Perjuangan Kartini Masa Kini untuk Mencapai Setara

  • Dipublikasikan Pada : Jumat, 03 Mei 2019
  • Dibaca : 881 Kali
...

Perjuangan Kartini Masa Kini untuk Mencapai Setara 

Siaran Pers Nomor: B- 077/Set/Rokum/MP 01/05/2019


Jakarta (3/5) – “Perempuan harus mampu berperan dan memberikan kontribusi yang setara dengan laki-laki terutama dalam bidang pembangunan nasional. Hal tersebut sebagai bentuk emansipasi perempuan dalam mewujudkan kesetaraan. Bicara tentang emansipasi, salah satu sosok yang menjadi panutan dan inspirasi bagi  perempuan ialah Ibu Kartini,” ujar Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise saat memberikan sambutan dalam acara Fashion and Culture Show Festival 2019 dengan tema Inspirational Women: Smart, Creative and Innovative, di Museum Bank Indonesia, Jakarta (3/5).  

Perempuan pada masa Kartini masih mengalami diskriminasi, mereka tidak boleh bersekolah dan hanya diperbolehkan mengurusi ranah domestik. Namun kini sudah banyak perempuan yang mendapatkan haknya untuk mengenyam pendidikan tinggi dan memiliki karir yang bagus. Terlihat dari banyaknya perempuan yang memiliki jabatan tinggi atau sebagai pengambil keputusan. Sosok Kartini-lah yang telah memberikan inspirasi tentang perjuangan agar perempuan bisa setara dengan laki-laki.

Menteri Yohana menjelaskan terdapat 17 indikator dalam pembangunan berkelanjutan (SDGs) dimana kesetaraan gender merupakan tujuan kelima dan menjadi indikator kunci keberhasilan pembangunan. Untuk mencapai kesetaraan gender di Indonesia merupakan hal yang tidak mudah, dibutuhkan partisipasi dari seluruh elemen bangsa ini termasuk peran laki-laki. “Dibutuhkan komitmen yang kuat dan dukungan penuh dari laki-laki. Sudah saatnya perempuan harus bias memanfaatkan peluang yang ada agar dapat bersaing dan setara dengan laki-laki,” tambah Menteri Yohana. 

Sementara itu, Founder Rumah Belajar Miranda sekaligus Owner JD.ID, Maya Miranda Ambarsari mengungkapkan acara ini merupakan bentuk partisipasi perempuan khususnya dalam melestarikan budaya Indonesia melalui karya seni kebaya. “Isu yang kami bawa dalam acara ini adalah peran perempuan inspiratif dalam melestarikan kebudayaan Indonesia. Selain itu juga dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada 2 Mei kemarin. Untuk itu, hasil lelang kebaya dan batik dari acara ini akan disumbangkan untuk Yayasan Happy Hearts Indonesia yang fokus pada pendidikan di Indonesia wilayah Timur,” ungkap Maya.

Seperti yang kita ketahui, pendidikan merupakan aspek yang paling penting dalam mencerdaskan generasi di masa yang akan datang. Pemenuhan hak pendidikan bagi anak merupakan kewajiban negara dimana semua anak harus mendapatkan haknya atas pendidikan. Hal ini juga yang dicita-citakan oleh Kartini, agar anak-anak perempuan juga mempunyai kesempatan yang sama untuk memperoleh hak pendidikannya.


“Kartini telah berjuang agar perempuan memperoleh hak yang sama dengan laki-laki, dimana mereka harus berkualitas, berpendidikan, dan mampu berkarya serta mempunyai kreativitas untuk berinovasi. Memang akan banyak tantangan yang dihadapi namun ini tentu bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, melainkan tanggung jawab kita bersama mulai dari keluarga, masyarakat termasuk di dalamnya juga dunia usaha dan pemerintah. Besar harapan agar acara ini dapat menjadi wadah bagi para perempuan yang menginspirasi, cerdas, kreatif, dan inovatif dalam rangka mendukung kemajuan bangsa Indonesia di masa yang akan datang,” tutup Menteri Yohana.  


PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN 
DAN PERLINDUNGAN ANAK 
Telp.& Fax (021) 3448510, 
e-mail : publikasi@kemenpppa.go.id

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Selasa, 18 Februari 2020

Kasus Eksploitasi Seksual dan Perdagangan Anak Melalui Media Online Mengkhawatirkan, Menteri PPPA Angkat Suara (61)

Menanggapi maraknya kasus eksploitasi seksual dan perdagangan anak dengan modus iming-iming pekerjaan bergaji tinggi melalui aplikasi media sosial, Menteri Pemberdayaan…
Buku, Senin, 17 Februari 2020

Indeks Komposit Kesejahteraan Anak 2018 (30)

Indeks Komposit Kesejahteraan Anak 2018
Buku, Senin, 17 Februari 2020

Indeks Komposit Kesejahteraan Anak 2017 (16)

Indeks Komposit Kesejahteraan Anak 2017
Buku, Senin, 17 Februari 2020

Indeks Komposit Kesejahteraan Anak 2017 (13)

Indeks Komposit Kesejahteraan Anak Kabupaten/Kota 2017
Siaran Pers, Minggu, 16 Februari 2020

Kemen PPPA Terjunkan Tim Dampingi Anak Korban Perundungan di Malang (135)

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menerjunkan tim untuk menindaklanjuti kasus perundungan yang menimpa pelajar SMPN 16 Malang,…