Gunung Sinabung Kembali Aktif, Kabupaten Karo Terapkan Siaga Hadapi Bencana

  • Dipublikasikan Pada : Kamis, 18 Juli 2019
  • Dibaca : 365 Kali
...

 

Siaran Pers Nomor:B- 133/Set/Rokum/MP 01/07/2019
 

Kabupaten Karo (18/7) - Secara geografis Indonesia terletak di antara dua benua dan dua samudera serta berada di lintasan garis khatulistiwa. Hal tersebut menyebabkan Indonesia menjadi  salah satu negara yang rawan bencana. Jenis bencana yang terjadi pun beragam, mulai dari bencana akibat faktor alam serta bencana akibat ulah manusia. 

“Bencana alam dan kerusakan lingkungan yang terjadi dari tahun ke tahun pada akhirnya menimbulkan kerugian materi termasuk jatuhnya korban jiwa. Dalam setiap kejadian bencana, perempuan dan anak menjadi kelompok yang paling rentan menjadi korban dan paling menderita. Anak-anak belum bisa menyelamatkan diri sendiri, sehingga peluang mereka untuk menjadi korban lebih besar. Untuk itu pelatihan seperti ini dapat menjadi salah satu upaya meningkatkan pengetahuan dan kemampuan anak dalam menghadapi bencana,” ujar Plt. Asisten Deputi Perlindungan Anak Dalam Situasi Darurat dan Pornografi Kemen PPPA, Sumbono, A.Md pada kegiatan Pelatihan Perlindungan Anak dalam Situasi Darurat Bencana bagi OPD dan LSM terkait perlindungan anak dan bencana, di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. 

Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sepanjang tahun 2018 telah terjadi 2.564 bencana yang menyebabkan 3.349 orang meninggal dunia, 1.432 orang hilang, 21.064 orang mengalami luka-luka dan 10,2 juta orang terdampak bencana. Di Provinsi Sumatera Utara sendiri, Gunung Sinabung merupakan salah satu bencana alam yang menjadi perhatian. Setelah 400 tahun tidak terlihat aktivitasnya, Gunung Sinabung mengalami erupsi pada tahun 2010. Setelah mereda selama sekitar 2 tahun, pada tahun 2013 Gunung Sinabung kembali meletus berkali-kali hingga tahun 2019 ini. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Sumatera Utara, Nurlela mengungkapkan anak-anak korban bencana alam berpeluang besar mengalami trauma fisik dan psikis oleh sebab itu, dibutuhkan strategi khusus untuk melindungi anak dalam bencana. “Kegiatan pelatihan di Kapubaten Karo, Sumatera Utara ini menjadi salah satu upaya Kemen PPPA dalam menerapkan sikap siaga dalam menghadapi bencana. Mengingat Gunung Sinabung yang sedang aktif, maka pelatihan ini penting untuk dilakukan guna meningkatkan perlindungan anak korban bencana di daerah tersebut,” tambah Nurlaela. 

Tujuan dari kegiatan Pelatihan Perlindungan Anak dalam Situasi Darurat Bencana ini tidak lain untuk meningkatkan pengetahuan OPD dan LSM setempat terkait mengenai kebijakan-kebijakan perlindungan anak dan hak-hak anak; meningkatkan pengetahuan OPD dan LSM setempat terkait isu-isu dan kerentanan yang menyertai anak korban bencana; serta meningkatkan kapasitas OPD dan LSM setempat terkait standar minimum perlindungan anak dalam situasi darurat ttermasuk di dalamnya dukungan psikososial, manajemen kasus, pendataan, dan SOP layanan perlindungan anak dalam keadaan bencana. 

“Besar harapan kami dengan meningkatnya pengetahuan dan kapasitas OPD dan LSM setempat terkait perlindungan anak dalam situasi bencana, pemerintah maupun masyarakat setempat dapat mempersiapkan diri serta membangun sistem yang lebih baik lagi dalam menerapkan siaga menghadapi bencana khususnya pada perempuan dan anak di daerahnya. Nantinya hasil dari pelatihan ini akan terbentuknya sebuah sistem rencana tindak lanjut yang terintegrasi antar badan/lembaga yang dapat digunakan ketika bencana terjadi guna meningkatkan perlindungan anak korban bencana,” tutup Sumbono.
 

Kegiatan pelatihan yang berlangsung selama 15-18 Juli 2019 ini diisi dengan pemateri yakni Muhammad Zubedy Koteng, Child Protection Advisor dari Yayasan Sayangi Tunas Cilik yang membahas terkait Isu-Isu Perlindungan Anak dalam Situasi Darurat Bencana dan Manajemen Kasus: Pengalaman di Berbagai Lokasi Bencana dan Standar Minimum Perlindungan Anak dalam Situasi Bencana oleh Aenea Marella, Psikolog Yayasan Pulih. Selain itu peserta pelatihan juga meninjau lokasi Hunian Sementara di Simpang Empat guna melihat langsung kondisi di lapangan. 

 

PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN 
DAN PERLINDUNGAN ANAK 
Telp.& Fax (021) 3448510, 
e-mail : publikasi@kemenpppa.go.id

 

Publikasi Lainya

Pengumuman, Rabu, 20 November 2019

RALAT KEDUA PENGUMUMAN PANITIA SELEKSI CPNS KEMENPPPA NOMOR 179 TAHUN 2019 TENTANG PELAKSANAAN SELEKSI CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK TAHUN ANGGARAN 2019 (265)

Sehubungan dengan Pengumuman Panitia Seleksi CPNS Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Nomor 179 Tahun 2019 tanggal 8 November 2019…
Buku, Rabu, 20 November 2019

Terminologi Perlindungan Anak dari Situasi Eksploitasi Seksual dan Ekonomi (6)

Terminologi Perlindungan Anak dari Situasi Eksploitasi Seksual dan Ekonomi
Siaran Pers, Rabu, 20 November 2019

Peringati Hari Anak Sedunia, Menteri Bintang Berdialog dengan Forum Anak di Seluruh Indonesia (18)

Memperingati Hari Anak Sedunia dan 30 Tahun Konvensi Hak Anak, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga melakukan dialog…
Siaran Pers, Rabu, 20 November 2019

Menteri Bintang Ajak Masyarakat Bersinergi Perjuangkan Hak-Hak Anak    (18)

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga menyapa 150 anak dari Forum Anak Kota Surakarta dan Jawa Tengah…
Pengumuman, Rabu, 20 November 2019

PEDOMAN PENYELENGGARAAN PERINGATAN HARI IBU KE-91 TAHUN 2019 (94)

Hari Ibu lahir dari pergerakan perempuan Indonesia diawali dengan Kongres Perempuan Pertama 22 Desember 1928 di Yogyakarta telah mengukuhkan semangat…