Kemen PPPA Antisipasi Kondisi Perempuan dan Anak Pasca Karhutla di Riau

  • Dipublikasikan Pada : Kamis, 26 September 2019
  • Dibaca : 682 Kali
...

Siaran Pers Nomor: B-222/Set/Rokum/MP 01/09/2019

Riau (26/9) Akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Provinsi Riau, Pemerintah Riau telah menetapkan wilayah tersebut dalam kondisi darurat pencemaran udara sejak 23-30 September 2019. Namun, pada 25 September 2019 kondisi darurat tersebut telah dicabut karena sudah mulai hujan dan indeks kualitas udara sudah di titik baik. 

Walaupun geliat aktivitas sudah mulai pulih, anak - anak sudah masuk sekolah, belajar, dan tanpa perlu memakai masker lagi, namun Pemerintah Riau masih terus melakukan upaya untuk mengantisipasi dampak terjadinya karhutla tersebut.

Melihat anak-anak yang termasuk dalam kelompok rentan dalam kondisi bencana, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) melalui Staf Khusus Menteri (SKM), Albaet Pikri memberikan bantuan kebutuhan spesifik anak yang terdampak bencana karhutla tersebut. Bantuan yang diberikan di antaranya berupa alat bantu pernafasan dan kebutuhan anak lain, seperti susu, biskuit, dan mainan anak (Rabu, 25/9).

Albaet Pikri mengatakan selain bantuan materil, Kemen PPPA hadir guna memberikan dukungan moril bagi perempuan, terutama bagi anak-anak yg berada dalam kondisi darurat bencana dan memastikan keberlangsungan penyelenggaraan perlindungan perempuan dan anak pasca bencana.

“Kami sangat mengapresiasi berbagai upaya yang telah dilakukan semua level dan sektor untuk mengatasi kondisi ini. Kita harus terus berkomunikasi dan berkoordinasi, baik dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Riau dan juga dengan dinas atau kementerian/lembaga teknis lainnya untuk memastikan perempuan dan anak yang terdampak karhutla mendapat perhatian dan pelayanan yang dibutuhkan. Ikhtiar dan do'a kita semua, semoga Tuhan kabulkan,” ujar Albaet Pikri. 

Lokasi yang dikunjungi SKM Kemen PPPA beserta jajarannya, yaitu posko kesehatan RSUD  Arifin Achmad dan Posko Media Center Karhutla Provinsi Riau. Dalam kunjungan ke posko kesehatan, diketahui bahwa Universitas Solo telah menemukan pengganti masker untuk anak yang lebih aman, efektif, dan harga yang relati b yakni 20 ribu. Masker yang terbuat dari bahan busa, plastik, air dingin, gelas kertas, dan selang ini telah dikembangkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Riau.


PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN

  DAN PERLINDUNGAN ANAK 

Telp.& Fax (021) 3448510 

  e-mail : publikasi@kemenpppa.go.id

  www.kemenpppa.go.id

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Selasa, 13 April 2021

Menteri Bintang Minta Penggunaan Anggaran DAK Tepat Sasaran ( 13 )

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga meminta pemerintah daerah  untuk mengawal dan memastikan proses penggunaan Dana Alokasi Khusus…

Siaran Pers, Selasa, 13 April 2021

Menteri Bintang Minta Kepala Daerah Membuat Kebijakan Berpihak Pada Perempuan ( 59 )

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga mengharapkan kepala daerah lebih menghadirkan kebijakan yang berpihak pada perempuan. Hal itu…

Siaran Pers, Selasa, 13 April 2021

Indonesia Jadi Tuan Rumah G20 Empower, Perkuat Kepemimpinan Perempuan di Sektor Swasta ( 87 )

Indonesia akan menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang diselenggarakan di Bali pada 2022. Pada rangkaian KTT tersebut…

Siaran Pers, Jumat, 09 April 2021

Kemen PPPA Dorong Satuan Pendidikan Semakin Ramah Anak dan Remaja ( 86 )

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) mendorong satuan pendidikan semakin empatik dan ramah terhadap anak dan remaja sebagai…

Siaran Pers, Jumat, 09 April 2021

Kemen PPPA Rampungkan Verifikasi Calon Penerima Anugerah Parahita Ekapraya 2020 ( 163 )

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) telah selesai melaksanakan verifikasi lapangan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Tahun 2020 terhadap…