Isu-Isu Perempuan Dan Anak Harus Masuk Pada Pertemuan Asia-Afrika 2009

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 23 Februari 2016
  • Dibaca : 2082 Kali

Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Republik Indonesia, Prof. Dr. Meutia Hatta dan Menteri Sekretaris Negara Afrika Selatan Dr. Essop Goolam Pahad sepakat bahwa isu perempuan harus menjadi salah satu agenda dalam konferensi Asia Afrika 2009. Pada konferensi yang akan diselenggarakan di Afrika Selatan itu, Indonesia dan Afrika Selatan akan menjadi pimpinan sidang, sehingga dipandang perlu untuk diadakan pertemuan awal agar kerjasama menjadi lebih optimal.

Kesepakatan ini diambil pada pertemuan Delegasi Afrika Selatan ke Indonesia yang dipimpin Mensesneg Afsel, Pahad yang diikuti oleh Prof. Anver Saloojee, Special Advisor to The Minister, Mr. Michael Louw, head Ministerial Services, Business Delegation (TBC), H.E. Griffiths Mandlenkosi Memela (Ambassador of the Republic of South Africa, dan Mr. J.W. Klopper, First Secretary (Political) sebagai anggota delegasi.

Selain itu, di dalam pertemuan juga dibahas mengenai hubungan bilateral Indonesia-Afrika Selatan. Sekali lagi Ibu Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan mengusulkan agar komitmen dalam hubungan tersebut tidak hanya pada meningkatkan kerjasama di bidang pemberdayaan perempuan yang disetujui Afrika Selatan sebagaimana tertuang dalam Agreed Minutes, yaitu saling tukar informasi dan pengalaman tentang Gender Equality, peningkatan produktivitas ekonomi perempuan terutama ekonomi kecil dan menengah, upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta pemberdayaan perempuan di lembaga legislative, eksekutif dan yudikatif. Lebih jauh dari itu, Ibu Menteri juga mengharapkan agar dapat dimasukkannya hal-hal lain yang dirasa cukup penting seperti pendidikan dan kesehatan, yang didalamnya juga melibatkan perempuan.

Usulan Meutia ini ditanggapi positif oleh delegasi Afrika Selatan. Dan untuk perwujudannya, akan diadakan pertemuan antara Duta Besar Afrika Selatan, Departemen Luar Negeri, dan Sekretaris Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan pada 30 Juni 2008. Keramahan Ibu Menteri pun mereka sambut dengan mengundang ibu ke Afrika Selatan.

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Senin, 16 September 2019

DPR RI Sahkan Batas Usia Perkawinan Jadi 19 Tahun (130)

Jakarta (16/09) – Pemerintah bersama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) sebagai Lembaga Legislasi telah membuat sejarah bagi Bangsa dan…
Siaran Pers, Senin, 16 September 2019

Industri Rumahan sebagai Percontohan Pembangunan Ekonomi Perempuan (57)

Bali (16/09) – Perekonomian Indonesia sebagian besar didukung oleh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berkontribusi terhadap Produk Domestik…
Siaran Pers, Senin, 16 September 2019

Raih Kategori Nindya, 3 Kab/Kota ini Jadi Tuan Rumah Media Trip KLA 2019 (64)

Kota Semarang, Kabupaten Sleman, dan Kota Balikpapan terpilih menjadi tuan rumah Media Trip Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) 2019
Siaran Pers, Minggu, 15 September 2019

Perkuat Kapasitas Auditor Demi Tingkatkan Program Responsif Gender di Sumatera Barat (53)

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menyelenggarakan acara Penguatan Kapasitas Auditor Pengawas Daerah dalam Pelaksanaan Perencanaan dan Penganggaran…
Siaran Pers, Minggu, 15 September 2019

Perencanaan Pembangunan Butuh Suara dari Kelompok Anak (59)

Bali (15/9) – Tantangan perlindungan anak dalam pembangunan sangat beragam.