Desa Bebas Pornografi Anak, Upaya Selamatkan Masa Depan Anak

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 25 Juni 2019
  • Dibaca : 1274 Kali
...

Siaran Pers Nomor: B-  /Set/Rokum/MP 01/06/2019
 

Kab. Agam (25/06) – Informasi yang mengandung unsur pornografi melalui internet menjadi ancaman besar bagi anak. Hal ini mengemuka dalam Workshop Pembentukan Desa Bebas Pornografi Anak di Kabupaten Agam, Sumatera Barat (25/06). Padahal, Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak telah menyebutkan bahwa anak memiliki hak untuk memperoleh dan mendapatkan informasi yang layak. 

“Semua aktifitas anak tidak lepas dari informasi, baik itu untuk bermain, belajar, hingga perlindungan. Saat ini, informasi banyak didapatkan anak melalui internet. Perkembangan teknologi informasi di samping mengandung nilai positif juga banyak nilai negatifnya,” ujar Dermawan, Plt. Asisten Deputi Bidang Perlindungan Anak dalam Situasi Darurat dan Pornografi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) dalam sambutannya.

Dermawan menambahkan, penyebaran konten pornografi banyak terjadi melalui internet. Keberadaan konten pornografi yang mudah di akses oleh pengguna internet dari kalangan anak, rentan mengganggu perkembangan psikis anak. Sehingga orang tua perlu waspada dan mengawasi anak dari bahaya pornografi.

Maraknya kasus pornografi anak, mendorong Kemen PPPA melalui Asisten Deputi Bidang Perlindungan Anak dalam Situasi Darurat dan Pornografi bergerak mengambil langkah konkret. Salah satunya melalui upaya pencegahan dan penanganan pornografi bekerja sama dengan ECPAT Indonesia dengan membangun sistem perlindungan anak dari bahaya pornografi berbasis Desa/Kelurahan.

“Tingkat kerentanan anak terhadap bahaya pornografi di Indonesia telah mendekati level luar biasa. Sehingga perlu ada tindak lanjut baik pemerintah pusat dan daerah untuk mengurangi hal ini. Di Indonesia, baru satu desa yang mencanangkan Desa Bebas Pornografi Anak yaitu Desa Maluang, di Kab. Berau, Kalimantan Timur. Kegiatan ini diharapkan mendorong salah satu Nagari (sebutan desa di tanah Minang) di Kab. Agam jadi desa yang ke-dua. Kami juga berharap seluruh desa di Indonesia dapat mencanangkan pembentukan Desa Bebas Pornografi Anak,” jelas Dermawan.

Membangun sistem dengan komitmen yang kuat dari seluruh perangkat desa dan masyarakat menjadi kunci lahirnya desa yang terbebas dari pornografi anak. Sekretaris Daerah Kab. Agam, Martias Wanto yang hadir mewakili Bupati Kab. Agam membenarkan hal ini. Menurutnya, masyarakat perlu menjalankan fungsi pengawasan bersama.

“Pornografi bisa muncul dalam kondisi apapun. Maka kuncinya berawal dari rumah kita masing-masing dengan memberikan pengawasan. Ketika dari rumah anak di asuh dengan baik, di luar mereka pasti akan membawa diri dengan baik,” terang Martias saat membuka kegiatan.

Pihaknya pun menilai jika pembentukan Desa Bebas Pornografi anak merupakan investasi yang sangat besar nilainya, manakala bisa dilaksanakan dengan baik. 

“Ini adalah tugas masing-masing Nagari dan orang tua. Sasaran kita, sama-sama kita jaga anak-anak untuk Kab. Agam yang lebih baik, karena ini investasi untuk menyelamatkan anak-anak kita hari ini dan masa yang akan datang,” tambah Martias.

 

PUBLIKASI DAN MEDIAKEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN

                                                               DAN PERLINDUNGAN ANAK

                                                                                                        Telp.& Fax (021) 3448510,

                                                                                        e-mail : publikasi@kemenpppa.go.id

 

 

 

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Rabu, 12 Agustus 2020

Perempuan dan Anak Terdampak Covid-19 di Serang, Banten Harus Bangkit dari Situasi Sulit (29)

”Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia saat ini, telah menimbulkan berbagai dampak negatif terutama bagi kaum perempuan dan anak sebagai kelompok…
Siaran Pers, Rabu, 12 Agustus 2020

Perempuan Berdaya, Perempuan Setara  (31)

Jakarta (11/08) - Memperkuat ketahanan ekonomi untuk pertumbuhan yang berkualitas merupakan salah satu dari 7 agenda pembangunan lima tahun ke…
Siaran Pers, Rabu, 12 Agustus 2020

Aktivis PATBM Terus Bergerak Aktif Berikan Layanan respon Cepat selama Masa Pandemi Covid-19 (31)

Sejak diinisiasi oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) pada 2016 para aktivis gerakan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis…
Siaran Pers, Rabu, 12 Agustus 2020

Menteri PPPA : Penuhi Hak Anak, Dukung Pemberian Asi Ekslusif (23)

Jakarta (12/08) – 1000 hari pertama anak hingga usia 2 tahun merupakan fase penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak
Siaran Pers, Rabu, 12 Agustus 2020

Sispreneur, Strategi Dukung Perempuan Pelaku UMKM Dalam Masa Pandemi (47)

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga hari ini meluncurkan Kelas Inkubasi Sispreneur yang ditujukan bagi kalangan perempuan…