Melepas Srikandi Indonesia Gowes to Jepara

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 23 Februari 2016
  • Dibaca : 1667 Kali

Meneg PP & PA Linda Amalia Sari Gumelar didampingi oleh Kepala Biro Humas Endang Moerniati (paling kiri) dan Staf Khusus Menteri Titin Pamudji (kedua dari kanan) tengah memeriksa perlengkapan para Srikandi Indonesia yang akan melakukan perjalanan bersepeda dari Jakarta menuju Jepara (Jawa Tengah) di Kantor Kementerian Jakarta, Rabu Pagi (13/4). Melalui kegiatan bersepeda para srikandi yang tergabung dalam komunitas pekerja bersepeda ini akan melakukan perjalanan bersepeda dari Jakarta menuju Jepara (Jawa Tengah) guna mengkampanyekan penggunaan sepeda sebagai aksi peduli lingkungan.
Teks Dan Foto: Anthony Firdaus / Humas Meneg PP & PA
"Melepas Srikandi Indonesia Goes to Jepara"
Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Amalia Sari Gumelar melepas para srikandi Indonesia yang meneruskan perjuangan Raden Ajeng Kartini melalui kegiatan bersepeda di Kantor Kementerian Jakarta, Rabu Pagi (13/4). Para srikandi yang tergabung dalam komunitas pekerja bersepeda ini, akan melakukan perjalanan bersepeda dari Jakarta menuju Jepara, guna mengkampanyekan penggunaan sepeda sebagai aksi peduli lingkungan.

Meskipun bersepeda bukanlah hal yang asing lagi bagi masyarakat Jakarta dan kota-kota besar lainnya, namun masih jarang kita temukan masyarakat yang menjadikan sepeda sebagai alternatif pilihan transportasi sehari-hari, ujar Menteri Linda.
 
"Bersepeda umumnya hanya dijadikan sebagai sebuah hobi bagi kebanyakan orang. Padahal bumi kita sendiri semakin terlihat rapuh akibat efek global warming yang diciptakan oleh gas emisi dari kendaraan-kendaraan bermotor. Jika sebagian besar masyarakat Indonesia, khususnya yang berada di kota-kota besar, menjadikan sepeda sebagai alternatif transportasi sehari-hari. Maka secara langsung masyarakat pun akan berperan aktif menyelamatkan bumi dari gempuran gas emisi yang menggerogoti lapisan ozon", ungkap Istri Agum Gumelar.

Kini bukan hal yang aneh lagi, jika kampanye menggiatkan penggunaan sepeda dalam kehidupan sehari-sehari semakin bergaung di setiap sudut kota. Himbauan dari pihak-pihak yang peduli akan pelestarian lingkungan tersebut pun acapkali mendapatkan respon positif dari masyarakat luas.
 
Di setiap akhir pekan, muncul solo cyclist yang mencoba berpartisipasi menggiatkan kampanye bersepeda sebagai misi penyelamatan lingkungan. Namun sangat disayangkan dari sekian banyak solo cyclist yang terlibat masih sedikit sekali pesepeda perempuan yang aktif berpartisipasi. Stereotype sepeda sebagai permainan laki-laki dan berbahaya, menjadikan kaum perempuan enggan menjadi solo cyclist, tambahnya.

Maka dari itu, mengingat peringatan hari Kartini yang tinggal menghitung hari, para perempuan yang tergabung dalam komunitas pekerja bersepeda mencoba berperan aktif memberdayakan kaum perempuan melalui kegiatan Srikandi Bike To Work Gowes To Jepara. Mereka ingin membuka kesempatan bagi para perempuan Indonesia lainnya agar turut serta menjadi solo cyclist. Bahwasanya tidak ada alat yang efektif dalam pembangunan selain pemberdayaan perempuan, ujar Menteri Linda.
(Andi Nirmalasari / Humas KPP & PA)

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Senin, 21 Oktober 2019

KEMEN PPPA DORONG KABUPATEN/KOTA MEMBUAT RENCANA AKSI PUSPA (15)

Sebagai wadah bagi lembaga masyarakat yang perduli pada isu perempuan dan anak,
Siaran Pers, Senin, 21 Oktober 2019

Kemen PPPA Dorong Daerah Sinergi untuk Wujudkan RBRA (25)

Pemerintah Daerah berlomba-lomba meraih sertifikasi Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) yang merupakan program Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam…
Siaran Pers, Minggu, 20 Oktober 2019

PERCEPAT PENURUNAN ANGKA KEKERASAN ANAK, KEMEN PPPA LATIH UPTD DAN APH MANAJEMEN KASUS (43)

Dalam setiap penanganan kasus kekerasan dan eksploitasi terhadap anak, Konvensi Hak Anak telah mengamanatkan kepentingan terbaik anak diutamakan namun kenyataan…
Siaran Pers, Minggu, 20 Oktober 2019

Ingin Banyak Followers, Milenial Harus Jadi Kreator Konten Kreatif dan Edukatif (45)

Dunia maya tidak hanya menjadikan masyarakat, termasuk anak dan remaja sebagai konsumen, namun juga sebagai pencipta informasi layaknya konten kreator.
Siaran Pers, Jumat, 18 Oktober 2019

Papua New Guinea Belajar Pemberdayaan Ekonomi Perempuan dari Indonesia (64)

Jakarta (18/10) – ”Bicara tentang pemberdayaan ekonomi perempuan di Indonesia, tentunya tidak bisa dilepaskan dari keberadaan Usaha Mikro, Kecil, dan…