Industri Rumahan Dongkrak Ekonomi Perempuan Papua  

  • Dipublikasikan Pada : Kamis, 28 Februari 2019
  • Dibaca : 1008 Kali
...

Industri Rumahan Dongkrak Ekonomi Perempuan Papua  

Siaran Pers Nomor: B-030/Set/Rokum/MP 01/02/2019

 

Jayapura (28/2) – Di Indonesia, jumlah penduduk perempuan hampir sama dengan jumlah penduduk laki-laki. Hal tersebut mendorong pentingnya keterlibatan perempuan secara aktif di berbagai bidang kehidupan untuk mendongkrak kesejahteraan bangsa Indonesia. Bicara tentang kesetaraan antara perempuan dan laki-laki tidak melulu soal jumlah kedudukan di kursi parlemen. Lebih dari itu, mewujudkan kesejahteraan sebuah bangsa terdapat peran aktif perempuan didalamnya.

“Untuk mengatasi kesenjangan antara perempuan dan laki-laki khususnya bidang ekonomi, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) mempunyai salah satu program unggulan yakni, Industri Rumahan (IR). Sebuah program yang berupaya memberdayakan kaum perempuan dengan melakukan wirausaha, dengan tujuan agar akses perempuan untuk sektor ekonomi terbuka lebar dan mengurangi kesenjangan,” papar Deputi Bidang Partisipasi Masyarakat Kemen PPPA, Indra Gunawan dalam Dialog bersama Pelaku Usaha dalam Rangka Meningkatkan Kesejahteraan Perempuan dan Anak di Provinsi Papua, Jayapura, (28/2).

Sementara itu, untuk mengukur kesejahteraan bangsa dapat menggunakan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). IPM merupakan indikator komposit tunggal untuk mengukur pencapaian pembangunan manusia. Terdapat 3 dimensi yang dapat diukur yakni, dimensi kesehatan, pendidikan, dan ekonomi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam kurun waktu 3 (tiga) tahun terakhir IPM Nasional telah mengalami peningkatan. Pada tahun 2015, angka IPM nasional mencapai 69.55 dan meningkat menjadi 70.81 pada tahun 2017. Sedangkan, IPM Provinsi Papua juga telah mengalami peningkatan dari 57.25 di Tahun 2015 menjadi 59.09 di tahun 2017.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas PPPA Provinsi Papua, Anike Rawar menyampaikan, bila melihat Indsutri Rumahan (IR) atau usaha mikro mayoritas pelakunya adalah perempuan. Kami telah merasakan dampak yang terjadi dengan adanya IR di Papua. Sudah mulai banyak perempuan pelaku usaha yang mengembangkan usaha mikronya. Diantaranya yang dirasakan oleh Ibu Dolfince, pengusaha Sagu di Papua dan Blendani Onge, Pengusaha Batik Papua.

"Kami berharap dengan adanya dukungan dari Kemen PPPA dan DPP IWAPI dapat terus mengembangkan usaha mikro perempuan-perempuan Indonesia, khususnya Papua. Sebab, berjayalah bangsa ini jika perempuan dan anak mendapatkan kesejahteraan," tambah Anike Rawar.

Berbagai upaya harus terus dilakukan untuk memperkecil tingkat kesenjangan gender dengan memberdayakan kaum perempuan termasuk di bidang ekonomi. Kebijakan di berbagai aspek untuk perlahan mengurangi masalah kesenjangan ini sangat diperlukan. Selain melalui peningkatan program-program pemberdayaan bagi perempuan, Kemen PPPA telah bekerja sama dengan IWAPI, KADIN/KADIN Daerah, OPD terkait, Dekranasda, BUMD, dan Dunia Usaha.

"Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, perlu ada sinergi yang sungguh-sungguh dengan dunia usaha, akademisi, tokoh adat, dan masyarakat. Saya yakin ini bisa menjadi kekuatan bagi kita semua untuk meningkatkan kesejahteraan perempuan di masa depan. Besar harapan agar dialog bukan hanya wadah untuk saling berbagi, namun juga dapat meningkatkan semangat perempuan papua untuk meningkatkan kesejahteraan keluarganya," tutup Indra

 

PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN

DAN PERLINDUNGAN ANAK

Telp.& Fax (021) 3448510,

e-mail : publikasi@kemenpppa.go.id

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Kamis, 06 Agustus 2020

Dorong RUU PKS, Wujudkan Aturan Terkait Kekerasan Seksual Berperspektif korban (48)

Meski Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) telah dikeluarkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat RI (DPR RI) dari daftar pembahasan…
Siaran Pers, Rabu, 05 Agustus 2020

Kemen PPPA Dorong Pemerintah Daerah Tempatkan Isu Perkawinan Anak Sebagai Isu Prioritas (43)

Pada 2019 terdapat kenaikan jumlah provinsi dengan angka perkawinan anak di atas rata-rata nasional, dari yang semula 20 provinsi di…
Siaran Pers, Rabu, 05 Agustus 2020

Pro dan Kontra RUU PKS, Menteri Bintang: Mari Bersatu Ciptakan Payung Hukum yang Komprehensif  (63)

Jakarta (3/08) – Pembahasan Rancangan Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) mulai dari konsep, naskah akademik, sampai dapat menjadi rancangan…
Pengumuman, Senin, 03 Agustus 2020

PENDAFTARAN ULANG PESERTA SELEKSI KOMPETENSI BIDANG PADA SELEKSI CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK TAHUN ANGGARAN 2019 (424)

PENDAFTARAN ULANG PESERTA SELEKSI KOMPETENSI BIDANG PADA SELEKSI CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK TAHUN ANGGARAN…
Siaran Pers, Minggu, 02 Agustus 2020

Kemen PPPA Beri Pemenuhan Kebutuhan Spesifik Perempuan dan Anak Korban Bencana Longsor dan Banjir Bandang di Masamba (109)

Masamba (02/8) –Bencana banjir bandang disertai tanah longsor terjadi di wilayah Luwu Utara, Sulawesi Selatan pada 13 Juli 2020. Banjir…