Dibalik Persiapan Forum Anak Nasional 2019, Ewako!

  • Dipublikasikan Pada : Kamis, 18 April 2019
  • Dibaca : 2879 Kali
...

Siaran Pers Nomor: B-063/Set/Rokum/MP 01/04/2019

Makassar (18/04) – Menjelang 3 bulan hajatan besar Pertemuan Forum Anak Nasional (FAN) 2019, berbagai persiapan telah dilakukan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA). Salah satunya adalah Pelatihan Fasilitator Forum Anak Nasional yang baru saja dilakukan pada 10-13 April 2019 lalu, di Hotel Four Points Makassar, Sulawesi Selatan. Kegiatan tersebut ditujukan bagi para Fasilitator Forum Anak Nasional sebagai bagian yang tak terpisahkan dari pelaksanaan FAN itu sendiri.

 

“Pelatihan ini kita lakukan untuk mencetak para fasilitator yang siap dari segi psikologis, substansi, hingga teknis dalam proses pendampingan FAN 2019.  Dengan demikian diharapkan Fasilitator Forum Anak Nasional dapat mendampingi dan memfasilitasi peserta Forum Anak dengan baik selama kegiatan, dan dapat mendukung kelancaran serta kesuksesan pelaksanaan kegiatan FAN 2019,” ungkap Asisten Deputi Pemenuhan Hak Sipil, Informasi, dan Partisipasi Anak KPPPA, Lies Rosdianty.

 

Peserta pelatihan ini berjumlah 62 orang dengan formasi 29 Fasilitator Forum Anak Provinsi, 27 Fasilitator Forum Anak Provinsi Sulawesi Selatan, dan 6 orang Sekretariat Forum Anak Nasional. Pelatihan ini melibatkan Lembaga Psikolog Ad Familia sebagai tim psikolog yang memberikan penilaian dan pendampingan psikologis terhadap peserta.

 

“Ke-62 orang peserta ini telah melalui beberapa tahapan seleksi, yang diawali dengan rekomendasi oleh Dinas PPPA Provinsi, dilanjutkan dengan seleksi berkas, dan seleksi wawancara oleh tim penilai yang terdiri dari KPPPA, Fasilitator Forum Anak Nasional, dan Sekretariat Forum Anak Nasional", jelas Kepala Bidang Partisipasi Anak Kementerian PPPA, Skriptandono, dalam laporan pelaksanaan kegiatan.

 

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, kegiatan ini mendisiplinkan penggunaan tumbler bagi seluruh peserta dan panitia yang terlibat dalam rangka mengurangi sampah plastik dan diperkirakan telah menghemat 840 botol plastik. Konsep ini juga akan diterapkan pada saat FAN mendatang sehingga diprediksi akan menghemat 12.000 botol plastik.

 

Meski dipersiapkan untuk pelaksanaan Forum Anak Nasional 2019, namun tugas fasilitator FAN tidak hanya berhenti setelah gelaran pertemuan perwakilan anak se-Indonesia tersebut selesai dilaksanakan. Lebih jauh dari itu, Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementerian PPPA, Lenny N. Rosalin, menyampaikan dalam sambutannya bahwa Fasilitator Forum Anak Nasional memiliki peran jangka panjang untuk dapat berperan aktif dalam proses peningkatan kapasitas Forum Anak, sehingga dapat mendukung terwujudnya Indonesia Layak Anak (IDOLA) 2030.

 

Lenny menambahkan bahwa Fasilitator Forum Anak Nasional harus memiliki kemampuan dan pemahaman yang cukup tentang proses pendampingan Forum Anak dengan tunduk pada kode etik bekerja dengan anak. Hal ini dikarenakan selain menjadi pendamping, mereka juga diharapkan mampu menjembatani pemerintah dengan Forum Anak.

 

“Saya berharap Fasilitator Forum Anak Nasional dapat menjadi jembatan antara pemerintah dengan Forum Anak, sehingga terbangun hubungan yang harmonis dan mereka bisa menjadi bagian dari solusi permasalahan anak di Indonesia,” ujar Lenny.

 

Keterlibatan anak dalam proses perumusan kebijakan pemerintah memang menjadi cita-cita besar dari adanya Forum Anak Nasional. Masih dalam rangkaian kegiatan pelatihan fasilitator FAN, di tempat yang berbeda yakni Hotel Claro Makassar pada Kamis (11/4),  Forum Anak Sulawesi Selatan berhasil mewujudkan hal tersebut. Kurang lebih 50 anak dari 24 kabupaten/kota hadir menyampaikan suara anak yang telah mereka rumuskan, pada acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musrenbang RKPD)  Provinsi Sulawesi Selatan.

 

 

 

Ada 14 poin yang disampaikan oleh Diva Auliyah Zhidqiah dan Abdul Gilang Tawakkal sebagai perwakilan dari Forum Anak Sulawesi Selatan. Diva sendiri merupakan Ketua Forum Anak Sulawesi Selatan, sedangkan Abdul adalah Duta Anak Sulawesi Selatan tahun 2017. 14 poin ini terangkum dalam Suara Anak Sulawesi Selatan 2019 yang berisi harapan serta tuntutan, mulai dari tuntutan pemenuhan hak anak hingga harapan agar kebutuhan anak di Sulawesi Selatan lebih terakomodir. Sebuah langkah besar bagi anak Indonesia yang perlu terus dikawal dan diapresiasi, ewako!*

 

*semangat, berani dalam bahasa Makassar

 

 

 

PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN  PEREMPUAN

                                                                                                 DAN PERLINDUNGAN ANAK

                                                                                                         Telp.& Fax (021) 3448510,

                                                                                        e-mail : publikasi@kemenpppa.go.id

www.kemenpppa.go.id

 

 

 

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Senin, 16 September 2019

Raih Kategori Nindya, 3 Kab/Kota ini Jadi Tuan Rumah Media Trip KLA 2019 (30)

Kota Semarang, Kabupaten Sleman, dan Kota Balikpapan terpilih menjadi tuan rumah Media Trip Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) 2019
Siaran Pers, Minggu, 15 September 2019

Perkuat Kapasitas Auditor Demi Tingkatkan Program Responsif Gender di Sumatera Barat (46)

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menyelenggarakan acara Penguatan Kapasitas Auditor Pengawas Daerah dalam Pelaksanaan Perencanaan dan Penganggaran…
Siaran Pers, Minggu, 15 September 2019

Perencanaan Pembangunan Butuh Suara dari Kelompok Anak (49)

Bali (15/9) – Tantangan perlindungan anak dalam pembangunan sangat beragam.
Siaran Pers, Sabtu, 14 September 2019

Forum Anak Bukan Organisasi Eksklusif (95)

Bali (14/9) – Ada satu syarat utama untuk menjadi anggota Forum Anak, yakni masih berusia anak atau di bawah 18…
Siaran Pers, Jumat, 13 September 2019

Perlindungan Setara bagi Anak Penyandang Disabilitas (83)

Disabilitas merupakan bagian dari keberagaman