Isu-Isu Perempuan Dan Anak Harus Masuk Pada Pertemuan Asia-Afrika 2009

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 23 Februari 2016
  • Dibaca : 3346 Kali

Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Republik Indonesia, Prof. Dr. Meutia Hatta dan Menteri Sekretaris Negara Afrika Selatan Dr. Essop Goolam Pahad sepakat bahwa isu perempuan harus menjadi salah satu agenda dalam konferensi Asia Afrika 2009. Pada konferensi yang akan diselenggarakan di Afrika Selatan itu, Indonesia dan Afrika Selatan akan menjadi pimpinan sidang, sehingga dipandang perlu untuk diadakan pertemuan awal agar kerjasama menjadi lebih optimal.

Kesepakatan ini diambil pada pertemuan Delegasi Afrika Selatan ke Indonesia yang dipimpin Mensesneg Afsel, Pahad yang diikuti oleh Prof. Anver Saloojee, Special Advisor to The Minister, Mr. Michael Louw, head Ministerial Services, Business Delegation (TBC), H.E. Griffiths Mandlenkosi Memela (Ambassador of the Republic of South Africa, dan Mr. J.W. Klopper, First Secretary (Political) sebagai anggota delegasi.

Selain itu, di dalam pertemuan juga dibahas mengenai hubungan bilateral Indonesia-Afrika Selatan. Sekali lagi Ibu Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan mengusulkan agar komitmen dalam hubungan tersebut tidak hanya pada meningkatkan kerjasama di bidang pemberdayaan perempuan yang disetujui Afrika Selatan sebagaimana tertuang dalam Agreed Minutes, yaitu saling tukar informasi dan pengalaman tentang Gender Equality, peningkatan produktivitas ekonomi perempuan terutama ekonomi kecil dan menengah, upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta pemberdayaan perempuan di lembaga legislative, eksekutif dan yudikatif. Lebih jauh dari itu, Ibu Menteri juga mengharapkan agar dapat dimasukkannya hal-hal lain yang dirasa cukup penting seperti pendidikan dan kesehatan, yang didalamnya juga melibatkan perempuan.

Usulan Meutia ini ditanggapi positif oleh delegasi Afrika Selatan. Dan untuk perwujudannya, akan diadakan pertemuan antara Duta Besar Afrika Selatan, Departemen Luar Negeri, dan Sekretaris Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan pada 30 Juni 2008. Keramahan Ibu Menteri pun mereka sambut dengan mengundang ibu ke Afrika Selatan.

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Sabtu, 17 April 2021

Masyarakat dan Anak Bergerak Bersama Lindungi Anak Korban Terorisme ( 28 )

Sesuai Konvensi Hak Anak, setiap anak di Indonesia memiliki hak untuk bertumbuh dengan baik, didengarkan pendapat mereka dan memiliki hak…

Siaran Pers, Jumat, 16 April 2021

Wujudkan Nusa Tenggara Barat Lebih Ramah Perempuan dan Anak ( 22 )

Sudah banyak praktik baik yang dilakukan oleh Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terkait pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Siaran Pers, Jumat, 16 April 2021

Resmikan Radio Sekolah Perempuan, Menteri Bintang Dorong Pemberdayaan Perempuan di Lombok Utara ( 40 )

Desa Sukadana adalah salah satu desa di Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang pada tahun…

Siaran Pers, Kamis, 15 April 2021

Poligami Tak Sesuai Syariat Berpotensi Rugikan Perempuan  ( 75 )

Jakarta (15/04) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga mengatakan sebuah perkawinan bukan hanya mengenai kepentingan individu atau…

Siaran Pers, Kamis, 15 April 2021

Cegah Kekerasan dalam Pengasuhan, Kemen PPPA Sosialisasi E-Learning Pengasuhan Positif ( 89 )

Jakarta (14/04) –  Mendidik anak adalah proses pembelajaran bagi para orangtua dengan harapan tumbuh kembang anak mereka terjaga dengan baik…