Papua New Guinea Belajar Pemberdayaan Ekonomi Perempuan dari Indonesia

  • Dipublikasikan Pada : Jumat, 18 Oktober 2019
  • Dibaca : 607 Kali
...

Siaran Pers Nomor: B-252/Set/Rokum/MP 01/10/2019

Jakarta (18/10) – ”Bicara tentang pemberdayaan ekonomi perempuan di Indonesia, tentunya tidak bisa dilepaskan dari keberadaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sektor UMKM di Indonesia menyerap tenaga kerja sebesar 67%, di mana 70% pelakunya merupakan perempuan. Hal ini menunjukan, bahwa kontribusi perempuan dalam perekonomian bangsa ini tidak kecil,” ujar Asisten Deputi Kesetaraan Gender Bidang Ekonomi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Muhammad Ihsan dalam ”Workshop Kerjasama Pemerintah dan Swasta dalam Pemberdayaan Ekonomi Perempuan di Indonesia” kepada Delegasi dari Papua New Guinea, di Jakarta, (18/10). 

Ihsan menambahkan, pemberdayaan perempuan di bidang ekonomi tidak boleh melupakan kelompok perempuan pelaku usaha mikro, yang mayoritas usahanya dilakukan di rumah, dan jumlah mereka sangat banyak. “Bisa dibayangkan kemajuan ekonomi bangsa ini jika kelompok usaha mikro ini diberdayakan. Oleh karenanya, salah satu program unggulan Kemen PPPA adalah pengembangan model Industri Rumahan. Program ini, selain fokus pada peningkatan skil dan kemampuan berusaha, namun juga menitikberatkan pada penguatan ketahanan keluarga. Diharapkan model Industri Rumahan dapat direplikasi oleh pemerintah daerah dengan alokasi anggaran masing-masing.” tambah Ikhsan. 

Kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan merupakan salah satu dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang juga menjadi bagian integral dari semua dimensi pembangunan inklusif dan berkelanjutan di Indonesia. Untuk dapat terus meningkatkan pemberdayaan ekonomi perempuan, pemerintah juga melakukan upaya kerjasama dengan pihak swasta. Salah satu bentuk kerjasama yang dilakukan Kemen PPPA adalah dengan perusahaan penyedia layanan on-demand berbasis aplikasi terbesar di Indonesia, yakni GOJEK. Kerjasama yang dilakukan semata-mata untuk kepentingan perempuan dan anak di Indonesia. 

Dalam kesempatan yang sama Vice President Public Policy & Government Relations GOJEK, Tricia Iskandar mengatakan GOJEK juga mendukung pemberdayaan ekonomi perempuan Indonesia, salah satunya melalui kerjasama dengan Kemen PPPA. “Salah satu program Gojek yang telah dilakukan sejak 2015 adalah GOJEK Wirausaha yang telah melatih 15.000 pelaku UMKM di lebih dari 30 kota se-Indonesia, termasuk di dalamnya mitra Industri Rumahan Kemen PPPA. Terbukanya akses bagi perempuan untuk dapat dengan mudah memanfaatkan teknologi guna mendapatkan penghasilan, berkarya, serta meningkatkan keterampilan dan produktivitas tentu membantu pertumbuhan ekonomi negara kita. Dengan teknologi kami, para perempuan juga bisa punya akses yang lebih luas untuk berpartisipasi di bidang ekonomi,” ujar Tricia.

Sementara itu, Pejabat Fungsi Ekonomi KBRI Papua New Guinea, Allen Simarmata mengungkapkan peran perempuan dalam sektor ekonomi di Papua New Guinea saat ini cukup baik, namun demikian keberadaan perempuan yang mayoritas bergerak pada skala UMKM tersebut masih kurang mendapat perhatian. ”Salah satu tantangan besar yang harus mereka hadapi adalah akses terhadap modal dan pelatihan keterampilan. Namun, kami tentunya akan banyak belajar dari model Industri Rumahan yang telah diterapkan Kemen PPPA serta pelaksanaan perencanaan dan penganggaran responsif gender di Indonesia. Besar harapan agar model ini dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas kontribusi perempuan di bidang ekonomi khususnya di Papua New Guinea,” pungkas Allen. 

Workshop Kerjasama Pemerintah dan Swasta dalam Pemberdayaan Ekonomi Perempuan di Indonesia yang diselenggarakan hari ini dihadiri oleh 27 orang delegasi Papua New Guinea yang tengah berkunjung ke Indonesia. Mayoritas dari mereka merupakan perempuan pengusaha yang ingin belajar langsung dari Indonesia dalam menerapkan pemberdayaan ekonomi perempuan melalui Industri Rumahan. Hadir pula dalam workshop tersebut Head Indirect Sales Enterprise XL Axiata, Agnes Pramasurya yang juga berbagi informasi tentang inisiasi XL Axiata dalam ikut mendukung pemberdayaan ekonomi perempuan melalui UMKM dan teknologi. 


PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN
DAN PERLINDUNGAN ANAK
Telp. & Fax (021) 3448510,
e-mail: publikasi@Kemenpppa.go.id

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Kamis, 06 Agustus 2020

Dorong RUU PKS, Wujudkan Aturan Terkait Kekerasan Seksual Berperspektif korban (29)

Meski Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) telah dikeluarkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat RI (DPR RI) dari daftar pembahasan…
Siaran Pers, Rabu, 05 Agustus 2020

Kemen PPPA Dorong Pemerintah Daerah Tempatkan Isu Perkawinan Anak Sebagai Isu Prioritas (34)

Pada 2019 terdapat kenaikan jumlah provinsi dengan angka perkawinan anak di atas rata-rata nasional, dari yang semula 20 provinsi di…
Siaran Pers, Rabu, 05 Agustus 2020

Pro dan Kontra RUU PKS, Menteri Bintang: Mari Bersatu Ciptakan Payung Hukum yang Komprehensif  (42)

Jakarta (3/08) – Pembahasan Rancangan Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) mulai dari konsep, naskah akademik, sampai dapat menjadi rancangan…
Pengumuman, Senin, 03 Agustus 2020

PENDAFTARAN ULANG PESERTA SELEKSI KOMPETENSI BIDANG PADA SELEKSI CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK TAHUN ANGGARAN 2019 (401)

PENDAFTARAN ULANG PESERTA SELEKSI KOMPETENSI BIDANG PADA SELEKSI CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK TAHUN ANGGARAN…
Siaran Pers, Minggu, 02 Agustus 2020

Kemen PPPA Beri Pemenuhan Kebutuhan Spesifik Perempuan dan Anak Korban Bencana Longsor dan Banjir Bandang di Masamba (108)

Masamba (02/8) –Bencana banjir bandang disertai tanah longsor terjadi di wilayah Luwu Utara, Sulawesi Selatan pada 13 Juli 2020. Banjir…