PENINGKATAN KUALITAS PEKERJA PEREMPUAN UNTUK MENGHADAPI ERA 4.0 

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 27 November 2018
  • Dibaca : 2535 Kali
...

KEMENTERIAN  PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK 
REPUBLIK INDONESIA 

PRESS RELEASE 

PENINGKATAN KUALITAS PEKERJA PEREMPUAN UNTUK MENGHADAPI ERA 4.0 

Siaran Pers Nomor: B-242/Set/Rokum/MP 01/11/2018 

 

Kota Tangerang (27/11) – Pemerintah Indonesia telah berkomitmen untuk mewujudkan Making Indonesia 4.0 yang fokus pada lima faktor yakni, makanan dan minuman, tekstil, otomotif, elektronik, dan bahan kimia. Bidang kesehatan memang tidak masuk dalam fokus utama tersebut namun akan terkena dampaknya, yaitu pada penelitian dan keilmuan kesehatan, layanan, obat-obatan, dan SDM kesehatan termasuk bidan dan perawat. Dalam upaya mendukung komitmen Pemerintah untuk mencapai hal tersebut, diperlukan sinergi seluruh lapisan masyarakat untuk menghadapi tantangan yang akan menghadang, salah satunya pemberdayaan perempuan dalam persaingan global di era 4.0. 

“Hadirnya revolusi era 4.0 harus dapat dimanfaatkan dan dikelola dengan baik oleh kaum perempuan termasuk bidan, perawat, dan tenaga medis lainnya, sebab hal tersebut memiliki prospek yang menjanjikan bagi posisi perempuan sebagai bagian dari agen perubahan. Besar harapan agar hasil dari kuliah umum ini dapat meningkatkan pemahaman seluruh bidan dan perawat di STIKES Yatsi tentang peran pemberdayaan perempuan dalam menghadapi revolusi era 4.0,” papar Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise dalam Kuliah Umum "Peran Profesi Bidan dan Perawat dalam Pemberdayaan Perempuan menghadapi Era 4.0", di Kota Tangerang. 

Menanggapi hal tersebut, Ketua Stikes Yatsi, Ida Faridah menyampaikan bahwa terdapat irisan isu gender dalam profesi kebidanan dan keperawatan salah satunya dalam masalah kesehatan reproduksi, akses informasi, pelayanan, kontrol, peran, pengambilan keputusan, dan manfaat yang dirasakan dalam layanan yang diberikan. "Berdasarkan data Kemenkes, di Provinsi Banten terdapat 5170 bidan dan 9140 perawat. Tentunya jumlah tersebut akan terus bertambah namun yang tak kalah penting adalah peningkatan kualitasnya. Kami juga berharap ini merupakan langkah awal dari Kemen PPPA untuk terus memberikan dukungan dan kerjasama khususnya dibidang pemberdayaan perempuan sebagai profesi bidan dan perawat. Sebab, bidan dan perawat mempunyai tugas penting dalam berkontribusi menciptakan kesehatan yang merata untuk masyarakat terutama kaum perempuan dan anak," tambah Ida Faridah. 

Mengupas isu pemberdayaan perempuan dalam lingkup profesi bidan dan perawat guna persaingan global hasil dari revolusi era 4.0, tidak dapat terlepas dari upaya kesetaraan dan keadilan gender. Kini masyarakat mulai paham bahwa pengertian gender bukanlah jenis kelamin atau pembedaan kodrati laki-laki dan perempuan, lebih dari itu memiliki makna pembedaan peran, fungsi, tugas, dan tanggung jawab sesuai sosial budaya. Meskipun pada kenyataannya masih banyak kesenjangan yang terjadi antara perempuan dan laki-laki misalnya di bidang politik, ekonomi, partisipasi kerja, termasuk kesehatan. Kesetaraan dan keadilan gender akan tercapai ketika tidak ada lagi diskriminasi dalam akses, partisipasi, kontrol, dan manfaat pada semua bidang. 

"Hubungan yang terjalin antar tenaga kesehatan ini harus terbebas dari ketimpangan gender. Bidan dan perawat harus diposisikan setara dengan profesi kesehatan lainnya dalam pemberian layanan. Saya berharap setelah ini, kesadaran kalian sebagai generasi penerus bangsa dapat meningkat agar dapat melihat lebih detail, mengenal lebih dekat, dan mengevaluasi langkah lebih sempurna terhadap bagaimana peran kalian dalam mewujudkan kesetaraan gender di Indonesia," tutup Menteri Yohana. 


PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN 
DAN PERLINDUNGAN ANAK 
Telp.& Fax (021) 3448510, 
e-mail : publikasi@kemenpppa.go.id

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Rabu, 15 Juli 2020

Menteri Bintang: Mari Kita Kawal Pengesahan RUU PKS (8)

Jakarta (15/07) -  Penarikan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) dari daftar Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2020, mengejutkan banyak pihak.…
Siaran Pers, Rabu, 15 Juli 2020

Upaya-Upaya Pencegahan Praktik Sunat Perempuan Menjadi Tanggung Jawab Bersama (58)

"Dulu saya menganggap sunat perempuan adalah suatu kewajiban yang harus saya laksanakan."
Siaran Pers, Selasa, 14 Juli 2020

Suara Anak Indonesia : Lindungi Kami, Patuhi Protokol Kesehatan! (139)

Sekitar 40 perwakilan anak terdampak Covid-19, anak positif Covid-19, serta anak dengan orangtua sebagai tenaga kesehatan dari seluruh Indonesia melakukan…
Siaran Pers, Senin, 13 Juli 2020

Menteri Bintang Dukung Pengesahan RUU Perlindungan PRT  (34)

Jakarta (13/07) – Diskriminasi dan stigmatisasi terhadap Pekerja Rumah Tangga (PRT) dalam bentuk apapun harus segera dihentikan. Terutama anggapan bahwa…
Siaran Pers, Minggu, 12 Juli 2020

HAN 2020: Menteri PPPA Apresiasi Sinergi Dinas PPPA di Daerah dalam Pemberian Serentak Paket Pemenuhan Kebutuhan Spesifik Anak (148)

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga memberikan apresiasi tinggi kepada Dinas PPPA di provinsi dan kabupaten/kota yang…