Menteri Yohana Pulihkan Trauma Perempuan dan Anak Korban Banjir Sentani 

  • Dipublikasikan Pada : Minggu, 31 Maret 2019
  • Dibaca : 367 Kali
...

 

Menteri Yohana Pulihkan Trauma Perempuan dan Anak Korban Banjir Sentani 

Siaran Pers Nomor: B- 047/Set/Rokum/MP 01/03/2019 

Sentani (31/03) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise mengunjungi korban bencana banjir bandang Sentani, tepatnya di posko pengungsian Gedung Olahraga Toware, Kabupaten Jayapura. Menteri Yohana ingin melihat langsung dan memastikan proses pemulihan trauma pasca bencana pada perempuan dan anak sudah berjalan dengan semestinya. 

Sebagai langkah cepat tanggap, Menteri Yohana telah menginstruksikan deputi terkait untuk terlebih dahulu melihat langsung kondisi perempuan dan anak pasca bencana banjir di Sentani. Sejumlah bantuan spesifik anak pun telah diberikan diantaranya, susu, makanan dan perlengkapan bayi, pakaian anak, mainan anak, dan perlengkapan mandi. Selain itu diberikan juga kebutuhan spesifik perempuan seperti, pakaian daster, susu ibu hamil dan lansia, selimut, keperluan spesifik perempuan dan lansia, dan makanan.

“Memberikan bantuan pokok memang penting, namun memastikan agar perempuan dan anak tetap dapat hidup layak dan tidak mengalami trauma pasca bencana juga tidak kalah penting. Kegiatan rehabilitasi psikologis dan pemulihan trauma pasca bencana dapat dilakukan dengan mengajak anak untuk bermain, bernyanyi, bercerita, dan berdoa bersama sebab anak harus tetap merasakan senang, aman, dan nyaman walaupun dalam kondisi pasca bencana,” ujar Mama Yo saat mengunjungi salah satu posko pengungsian tepatnya di Gedung Olahraga Toware, Toware, Jayapura (31/3). 

Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan Kemen PPPA, Vennetia R Dannes mengatakan kehadirannya untuk memastikan kondisi perempuan dan anak pada proses rehabilitasi, serta tak lupa juga untuk memastikan bahwa kebutuhan khusus perempuan dan anak sudah terpenuhi dengan baik.

"Proses pemulihan trauma pasca bencana menjadi penting, mengingat mereka harus kembali melanjutkan kehidupannya setelah bencana ini. Oleh karena itu, kami membawa psikolog khusus perempuan dan anak agar dapat memberikan pemulihan dan pemahaman tentang bagaimana agar dapat bangkit dari bencana," tambah Vennetia.

Berdasarkan data dari BNPB hingga akhir 2019, masih ada 5.347 jiwa yang tersebar di 21 titik posko pengungsian. Mayoritas korban yang masih ada di pengungsian merupakan korban dari meluapnya Danau Sentani. Sedangkan di posko pengungsian Gedung Olahraga Toware, jumlah pengungsi yang masih bertahan sebanyak 532 jiwa, mayoritas mereka berasal dari Distrik Sentani. Adapun jumlah pengungsi perempuan sebanyak 130 jiwa, laki-laki sebanyak 146, dan pengungsi anak sebanyak 226 jiwa. 

Menteri Yohana menambahkan kondisi Indonesia yang berada pada lingkaran rawan bencana membuat kita harus selalu waspada dan siap menghadapi bencana, khususnya perempuan dan anak yang rentan mengalami kejahatan saat situasi darurat dan kondisi khusus. "Selain itu, untuk mencegah terjadi bencana seperti ini lagi saya kira kedepannya perlu ada gerakan untuk pelestarian lingkungan, seperti gerakan 1000 perempuan dan anak menanam pohon bersama." 

PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN
PERLINDUNGAN ANAK
Telp.& Fax (021) 3448510,
e-mail : publikasi@kemenpppa.go.id

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Selasa, 25 Juni 2019

Menteri Yohana: Orang Dewasa Harusnya jadi Contoh Baik bagi Anak! (21)

Miris, pasangan suami istri berinisial E (25) dan L (25) pada pertengahan Bulan Ramadan kemarin diduga mempertontonkan aktivitas persenggamaan kepada…
Siaran Pers, Selasa, 25 Juni 2019

Desa Bebas Pornografi Anak, Upaya Selamatkan Masa Depan Anak (28)

Kab. Agam (25/06) – Informasi yang mengandung unsur pornografi melalui internet menjadi ancaman besar bagi anak
Siaran Pers, Senin, 24 Juni 2019

Perkuat Peran Tokoh Adat dan Tokoh Agama Lindungi Perempuan dan Anak di Tanah Papua (51)

Perempuan dan anak seharusnya ikut terlibat aktif dalam berbagai sektor pembangunan, namun banyak di antara mereka yang masih mengalami berbagai…
Dokumen Kinerja, Jumat, 21 Juni 2019

LAKIP Inspektorat 2018 (33)

Laporan Akuntabiltas Kinerja Inspektorat Tahun 2018
Buku, Jumat, 21 Juni 2019

Laporan Akunntabiltas Kinerja Inspektorat Tahun 2018 (21)

Laporan Akuntabiltas Kinerja Inspektorat Tahun 2018