politik, tahun lalu saja hanya ada satu perempuan yang menduduki di jabatan eksekutif kepemerintahan Myanmar.

Dalam hal ini, Myanmar sangat berkeinginan untuk belajar dari Indonesia dalam mengelola kebijakan yang tidak bias gender. Seperti kebijakan pada pengarusutamaan gender, dan kota layak anak.
"Kita harus meningkatkan kesadaran pada kementerian/lembaga lainnya dengan memasukkan program-program untuk mewujudkan kesetaraan gender, memberdayakaan perempuan, melindungi perempuan dan anak melalui program dan kebijakan kementerian/lembaga masing-masing". jelas Dra. Sri Danti, MA/Sekretaris Kementerian PP dan PA.


Namun Myanmar sendiri sudah memiliki banyak kemajuan seperti telah meratifikasi konvensi hak anak, sudah ada UU anak, UU trafficking yang mendukung dengan terbentuknya World Fit For Children.

"Meskipun Kesetaraan Gender adalah masalah budaya, namun budaya itu sendiri tidak selalu buruk, namun kita dapat memulainya di lingkup keluarga, bagaimana membangun suatu keluarga yang tidak bias gender." kata Prof. Dr. Mya Oo/Ketua Komite Perlindungan Perempuan dan Anak Myanmar. (HM)

 

Foto Terkait:

 

Prof. Dr. Mya Oo/Ketua Komite Perlindungan Perempuan dan Anak Myanmar bertukar cinderamata dengan Dra. Sri Danti, MA/Sekretaris Kementerian PP dan PA

 

Foto Bersama. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Berfoto bersama dengan Komite Perlindungan Perempuan dan Anak Myanmar

Foto : Ifran Lindu Mahargya / Humas KPP - PA

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Selasa, 17 September 2019

PPT Seruni dan Forum Anak, Senjata Pemda Kota Semarang dalam melindungi anak (16)

Selama ini kita tidak pernah merasa kesulitan bertemu dengan Pak Wali Kota.
Siaran Pers, Senin, 16 September 2019

Ini Rahasia SMPN 33 Semarang menjadi Sekolah Ramah Anak (28)

Mas Alfiansyah, apa sih tugas kamu sebagai agen perubahan di sekolah ini?" tanya Wali Kota Semarang
Siaran Pers, Senin, 16 September 2019

DPR RI Sahkan Batas Usia Perkawinan Jadi 19 Tahun (409)

Jakarta (16/09) – Pemerintah bersama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) sebagai Lembaga Legislasi telah membuat sejarah bagi Bangsa dan…
Siaran Pers, Senin, 16 September 2019

Industri Rumahan sebagai Percontohan Pembangunan Ekonomi Perempuan (104)

Bali (16/09) – Perekonomian Indonesia sebagian besar didukung oleh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berkontribusi terhadap Produk Domestik…
Siaran Pers, Senin, 16 September 2019

Raih Kategori Nindya, 3 Kab/Kota ini Jadi Tuan Rumah Media Trip KLA 2019 (91)

Kota Semarang, Kabupaten Sleman, dan Kota Balikpapan terpilih menjadi tuan rumah Media Trip Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) 2019