Kemen PPPA Dorong PUG di Berbagai Sektor

  • Dipublikasikan Pada : Rabu, 13 November 2019
  • Dibaca : 205 Kali
...

Siaran Pers Nomor: B-288/Set/Rokum/MP 01/11/2019

Bukittinggi (13/11) Sebagai bentuk asistensi kepada Provinsi Sumatera Barat dalam melakukan persiapan penilaian Anugerah Parahita Ekapraya (APE) 2020, Kemen PPPA melakukan kegiatan Training of Facilitators (ToF) bagi instansi driver Pengarusutamaan Gender (PUG) di Sumatera Barat. Kegiatan yang dilaksanakan di Bukittinggi pada 13-16 November 2019 ini diikuti oleh 30 peserta yang berasal dari instansi driver PUG dari seluruh Kabupaten/Kota yang ada di wilayah Sumatera Barat. 

Asisten Deputi Kesetaraan Gender Bidang Infrastruktur dan Lingkungan Kemen PPPA, Niken Kiswandari menyampaikan bahwa di tingkat pusat, Kemen PPPA selalu mendorong implementasi PUG di berbagai sektor. “Gender sebagai isu lintas sektor dan berpengaruh langsung terhadap capaian pembangunan manusia menjadi tanggungjawab bersama, PUG merupakan strategi yang disepakati, baik di tingkat global, nasional maupun daerah untuk memastikan isu gender masuk pada prioritas pembangunan segala bidang yang dilakukan” ucap Niken.

“Acara ini menjadi penting terutama ketika kita mengetahui kuatnya komitmen dan banyaknya persyaratan yang harus dipenuhi untuk bisa masuk kategori mentor yang sangat diidam-idamkan oleh Pemerintah Sumatera Barat,” tegas Kepala Dinas PPPA Provinsi Sumatera Barat, Sumbar, Besri Rahmad.

Lebih lanjut, Besri juga menyampaikan bahwa saat ini Sumatera Barat juga sedang menyusun Rencana Aksi Daerah (RAD) PUG tahun 2020 untuk semakin memajukan implementasi strategi PUG di wilayah Sumatera Barat. “RAD yang kami susun selain untuk memastikan Sumatera Barat naik kelas dalam APE 2020 juga dimaksudkan untuk memberikan arah yang jelas, terstruktur, sistematis dan massif terhadap implementasi PUG di Sumatera Barat. Kami menyadari bahwa kemajuan implementasi PUG berpengaruh positif terhadap kemajuan capaian kinerja utama pembangunan sosial, budaya, ekonomi dan politik di Sumatera Barat,” tambah Besri.

Kegiatan ToF menghadirkan pakar gender sekaligus pelatih utama, Yurni Satria dan pelatih pendamping, Jufrinal . Dalam kegiatan yang dilaksankaan selama 3 hari, peserta selain dibekali pengetahuan tentang konsep gender, PUG dan Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender (PPRG) juga diberikan pelatihan teknis integrase isu gender ke dalam dokumen perencanaan dan penganggaran. Selain itu, peserta juga dibekali keterampilan fasilitasi dalam bentuk pembelajaran orang dewasa, pembuatan rencana sesi pembelajaran, evaluasi pembelajaran dan micro teaching.


PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN

DAN PERLINDUNGAN ANAK

Telp.& Fax (021) 3448510,    
e-mail : publikasi@kemenpppa.go.id

www.kemenpppa.go.id

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Sabtu, 14 Desember 2019

Panasonic Gobel Terapkan Kebijakan Responsif Perempuan dan Anak, Menteri Bintang Berikan Apresiasi (124)

Dalam rangka menyambut Peringatan Hari Ibu (PHI) yang ke - 91, Perusahaan Panasonic Gobel menyelenggarakan Penyerahan Beasiswa Putra Putri Karyawan…
Siaran Pers, Jumat, 13 Desember 2019

Lindungi Pekerja Perempuan di Pasuruan, Kemen PPPA Hadirkan Rumah Perlindungan (70)

Setelah Kota Cilegon, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) kembali meresmikan Rumah Perlindungan Pekerja Perempuan (RP3) di Pasuruan…
Siaran Pers, Jumat, 13 Desember 2019

Komitmen Indonesia Atasi Eksploitasi Seksual Anak secara Online di Tingkat Dunia (58)

Kekerasan dan eksploitasi anak secara online adalah kejahatan tingkat dunia yang menuntut respon dan tanggungjawab dunia untuk menyelesaikan isu ini…
Siaran Pers, Jumat, 13 Desember 2019

Kemen PPPA Dorong Industri Rumahan Jadi Ciri Khas di Cilegon (69)

Kemen PPPA melalui Deputi Perlindungan Hak Perempuan melakukan kunjungan ke Kawasan Industri Rumahan (IR) di Kelurahan Bendungan
Siaran Pers, Jumat, 13 Desember 2019

Kemen PPPA Goes to School: Tekan Angka Kekerasan terhadap Anak, Ciptakan Sekolah Suasana Kekeluargaan (108)

Banyak cara untuk memberikan pemahaman, menasehati, dan melindungi anak dari kekerasan