PPT KTPA Bentuk Negara Hadir Lindungi Perempuan dan Anak

  • Dipublikasikan Pada : Sabtu, 21 September 2019
  • Dibaca : 159 Kali
...

Siaran Pers Nomor: B-216/Set/Rokum/MP 01/09/2019

Balikpapan (20/9) Pusat Pelayanan Terpadu Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak (PPT KTPA) RSUD Beriman Balikpapan yang berdiri sejak Februari 2019 memberikan penanganan medis bagi korban kekerasan perempuan dan anak. PPT KTPA RSUD Beriman Balikpapan juga berkoordinasi dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) untuk melakukan penjangkauan dan pendampingan psikis.

"Pembentukan PPT KTPA RSUD Beriman Balikpapan merupakan implementasi dari mandat Menteri Kesehatan RI. PPT KTPA ini juga merupakan deteksi awal dan penanganan medis bagi korban kekerasan perempuan dan anak. Jika membutuhkan penjangkauan korban atau pendampingan psikis bagi korban, maka kami berkoordinasi dengan UPTD PPA. Sejauh ini sudah 13 pasien yang kami tangani. Mayoritas berusia 25 - 45 tahun dan mendapatkan kekerasan fisik atau kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)," tutur Ketua PPT KTPA RSUD Beriman Balikpapan, Umi Latifah.

PPT KTPA menyediakan 2 tenaga medis terlatih bagi perempuan dan anak serta memisahkan ruang konsultasi dan rawat inap antara pasien korban kekerasan perempuan dan anak dengan pasien umum.

"Adanya PPT KTPA di rumah sakit merupakan suatu bentuk negara hadir bagi korban kekerasan perempuan dan anak. Adanya 1 orang korban anak atau perempuan menjadi situasi yang memprihatinkan bagi bangsa ini. Mereka adalah kelompok rentan. Penting bagi rumah sakit untuk sediakan PPT KTPA karena perempuan dan anak korban kekerasan perlu penanganan khusus agar lebih maksimal dan mereka merasa leluasa dalam menyampaikan kekerasan yang dialami," ujar Asisten Deputi Bidang Pengasuhan, Keluarga dan Lingkungan Kemen PPPA, Rohika Kurniadi Sari.

Pada kesempatan terpisah, Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kemen PPPA, Lenny N. Rosalin menyampaikan bahwa setiap anak dan perempuan korban kekerasan berhak memperoleh layanan minimal yang dibutuhkan. Untuk itu, kerjasama dengan seluruh pemangku kepentingan, para penyedia layanan (kesehatan, rehabilitasi sosial, bantuan hukum dan layanan lainnya) sangat penting, sehingga korban bisa pulih kembali. Anak yang berjumlah 31 persen dari total penduduk Indonesia, atau sekitar 80 juta, mereka merupakan masa depan bangsa Indonesia. Sehingga kita harus memberikan layanan terbaik bagi mereka.

 

PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN                                                                                                                                    DAN PERLINDUNGAN ANAK  

Telp.& Fax (021) 3448510,    
e-mail : publikasi@kemenpppa.go.id                                                                                                                                                                                                     www.kemenpppa.go.id

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Senin, 21 Oktober 2019

KEMEN PPPA DORONG KABUPATEN/KOTA MEMBUAT RENCANA AKSI PUSPA (17)

Sebagai wadah bagi lembaga masyarakat yang perduli pada isu perempuan dan anak,
Siaran Pers, Senin, 21 Oktober 2019

Kemen PPPA Dorong Daerah Sinergi untuk Wujudkan RBRA (27)

Pemerintah Daerah berlomba-lomba meraih sertifikasi Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) yang merupakan program Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam…
Siaran Pers, Minggu, 20 Oktober 2019

PERCEPAT PENURUNAN ANGKA KEKERASAN ANAK, KEMEN PPPA LATIH UPTD DAN APH MANAJEMEN KASUS (43)

Dalam setiap penanganan kasus kekerasan dan eksploitasi terhadap anak, Konvensi Hak Anak telah mengamanatkan kepentingan terbaik anak diutamakan namun kenyataan…
Siaran Pers, Minggu, 20 Oktober 2019

Ingin Banyak Followers, Milenial Harus Jadi Kreator Konten Kreatif dan Edukatif (46)

Dunia maya tidak hanya menjadikan masyarakat, termasuk anak dan remaja sebagai konsumen, namun juga sebagai pencipta informasi layaknya konten kreator.
Siaran Pers, Jumat, 18 Oktober 2019

Papua New Guinea Belajar Pemberdayaan Ekonomi Perempuan dari Indonesia (64)

Jakarta (18/10) – ”Bicara tentang pemberdayaan ekonomi perempuan di Indonesia, tentunya tidak bisa dilepaskan dari keberadaan Usaha Mikro, Kecil, dan…