MENTERI PPPA DORONG PENGUATAN PUG DI K/L DAN PEMDA 

  • Dipublikasikan Pada : Rabu, 20 Februari 2019
  • Dibaca : 792 Kali
...

MENTERI PPPA DORONG PENGUATAN PUG DI K/L DAN PEMDA 

Siaran Pers Nomor: B- 021 /Set/Rokum/MP 01/02/2019

Jakarta (19/02) – Dalam pembangunan, masih ada kesenjangan akses, partisipasi, kontrol dan manfaat (APKM) khususnya terhadap perempuan dan anak. Menurut Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise, kesenjangan terjadi di berbagai bidang pembangunan, salah satunya ekonomi.

“Menurut data BPS tahun 2016, tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan sebesar 50, 77 persen. Lebih kecil jika dibandingkan dengan laki-laki mencapai 81,97 persen. Artinya, kesetaraan gender dalam hal akses ekonomi belum tercapai,” ujar Menteri Yohana dalam acara dialog Menteri PPPA bersama stakeholder di Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah di Jakarta (19/02).

Menurut Menteri Yohana, komitmen pelaksanaan pengarusutamaan gender (PUG) yang masih kurang menjadi salah satu penyebabnya. Padahal sesuai Instruksi Presiden (INPRES) Nomor 9 Tahun 2000, mengharuskan semua Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah (Pemda) melaksanakan PUG.

“Sudah jelas instruksi dari presiden bahwa pemerintah baik di tingkat pusat maupun daerah untuk melaksanakan pengarusutamaan gender. Penyusunan kebijakan, program dan kegiatan pembangunan yang kita lakukan, harus menggunakan perspektif gender. Oleh karena itu, dialog ini dilakukan untuk memberikan pemahaman lebih agar mengoptimalkan komitmen dan peran pengambil keputusan dalam pelaksanaan PUG dan PPRG di kementerian, lembaga dan daerah,” jelas Menteri Yohana. 

Menteri Yohana menerangkan, sejak dikeluarkannya Surat Edaran Bersama tentang Strategi Nasional Percepatan PUG melalui Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender (PPRG) tahun 2012 oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Kementerian Keuangan, Kementerian PPN/Bappenas, dan Kementerian Dalam Negeri, pemerintah gencar mengawal pelaksanaan PUG dan PPRG di K/L dan Pemda. Saat ini, Strategi Nasional PUG melalui PPRG sedang dalam proses untuk ditingkatkan menjadi Peraturan Presiden (Perpres).

Saat membahas isu gender dalam pembangunan nasional dan SDG’s di hadapan ratusan peserta perwakilan K/L dan Pemda, Menteri Yohana juga memberikan gambaran keberhasilan PUG di lingkup K/L. Misalnya dalam pelayanan publik, dengan mendorong ketersediaan ruang menyusui, tempat penitipan anak dan ruang terbuka hijau yang respnsif gender, atau penanganan bencana dengan penyediaan sarana prasarana bagi korban bencana yang sesuai dengan kebutuhan spesifiknya. 

PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN
                                                               DAN PERLINDUNGAN ANAK
                                                                                                         Telp.& Fax (021) 3448510,
                                                                                        e-mail : publikasi@kemenpppa.go.id

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Minggu, 22 September 2019

Jemput Bola, Tingkatkan Persentase Kepemilikan Akta Kelahiran di NTT (42)

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) melalui Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak, menyelenggarakan kegiatan Advokasi Percepatan Kepemilikan Akta…
Siaran Pers, Minggu, 22 September 2019

Jadi Penyanggah Ibu Kota, Balikpapan Perkuat Komitmen Menuju KLA (51)

Sebagai satu – satunya kota yang meraih predikat kategori Nindya Kab/Kota Layak Anak (KLA) di Prov. Kalimantan Timur, kota penyangga…
Siaran Pers, Sabtu, 21 September 2019

PPT KTPA Bentuk Negara Hadir Lindungi Perempuan dan Anak (64)

Pusat Pelayanan Terpadu Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak (PPT KTPA) RSUD Beriman Balikpapan yang berdiri sejak Februari 2019 memberikan penanganan…
Siaran Pers, Sabtu, 21 September 2019

Teman Sebaya Dukung Sekolah Ramah Anak (99)

Teman Sebaya berperan besar dalam mendorong terwujudnya Sekolah Ramah Anak (SRA).
Siaran Pers, Sabtu, 21 September 2019

Ayo ke PUSPAGA, Demi Keluarga Berkualitas! (53)

Menjadi orang tua di zaman sekarang memiliki tantangan yang lebih berat daripada menjadi orang tua di zaman dahulu.