Partisipasi Forum Anak dalam Upaya Mencegah TPPO

  • Dipublikasikan Pada : Minggu, 04 Agustus 2019
  • Dibaca : 1722 Kali
...

Siaran Pers Nomor: B-155/Set/Rokum/MP 01/08/2019

Jakarta (03/8) – Perdagangan orang tidak hanya mengancam bagi usia dewasa, anak juga rentan menjadi korban, terutama di daerah perbatasan. Hal ini disampaikan Aisyah Fitriani, perwakilan Forum Anak Kab. Nunukan, Kalimantan Utara dalam talkshow Kampanye Publik “Anti Perdagangan Orang” yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) bekerjasama dengan International Organization for Migration (IOM) di Jakarta (03/8).

“Di daerah kami yang dekat dengan perbatasan negara lain, anak-anak kebanyakan putus sekolah dan lebih memilih bekerja. Selain akses ke sekolah yang jauh, mereka lebih berorientasi mencari uang karena orangtua mereka merupakan pekerja migran. Sehingga mereka rentan menjadi korban perdagangan orang,” ungkap Aisyah yang menjadi pembicara dalam talkshow.

Usai mengikuti rangkaian kegiatan Hari Anti Perdagangan Orang di Jakarta, Aisyah dan rekannya Evi dari Forum Anak Sebatik berencana melakukan sosialisasi dengan teman-teman sebaya di daerahnya terkait isu perdagangan orang, serta mendorong mereka menjadi pelopor dan pelapor dalam isu TPPO. 

“Selama ini belum ada program atau kegiatan spesifik tentang isu perdagangan orang, tapi rencananya akan kami lakukan, dan dikemas dengan lebih sederhana dan mudah dipahami anak,” terang Aisyah.

Menurut, Asisten Deputi Perlindungan Hak Perempuan dari Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Kemen PPPA, Destri Handayani, korban anak sangat banyak dalam kasus perdagangan orang, terutama bagi anak perempuan. Maka peran rekan sebaya sangat dibutuhkan dalam upaya mencegah terjadinya perdagangan orang.

“Data kami tahun 2018, 2/3 atau sekitar 70 % korban tindak pidana perdagangan orang adalah perempuan dan anak perempuan. Sehingga, peran forum anak itu sangat besar. Apalagi salah satu modus dari TPPO adalah ‘teman jual teman’. Orang dewasa yang mengincar anak-anak juga banyak. sehingga dengan sosialisasi dan edukasi lewat peer group akan lebih efektif mencegah TPPO,” ujar Destri Handayani.

Hari Anti Perdagangan Orang Sedunia yang ditetapkan pada tanggal 30 Juli, menjadi momentum bagi masyarakat untuk lebih sadar dan peduli dengan perdagangan orang. Destri berharap partisipasi masyarakat mampu memutus rantai TPPO.

“Partisipasi masyarakat sedang digalakkan oleh Kemen PPPA. TPPO itu awal terjadinya dilingkup masyarakat, jadi partisipasi masyarakat sangat menentukan. Apalagi ditingkat komunitas yang kadang tidak terdeteksi oleh Gugus Tugas TPPO. Acara ini diselenggarakan dalam rangka meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang TPPO, dampak, dan bagaimana modusnya. Sehingga masyarakat lebih antisipasi dan hati-hati dalam mencari pekerjaan,” tambah Destri Handayani.


PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN  PEREMPUAN
                                                                                                 DAN PERLINDUNGAN ANAK
                                                                                                         Telp.& Fax (021) 3448510,
                                                                                        e-mail : publikasi@kemenpppa.go.id

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Jumat, 09 April 2021

Kemen PPPA Dorong Satuan Pendidikan Semakin Ramah Anak dan Remaja ( 29 )

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) mendorong satuan pendidikan semakin empatik dan ramah terhadap anak dan remaja sebagai…

Siaran Pers, Jumat, 09 April 2021

Kemen PPPA Rampungkan Verifikasi Calon Penerima Anugerah Parahita Ekapraya 2020 ( 81 )

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) telah selesai melaksanakan verifikasi lapangan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Tahun 2020 terhadap…

Siaran Pers, Kamis, 08 April 2021

Menteri Bintang: Perempuan Tulang Punggung Pemulihan Sosial Ekonomi ( 61 )

Jakarta (08/04) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga mengatakan perempuan menjadi tulang punggung pemulihan kondisi sosial dan…

Siaran Pers, Rabu, 07 April 2021

Perempuan dalam Pusaran Terorisme, Harus Dicegah Bersama ( 96 )

Jakarta (07/04) – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), dan Majelis Ulama Indonesia (MUI)

Siaran Pers, Selasa, 06 April 2021

Perempuan Bangga Berkebaya, Pemersatu Identitas Budaya Bangsa  ( 129 )

Asisten Deputi Peningkatan Partisipasi Organisasi Keagamaan dan Kemasyarakatan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Nyimas Aliah menuturkan kebaya…