Perjuangan Kartini Masa Kini untuk Mencapai Setara

  • Dipublikasikan Pada : Jumat, 03 Mei 2019
  • Dibaca : 464 Kali
...

Perjuangan Kartini Masa Kini untuk Mencapai Setara 

Siaran Pers Nomor: B- 077/Set/Rokum/MP 01/05/2019


Jakarta (3/5) – “Perempuan harus mampu berperan dan memberikan kontribusi yang setara dengan laki-laki terutama dalam bidang pembangunan nasional. Hal tersebut sebagai bentuk emansipasi perempuan dalam mewujudkan kesetaraan. Bicara tentang emansipasi, salah satu sosok yang menjadi panutan dan inspirasi bagi  perempuan ialah Ibu Kartini,” ujar Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise saat memberikan sambutan dalam acara Fashion and Culture Show Festival 2019 dengan tema Inspirational Women: Smart, Creative and Innovative, di Museum Bank Indonesia, Jakarta (3/5).  

Perempuan pada masa Kartini masih mengalami diskriminasi, mereka tidak boleh bersekolah dan hanya diperbolehkan mengurusi ranah domestik. Namun kini sudah banyak perempuan yang mendapatkan haknya untuk mengenyam pendidikan tinggi dan memiliki karir yang bagus. Terlihat dari banyaknya perempuan yang memiliki jabatan tinggi atau sebagai pengambil keputusan. Sosok Kartini-lah yang telah memberikan inspirasi tentang perjuangan agar perempuan bisa setara dengan laki-laki.

Menteri Yohana menjelaskan terdapat 17 indikator dalam pembangunan berkelanjutan (SDGs) dimana kesetaraan gender merupakan tujuan kelima dan menjadi indikator kunci keberhasilan pembangunan. Untuk mencapai kesetaraan gender di Indonesia merupakan hal yang tidak mudah, dibutuhkan partisipasi dari seluruh elemen bangsa ini termasuk peran laki-laki. “Dibutuhkan komitmen yang kuat dan dukungan penuh dari laki-laki. Sudah saatnya perempuan harus bias memanfaatkan peluang yang ada agar dapat bersaing dan setara dengan laki-laki,” tambah Menteri Yohana. 

Sementara itu, Founder Rumah Belajar Miranda sekaligus Owner JD.ID, Maya Miranda Ambarsari mengungkapkan acara ini merupakan bentuk partisipasi perempuan khususnya dalam melestarikan budaya Indonesia melalui karya seni kebaya. “Isu yang kami bawa dalam acara ini adalah peran perempuan inspiratif dalam melestarikan kebudayaan Indonesia. Selain itu juga dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada 2 Mei kemarin. Untuk itu, hasil lelang kebaya dan batik dari acara ini akan disumbangkan untuk Yayasan Happy Hearts Indonesia yang fokus pada pendidikan di Indonesia wilayah Timur,” ungkap Maya.

Seperti yang kita ketahui, pendidikan merupakan aspek yang paling penting dalam mencerdaskan generasi di masa yang akan datang. Pemenuhan hak pendidikan bagi anak merupakan kewajiban negara dimana semua anak harus mendapatkan haknya atas pendidikan. Hal ini juga yang dicita-citakan oleh Kartini, agar anak-anak perempuan juga mempunyai kesempatan yang sama untuk memperoleh hak pendidikannya.


“Kartini telah berjuang agar perempuan memperoleh hak yang sama dengan laki-laki, dimana mereka harus berkualitas, berpendidikan, dan mampu berkarya serta mempunyai kreativitas untuk berinovasi. Memang akan banyak tantangan yang dihadapi namun ini tentu bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, melainkan tanggung jawab kita bersama mulai dari keluarga, masyarakat termasuk di dalamnya juga dunia usaha dan pemerintah. Besar harapan agar acara ini dapat menjadi wadah bagi para perempuan yang menginspirasi, cerdas, kreatif, dan inovatif dalam rangka mendukung kemajuan bangsa Indonesia di masa yang akan datang,” tutup Menteri Yohana.  


PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN 
DAN PERLINDUNGAN ANAK 
Telp.& Fax (021) 3448510, 
e-mail : publikasi@kemenpppa.go.id

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Kamis, 19 September 2019

INDONESIA MILIKI 117 PUSPAGA SEBAGAI UNIT LAYANAN PENCEGAHAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (12)

Sejak diinisiasi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) pada tahun 2016, Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) hingga tahun ini…
Siaran Pers, Rabu, 18 September 2019

Palu Pulih, Perempuan dan Anak Palu Harus Bangkit! (50)

Bencana gempa bumi dengan kekuatan lebih dari 7 SR disusul tsunami dan likuifasi yang mengguncang Palu, Sigi dan Donggala, pada…
Siaran Pers, Rabu, 18 September 2019

Toreh Banyak Prestasi, Kab. Sleman Jadi Salah Satu Tuan Rumah Media Trip KLA 2019 (57)

Kab.Sleman (18/09) “Anak Sleman, Anak Kita Semua”. Slogan tersebut bukanlah sekadar kata – kata bagi Kabupaten Sleman. Prestasi yang ditoreh…
Siaran Pers, Selasa, 17 September 2019

PPT Seruni dan Forum Anak, Senjata Pemda Kota Semarang dalam melindungi anak (55)

Selama ini kita tidak pernah merasa kesulitan bertemu dengan Pak Wali Kota.
Siaran Pers, Senin, 16 September 2019

Ini Rahasia SMPN 33 Semarang menjadi Sekolah Ramah Anak (43)

Mas Alfiansyah, apa sih tugas kamu sebagai agen perubahan di sekolah ini?" tanya Wali Kota Semarang