PENTINGNYA INOVASI DAN TEROBOSAN DEMI WUJUDKAN KLA

  • Dipublikasikan Pada : Rabu, 12 Desember 2018
  • Dibaca : 1562 Kali
...

KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK REPUBLIK INDONESIA

 

PRESS RELEASE

PENTINGNYA INOVASI DAN TEROBOSAN DEMI WUJUDKAN KLA

    Siaran Pers Nomor: B- 261/Set/Rokum/MP 01/12/2018

 

Sula (11/12) Dalam rangka pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak, Kabupaten Sula, Provinsi Maluku Utara, berkomitmen menuju Kabupaten / Kota Layak Anak (KLA). Selain harus berfokus pada upaya pencapaian 24 indikator KLA, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) terus mendorong Pemerintah Daerah Kab. Sula agar melakukan inovasi dan terobosan demi memperkuat sarana, prasarana, dan kapasitas sumber daya manusia.

“Pemerintah Daerah Kab. Sula hendaknya fokus pada upaya pencapaian 24 indikator KLA. Jika tahun ini Kab. Sula berhasil memperoleh Penghargaan KLA Kategori Pratama, maka ke depan diharapkan dapat meningkatkan peringkatnya. Upaya-upaya terobosan dan inovasi perlu dilakukan, seperti memperkuat sarana prasarana dan peningkatan kapasitas SDM terkait hak-hak anak. 24 indikator KLA dapat diwujudkan melalui tersedianya Sekolah Ramah Anak (SRA), Puskesmas Ramah Anak (PRA), Pelayanan Akte Kelahiran, Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA), Informasi Ramah Anak, dan Forum Anak sebagai wadah partisipasi anak,” pungkas Sekretaris Kemen PPPA, Pribudiarta Nur Sitepu saat meresmikan “Pencanangan Kabupaten Sula sebagai KLA”.

Pemenuhan hak anak atas kesehatan menjadi fokus utama. Hal ini ditandai dengan terwujudnya kesehatan bagi semua anak, tidak ada anak yang kurang gizi, serta anak harus dijauhkan dari narkoba, miras dan rokok. Oleh karenanya, penting bagi Pemerintah Daerah untuk menyediakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di lokasi-lokasi yang banyak terdapat anak – anak, dan meniadakan Iklan, Promosi dan Sponsor (IPS) Rokok dalam upaya menciptakan udara bersih untuk mendukung kesehatan anak.

Indikator KLA yang juga tidak kalah penting adalah tidak adanya perkawinan anak (menikah di bawah usia 18 tahun). Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) menjadi sangat penting demi menekan angka perkawinan anak. PUSPAGA merupakan sarana konseling dan rujukan bagi keluarga dengan fokus pada pengasuhan berkualitas berbasis hak anak yang dilengkapi dengan psikolog.

 

“Pemerintah perlu memastikan semua anak di manapun mereka berada terpenuhi hak-haknya dan terlindungi dari semua hal yang membahayakan. KLA akan terwujud jika semua pemangku kepentingan mendukung, yaitu Pimpinan Daerah dan jajarannya, Legislatif, Aparat Penegak Hukum, media, lembaga masyarakat, dunia usaha, tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, orangtua dan keluarga, anak-anak, dan masyarakat. Anak merupakan investasi bagi kemajuan Indonesia di masa yang akan datang, termasuk untuk mewujudkan Indonesia Layak Anak (IDOLA) pada 2030,” tutup Pribudiarta.

 

 

                                   PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN

                                                                                                                                       DAN PERLINDUNGAN ANAK

                                                                                                                                             Telp.& Fax (021) 3448510,

                                                                                                              e-mail : publikasi@kemenpppa.go.id 

       www.kemenpppa.go.id

 

 

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Jumat, 14 Agustus 2020

Berbaju Adat NTT, Presiden Akan Sampaikan Pidato Kenegaraan di Gedung Nusantara (72)

Presiden Joko Widodo pada Jumat, 14 Agustus 2020, akan menyampaikan pidato pada Sidang Tahunan MPR RI Tahun 2020 dan Pidato…
Siaran Pers, Jumat, 14 Agustus 2020

Kesetaraan Gender di Ruang Redaksi Media (49)

Deputi Bidang Partisipasi Masyarakat Kemen PPPA, Indra Gunawan mengatakan saat ini, seringkali pemberitaan di media massa cenderung menyudutkan dan mengeksploitasi…
Siaran Pers, Jumat, 14 Agustus 2020

Kemen PPPA Berikan Pendampingan Psikologi Pada Anak Korban Kekerasan Seksual di Sukabumi   (63)

Kabandungan, Kab. Sukabumi (14/08) – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) memberikan pendampingan psikologi untuk menghilangkan trauma kepada…
Siaran Pers, Rabu, 12 Agustus 2020

Perempuan dan Anak Terdampak Covid-19 di Serang, Banten Harus Bangkit dari Situasi Sulit (36)

”Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia saat ini, telah menimbulkan berbagai dampak negatif terutama bagi kaum perempuan dan anak sebagai kelompok…
Siaran Pers, Rabu, 12 Agustus 2020

Perempuan Berdaya, Perempuan Setara  (42)

Jakarta (11/08) - Memperkuat ketahanan ekonomi untuk pertumbuhan yang berkualitas merupakan salah satu dari 7 agenda pembangunan lima tahun ke…