Tugas Anak itu Belajar, Stop Libatkan Mereka dalam Aksi-aksi Demo

  • Dipublikasikan Pada : Jumat, 27 September 2019
  • Dibaca : 1215 Kali
...

Siaran Pers Nomor: B-226/Set/Rokum/MP 01/09/2019


Subang (27/9) – Anak merupakan potensi yang sangat berharga, generasi penerus masa depan bangsa, penentu kualitas sumber daya manusia, dan akan menjadi pilar utama pembangunan nasional. Untuk itu, menjadi penting untuk meningkatkan kualitas dan mendapatkan perlindungan secara sungguh-sungguh dari semua elemen mulai dari keluarga, masyarakat, sampai pemerintah. 

 “Menteri Yohana yakin dan percaya bahwa untuk membangun sebuah bangsa yang baik diperlukan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing. Anak-anak sebagai penerus generasi harus mampu menerapkan nilai-nilai agama, kebaikan, dan moral sesuai dengan perubahan zaman. Diperlukan suatu pendekatan yang sesuai sehingga akan memperoleh generasi yang mampu bersaing di era global, beretika, dan membanggakan, baik bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara,” ungkap Menteri Yohana saat menyampaikan Kuliah Umum dihadapan Praja Sekolah Tinggi Ilmu Pemerintahan Abdi Negara (STIPAN) dan Siswa Taruna SMA Plus Astha Hannas, di Subang, Jawa Barat. 

Pada kesempatan yang sama Menteri Yohana menyampaikan imbauannya untuk para pelajar di Indonesia agar tidak terlibat dalam aksi-aksi demonstrasi, tidak mudah dipengaruhi, dan melakukan perbuatan yang melanggar hukum. “Anak-anak itu tidak boleh dilibatkan dalam aksi demonstrasi karena tugas anak adalah sekolah dan belajar. Anak tentu memiliki hak atau kebebasan berekspresi dan mengeluarkan pendapat, namun cara menyampaikannya harus tetap sopan dan beretika. Jangan sampai pendapat atau aspirasi kalian malah disalahgunakan, apalagi sampai mengganggu ketertiban, keamanan, dan kenyamanan,” tambah Menteri Yohana. 

“Melihat adanya sejumlah anak yang menjadi korban luka dalam akibat aksi demo kemarin, aparat diharapkan dapat mengetahui dan membedakan cara menangani pendemo yang masih kategori usia anak, karena bagaimanapun juga anak tetap dilindungi oleh undang-undang dan barang siapa yang melanggar maka harus menerima konsekuensi sesuai dengan undang-undang yang ada,” tutur Menteri Yohana. 

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Kampus Pembangunan Karakter Bangsa Indonesia, Pfof. Ermaya Suradinata mengatakan bahwa untuk membangun karakter sumber daya manusia yang berkualitas dapat dimulai sejak mereka masih usia anak. “Anak merupakan masa depan bangsa dan cikal bakal lahirnya generasi baru yang kelak akan menjadi penerus cita-cita perjuangan bangsa. Sekolah ini disiapkan untuk membina dan membentuk karakter pemuda-pemudi menjadi karakter yang unggul sejak dini. Di zaman yang penuh dengan perubahan ini karakter dan mental anak harus disiapkan agar tidak mudah terprovokasi,” ujar Ermaya. 

Menteri Yohana juga menekankan kepada orangtua dan tenaga pendidik untuk terus memberikan pengawasan dan perlindungan kepada anak-anak agar mereka tidak terlibat aksi-aksi demonstrasi dan tidak turun ke jalan. “Unsur penting yang juga dapat melindungi anak-anak Indonesia adalah keluarga, orangtua mempunyai peran yang cukup besar untuk mengawasi anak-anak agar terhindar dari berbagai bentuk provokasi. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) juga telah membentuk sebuah wadah dan ruang berekspresi untuk anak-anak berdiskusi melalui Forum Anak (FA) yang ada sudah tersebar di seluruh Indonesia,” tambah Menteri Yohana. 

Dalam kunjungan di Kampus Pembangunan Karakter Bangsa dan Sekolah Tinggi Ilmu Pemerintahan Abdi Negara (STIPAN), di Subang, Jawa Barat, Menteri Yohana juga meresmikan gedung aula Frans Kaisepo dan memberikan arahan dalam Upacara Penutupan Diklat Revolusi Mental Pembangunan Karakter Bangsa Angkatan XXXII yang diikuti oleh Kepala Desa dari Kabupaten Bintan, Riau. 


PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN 
DAN PERLINDUNGAN ANAK 
Telp.& Fax (021) 3448510, 
e-mail : publikasi@kemenpppa.go.id

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Sabtu, 17 April 2021

Masyarakat dan Anak Bergerak Bersama Lindungi Anak Korban Terorisme ( 8 )

Sesuai Konvensi Hak Anak, setiap anak di Indonesia memiliki hak untuk bertumbuh dengan baik, didengarkan pendapat mereka dan memiliki hak…

Siaran Pers, Jumat, 16 April 2021

Wujudkan Nusa Tenggara Barat Lebih Ramah Perempuan dan Anak ( 15 )

Sudah banyak praktik baik yang dilakukan oleh Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terkait pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Siaran Pers, Jumat, 16 April 2021

Resmikan Radio Sekolah Perempuan, Menteri Bintang Dorong Pemberdayaan Perempuan di Lombok Utara ( 31 )

Desa Sukadana adalah salah satu desa di Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang pada tahun…

Siaran Pers, Kamis, 15 April 2021

Poligami Tak Sesuai Syariat Berpotensi Rugikan Perempuan  ( 71 )

Jakarta (15/04) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga mengatakan sebuah perkawinan bukan hanya mengenai kepentingan individu atau…

Siaran Pers, Kamis, 15 April 2021

Cegah Kekerasan dalam Pengasuhan, Kemen PPPA Sosialisasi E-Learning Pengasuhan Positif ( 82 )

Jakarta (14/04) –  Mendidik anak adalah proses pembelajaran bagi para orangtua dengan harapan tumbuh kembang anak mereka terjaga dengan baik…