Laporan : APEC Women in The Economy Forum di Rusia

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 23 Februari 2016
  • Dibaca : 2249 Kali

• Asia-Pasific Economic Federation (APEC) – Women in the Economy Forum (WEF) di Rusia merupakan lanjutan APEC-WEF di Yokohama – Jepang yang belangsung pada bulan Maret 2012 kemarin. Baik APEC-WEF di Jepang maupun di Rusia, keduanya adalah perwujudan Deklarasi San Fransisco yang merupakan hasil dari pertemuan APEC Women and the Economy Summit, 13-16 September 2011 silam. Dalam Deklarasi San Fransisco disebutkan bahwa ekonomi perempuan berpotensi menjadi tonggak utama dalam pertumbuhan ekonomi suatu negara. Peningkatan partisipasi perempuan dianggap dapat menghasilkan pertumbuhan pendapatan yang lebih cepat dan adil, menciptakan peluang bisnis yang lebih besar, serta meningkatkan daya saing bagi perusahaan- perusahaan lainnya. Oleh karena itu, dengan mengadopsi pemahaman ini, para delegasi pada pertemuan APEC-WEF di Jepang pun mengakui bahwa kepemimpinan perempuan telah menjadi salah satu kekuatan yang paling menjanjikan bagi pertumbuhan ekonomi. Untuk itulah diperlukan sebuah lingkungan inklusif, yang memungkinkan perempuan untuk naik ke peran kepemimpinan.

• Pada APEC-WEF di Rusia kali ini, agenda partisipasi perempuan di bidang ekonomi masih terus dikaji dengan komprehensif. Agenda APEC-WEF dibagi menjadi 3 komponen besar, yakni the APEC Policy Partnership on Women and the Economy (PPWE) pada tanggal 28 Juni 2012; public-private meetings on key issues for women’s empowerment (PPDWE) pada tanggal 29 Juni 2012; dan the High Level Policy Dialogue (HLPD) on Women and the Economy pada tanggal 30 Juni 2012.

 

Policy Partnership on Women in the Economy (PPWE) dan PPWE-Management Council, 28-29 Juni 2012

• Pertemuan PPWE membahas laporan pelaksanaan PPWE oleh Amerika Serikat serta tindak lanjutnya, laporan penyelenggaraan APEC Leadership Forum on Women (8-9 Maret 2012) di Yokohama, dan tindak lanjut usulan Chinese Taipei untuk pelaksanaan multi-year project “Innovation for Women and Economic Development”. Selain itu terdapat beberapa usulan proyek baru, diantaranya berjudul “International Network for Women’s Leadership” oleh Jepang, yang bertujuan untuk berbagi pengalaman terbaik, metode pelatihan, dan mempublikasikan rekomendasi untuk membentuk jejaring yang efektif. Selain itu, Rusia juga melaporkan hasil-hasil riset dan kajian mengenai peran perempuan dalam ekonomi Rusia.

• Sejauh ini, PPWE belum menyusun Work plan. Amerika Serikat mengingatkan kembali mengenai perlunya PPWE membuat strategic plan sebagaimana diputuskan oleh SOM Steering Committee on ECOTECH (SCE). Strategic Plan tersebut perlu segera disusun dan hasilnya dilaporkan pada pertemuan SCE2 tahun 2012.

• Pada sesi pembahasan Individual Action Plans, anggota APEC menyampaikan laporan mengenai tindak lanjut dari San Francisco Declaration 2011. Pada kesempatan ini Indonesia menyampaikan laporan terkait dengan program-program memperkuat akses terhadap pasar, peningkatan kapasitas, akses terhadap sumber pembiayaan, dan kepemimpinan perempuan.

• Pada PPWE-Management Council (PPWE-MC), Indonesia mempresentasikan rencana penyelenggaraan dan tema pertemuan Women in the Economy Forum di tahun 2013. Amerika Serikat dan Rusia menyambut baik tema yang terkait dengan structural reform dan menyampaikan saran masukan agar tema juga disosialisasikan kepada delegasi di Economic Committee (EC). PPWE-MC juga membahas Project Assessment Steering Committee (PASC) yang dapat dibentuk sesuai dengan Terms of Reference dari PPWE. Sejauh ini belum dicapai kata sepakat mengenai mekanisme kerja dari PASC.

