PPT KTPA Bentuk Negara Hadir Lindungi Perempuan dan Anak

  • Dipublikasikan Pada : Sabtu, 21 September 2019
  • Dibaca : 681 Kali
...

Siaran Pers Nomor: B-216/Set/Rokum/MP 01/09/2019

Balikpapan (20/9) Pusat Pelayanan Terpadu Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak (PPT KTPA) RSUD Beriman Balikpapan yang berdiri sejak Februari 2019 memberikan penanganan medis bagi korban kekerasan perempuan dan anak. PPT KTPA RSUD Beriman Balikpapan juga berkoordinasi dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) untuk melakukan penjangkauan dan pendampingan psikis.

"Pembentukan PPT KTPA RSUD Beriman Balikpapan merupakan implementasi dari mandat Menteri Kesehatan RI. PPT KTPA ini juga merupakan deteksi awal dan penanganan medis bagi korban kekerasan perempuan dan anak. Jika membutuhkan penjangkauan korban atau pendampingan psikis bagi korban, maka kami berkoordinasi dengan UPTD PPA. Sejauh ini sudah 13 pasien yang kami tangani. Mayoritas berusia 25 - 45 tahun dan mendapatkan kekerasan fisik atau kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)," tutur Ketua PPT KTPA RSUD Beriman Balikpapan, Umi Latifah.

PPT KTPA menyediakan 2 tenaga medis terlatih bagi perempuan dan anak serta memisahkan ruang konsultasi dan rawat inap antara pasien korban kekerasan perempuan dan anak dengan pasien umum.

"Adanya PPT KTPA di rumah sakit merupakan suatu bentuk negara hadir bagi korban kekerasan perempuan dan anak. Adanya 1 orang korban anak atau perempuan menjadi situasi yang memprihatinkan bagi bangsa ini. Mereka adalah kelompok rentan. Penting bagi rumah sakit untuk sediakan PPT KTPA karena perempuan dan anak korban kekerasan perlu penanganan khusus agar lebih maksimal dan mereka merasa leluasa dalam menyampaikan kekerasan yang dialami," ujar Asisten Deputi Bidang Pengasuhan, Keluarga dan Lingkungan Kemen PPPA, Rohika Kurniadi Sari.

Pada kesempatan terpisah, Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kemen PPPA, Lenny N. Rosalin menyampaikan bahwa setiap anak dan perempuan korban kekerasan berhak memperoleh layanan minimal yang dibutuhkan. Untuk itu, kerjasama dengan seluruh pemangku kepentingan, para penyedia layanan (kesehatan, rehabilitasi sosial, bantuan hukum dan layanan lainnya) sangat penting, sehingga korban bisa pulih kembali. Anak yang berjumlah 31 persen dari total penduduk Indonesia, atau sekitar 80 juta, mereka merupakan masa depan bangsa Indonesia. Sehingga kita harus memberikan layanan terbaik bagi mereka.

 

PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN                                                                                                                                    DAN PERLINDUNGAN ANAK  

Telp.& Fax (021) 3448510,    
e-mail : publikasi@kemenpppa.go.id                                                                                                                                                                                                     www.kemenpppa.go.id

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Selasa, 28 Januari 2020

Menteri PPPA : Orangtua, Pahami dan Diskusikan Media Sosial dengan Anak (82)

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga memberikan apresiasi kepada pihak kepolisian, diantaranya Polda Metro Jaya dan Polres…
Iklan Layanan Masyarakat, Selasa, 28 Januari 2020

APA SAJA HAK ANAK ATAS KESEHATAN DASAR DAN KESEJAHTERAAN? (30)

APA SAJA HAK ANAK ATAS KESEHATAN DASAR DAN KESEJAHTERAAN?
Iklan Layanan Masyarakat, Selasa, 28 Januari 2020

APA ITU KAMPUNG ANAK SEJAHTERA? (27)

APA ITU KAMPUNG ANAK SEJAHTERA?
Iklan Layanan Masyarakat, Selasa, 28 Januari 2020

SEPERTI APA PELAYANAN RAMAH ANAK DI PUSKESMAS..?? (26)

SEPERTI APA PELAYANAN RAMAH ANAK DI PUSKESMAS..??
Siaran Pers, Senin, 27 Januari 2020

Pembentukan UPTD PPA Merupakan Urusan Wajib Pemerintah Daerah (140)

“Urusan perlindungan perempuan dan anak merupakan urusan wajib, karena menyangkut 90,87 juta perempuan dan sekitar 80 juta anak dengan jumlah…