Anak Kelompok Minoritas dan Terisolasi adalah Anak Kita Semua

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 26 Februari 2019
  • Dibaca : 2754 Kali
...

Siaran Pers Nomor: B-026/Set/Rokum/MP 01/02/2019

Sorong (26/2) “Anak kelompok minoritas dan terlisolasi memiliki hak yang sama seperti anak – anak lainnya. Negara harus hadir dalam memberikan perlindungan khusus dan memperhatikan tubuh kembang mereka. Anak – anak di Tanah Papua, utamanya di wilayah pengunungan masih masuk ke dalam anak – anak kelompok minoritas dan terisolasi,” seru Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise dalam kegiatan Dialog Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dengan Pendamping Anak Kelompok Minoritas di Kota Sorog, Prov. Papua Barat.

Lebih jauh lagi, Yohana mengatakan bahwa anak – anak di Tanah Papua merupakan anak kelompok minoritas dan terisolasi karena masih ada anak – anak yang tidak bersekolah karena harus membantu orang tua mereka di kebun. Padahal, mereka harus mempunyai akta kelahiran, serta akses terhadap kesehatan dan  pendidikan. 

Deputi Perlindungan Anak Kemen PPPA, Nahar mengatakan para pendamping anak kelompok minoritas dan terisolasi berasal dari kalangan LSM, lembaga pemerhati anak, dan Dinas terkait. Nahar berharap para pendamping bisa berperan dalam memenuhi hak anak kelompok minoritas dan terisolasi.

Perlu kita ketahui, ada beberapa kategori kelompok minoritas:
1) Kelompok minoritas ras; 
2) Kelompok minoritas etnis; 
3) Kelompok minoritas agama dan keyakinan; 
4) Kelompok minoritas berdasarkan identitas gender dan orientasi seksual; 
5) Kelompok minoritas berdasarkan kondisi khusus yang dapat menimbulkan diskriminasi.

Salah satu pendamping anak kelompok Minoritas, Lei Osok mengatakan bahwa kategori anak minoritas dan terisolasi bisa  berkembang dari pengertian di atas.
Seorang anak bisa saja merasa dirinya minoritas dan  terisolasi justru karena mereka dikekang dan mendapat perlakuan kasar dari orang tuanya. Hal tersebut menyebabkan mereka merasa tidak percaya diri ketika berada di masyarakat. Lei pun menghimbau agar Kemen PPPA tidak hanya memberikan pendampingan kepada anak - anak kelompok minoritas dan terisolasi saja, namun juga memberikan sosialisasi dan pendampingan kepada para orang tua agar dapat memotivasi dan mendidik anak - anaknya dengan baik. Semua juga berawal dari keluarga.

Dalam kegiatan ini, para peserta dari lembaga pemerhati anak kelompok minoritas, Pimpinan Group Anak Suku Minoritas dan Dinas terkait di Kota dan Kabupaten Sorong mendapatkan banyak informasi dan saling berbagi pengalaman terkait perlindungan khusus bagi anak kelompok minoritas dan terisolasi. 

“Kita harus selamatkan anak – anak kelompok minoritas dan terisolasi, utamanya anak – anak Papua. Jika tidak, maka Tanah Papua akan rugi. Hentikan pelabelan “anak asli papua” atau “anak non papua”. Mari kita saling bergandeng tangan memutus mata rantai kekerasan dan diskriminasi terhadap anak – anak minoritas dan terisolasi, ” tutup menteri Yohana.

 

PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN  PEREMPUAN

DAN PERLINDUNGAN ANAK

Telp.& Fax (021) 3448510,

e-mail : publikasi@kemenpppa.go.id

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Selasa, 13 April 2021

Menteri Bintang Minta Penggunaan Anggaran DAK Tepat Sasaran ( 17 )

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga meminta pemerintah daerah  untuk mengawal dan memastikan proses penggunaan Dana Alokasi Khusus…

Siaran Pers, Selasa, 13 April 2021

Menteri Bintang Minta Kepala Daerah Membuat Kebijakan Berpihak Pada Perempuan ( 62 )

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga mengharapkan kepala daerah lebih menghadirkan kebijakan yang berpihak pada perempuan. Hal itu…

Siaran Pers, Selasa, 13 April 2021

Indonesia Jadi Tuan Rumah G20 Empower, Perkuat Kepemimpinan Perempuan di Sektor Swasta ( 89 )

Indonesia akan menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang diselenggarakan di Bali pada 2022. Pada rangkaian KTT tersebut…

Siaran Pers, Jumat, 09 April 2021

Kemen PPPA Dorong Satuan Pendidikan Semakin Ramah Anak dan Remaja ( 86 )

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) mendorong satuan pendidikan semakin empatik dan ramah terhadap anak dan remaja sebagai…

Siaran Pers, Jumat, 09 April 2021

Kemen PPPA Rampungkan Verifikasi Calon Penerima Anugerah Parahita Ekapraya 2020 ( 163 )

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) telah selesai melaksanakan verifikasi lapangan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Tahun 2020 terhadap…