 

Public Private Dialogue of WEF, 29 Juni 2012

• WEF Public-Private Dialogue dibuka oleh Direktur Kerjasama Asia-Pasifik dari Kementerian Pembangunan Ekonomi Rusia, yang menyampaikan bahwa untuk memastikan pembangunan yang berkelanjutan, maka partisipasi perempuan dalam roda ekonomi sangatlah penting. Untuk itu pada WEF 2012 ini Rusia mengusulkan pembahasan mengenai inovasi, keseimbangan antara keluarga dan karies (work life balance), dan pentingnya investasi sumberdaya manusia.

• Sementara Duta Besar AS untuk Isu Global Perempuan, Mrs. Melane Verveer menyampaikan bahwa di Amerika Serikat, potensi pertumbuhan ekonomi di tengah krisis ekonomi adalah di tangan UKM Mikro yang dikelola dan dimiliki oleh perempuan. Pada tingkat bilateral, Amerikat Serikat tengah membuat penelitian tentang perempuan dalam ekonomi di Malaysia, Thailand dan Indonesia dan bermaksud untuk menyampaikannya pada pertemuan WEF tahun 2013.

• Dialog kerjasama “Public and Private” dibagi dalam 3 working group yang berjalan secara simultan, dengan sesi pertama “Women in the Innovative Economy”, “Women Entrepreneurship”, dan “Investment in Human Capital”, lalu sesi kedua dengan tema “Work-Life Balance”, “Women in Corporate Management”, dan “Women in Information Technology”.

• Pada sesi “Work Life Balance”, Delegasi Republik Indonesia yakni Sofia Koswara (Chief Executive Officer, Management B Channel TV, Indonesia) juga turut berpartisipasi sebagai moderator dalam agenda tersebut.

 

High Level Policy Dialogue on Women in the Economy, 30 Juni 2012

• Pertemuan dipimpin dan dibuka oleh Valentina Matvienko, Anggota Dewan Federasi Russia, yang menekankan pentingnya kesempatan ini untuk  dimanfaatkan anggota APEC untuk saling mempelajari best practices yang ada. Selain itu, disampaikan bahwa salah satu kebijakan pemerintah yang penting untuk dilaksanakan adalah pembangunan infrastruktur sosial/publik yang bermanfaat bagi perempuan untuk mengembangkan karir dan membentuk keluarga yang harmonis. Infrastruktur tersebut selain berbentuk peraturan-peraturan baik dalam bentuk cuti hamil, cuti merawat anak, pemenuhan kebutuhan asuransi bagi keluarga tetapi juga sarana tempat penitipan anak dan taman bermain anak dimana perempuan dapat beraktifitas secara professional tanpa mengkuatirkan tugas rumah tangganya.

• Pembicara berikutnya adalah Duta Besar Amerika At-Large tentang isu global perempuan, Mrs. Melane Verveer, yang mengingatkan kembali hasil San Francisco dan menyampaikan pentingnya mendukung kepemimpinan perempuan baik di bisnis maupun di pemerintahan, mengurangi gender gap pada bidang Information Technology, dan mendorong perempuan untuk menekuni science, technology and math (STEM).

• Selaku wakil Indonesia, Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menyampaikan pentingnya memberikan perhatian dan pemberdayaan kepada UKM tingkat mikro dan super-mikro, dimana sebagian besar pelakunya adalah perempuan. Disampaikan bahwa kepada sektor industri rumahan ini perlu dibuatkan kebijakan yang tepat mengingat peran dan kekuatan mereka dalam menanggulangi kemiskinan untuk mengatasi krisis ekonomi. Inovasi dan kemajuan teknologi hendaknya dapat bermanfaat bagi kelompok mikro ini. Selain itu, disadari bahwa diperlukan kebijakan khusus yang memungkinkan perempuan tetap menjaga keharmonisan antara keluarga dan karier, baik dengan berperan aktif dalam ekonomi maupun menjaga keluarga. Salah satu tata cara yang dapat dilakukan untuk  meningkatkan peran aktif perempuan dalam bidang ekonomi adalahmelalui mentoring dan saling bantu antar perempuan.

• Beberapa delegasi anggota APEC menyampaikan harapannya agar pertemuan WEF 2013 diselenggarakan di Bali. Dengan memperhatikan pengalaman Amerika Serikat dalam melakukan joint meeting, maka Indonesia diharapkan dapat menyelenggarakan pertemuan High Level Policy Dialogue on Women in the Economy 2013 dan sebuah joint meeting antara Meneg PP&PA dan Menteri sektoral lainnya. Untuk itu dapat ditelaah kembali Pertemuan Kementerian Sektoral yang dirasa tepat untuk melangsungkan kolaborasi.

• Berdasarkan hasil pembahasan, terdapat beberapa hal yang dapat ditindaklanjuti oleh Indonesia pada pertemuan WEF 2013 mendatang yaitu:

o melakukan sosialisasi tema WEF 2013 kepada working group di APEC dimana sub- tema WEF akan saling bersinggungan, guna memastikan adanya kolaborasi antar- formasi APEC, dan melakukan sosialisasi sub-tema structural reform pada pertemuan pertama APEC Economic Committee di SOM1 2013.

o menjadi wakil PPWE pada pertemuan APEC SOM Steering Committee on ECOTECH (SCE) - Committee of the Whole (SCE-COW) yang diselenggarakan pada pertemuan SOM1 2013

o menindaklanjuti instruksi SCE untuk membuat dokumen strategic plan PPWE untuk dilaporkan pada SCE3 2013.

o mengusulkan bentuk mekanisme kerja PASC dalam sebuah concept note untuk dibahas pada PPWE-MC 2013.

o menjadi co-sponsor proyek “International Network for Women’s Leadership” usulan Jepang dan mengundang agar pelatihan dapat dilakukan di Indonesia.

• Sesuai PPWE Terms of Reference, tahun 2013 mendatang PPWE dibawah kepemimpinan Indonesia juga perlu mengikutsertakan salah satu anggota ABAC Indonesia untuk menjadi advisor pada PPWE.

• Untuk memastikan kelancaran pertemuan APEC WEF 2013, maka dirasa perlu untuk segera melaksanakan pertemuan koordinasi dengan para pemangku kepentingan, termasuk juga kalangan pengusaha dan swasta.

 

Pertemuan Bilateral

• Di sela rangkaian pertemuan, Indonesia juga telah melangsungkan bilateral dengan China dan Amerika Serikat, sebagai berikut:

o China menyampaikan apresiasi terhadap kerjasama yang telah berlangsung selama ini, baik dalam kerangka bilateral dan ASEAN+3. China menyampaikan bahwa selaku tuan rumah APEC 2014, China tentunya akan menyelenggarakan pertemuan WEF 2014.

o Amerika Serikat menawarkan dukungan bagi WEF 2013 melalui upaya berbagi pengalaman dan informasi penyelenggaraan WES 2011 dan pengalaman mendampingi Rusia dalam penyelenggaraan WES 2012. Amerika Serikat juga menyampaikan pengalamannya dalam menyelenggarakan pertemuan joint meeting antar Menteri.

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Sabtu, 21 September 2019

PPT KTPA Bentuk Negara Hadir Lindungi Perempuan dan Anak (41)

Pusat Pelayanan Terpadu Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak (PPT KTPA) RSUD Beriman Balikpapan yang berdiri sejak Februari 2019 memberikan penanganan…
Siaran Pers, Sabtu, 21 September 2019

Teman Sebaya Dukung Sekolah Ramah Anak (50)

Teman Sebaya berperan besar dalam mendorong terwujudnya Sekolah Ramah Anak (SRA).
Siaran Pers, Sabtu, 21 September 2019

Ayo ke PUSPAGA, Demi Keluarga Berkualitas! (40)

Menjadi orang tua di zaman sekarang memiliki tantangan yang lebih berat daripada menjadi orang tua di zaman dahulu.
Siaran Pers, Jumat, 20 September 2019

Komitmen Pimpinan Pusat Dan Daerah Pacu Pembangunan Pppa (67)

Kepulauan Seribu (19/09) – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) melakukan Rapat Evaluasi Pembangunan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan…
Siaran Pers, Jumat, 20 September 2019

Kab.Sleman Berlari Menuju KLA (85)

"Kabupaten Sleman hingga sekarang terus berlari menuju Kabupaten Layak Anak (KLA)"