Peringati Hari Anak Sedunia, Menteri Bintang Berdialog dengan Forum Anak di Seluruh Indonesia

  • Dipublikasikan Pada : Rabu, 20 November 2019
  • Dibaca : 676 Kali
...

Surakarta (20/11) - Memperingati Hari Anak Sedunia dan 30 Tahun Konvensi Hak Anak, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga melakukan dialog bersama anak-anak dari Forum Anak di Seluruh Indonesia di antaranya yaitu Forum Anak Kota Surakarta, Kota Aceh, Kota Makassar, Kota Kupang, Kabupaten Sorong dan Kota Jayapura.

“Pada Juli 2018, kami dari Forum Anak Kabupaten Sorong telah bekerjasama dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) mendata kepemilikan akta kelahiran anak di Sorong. Di beberapa kampung, kami menemukan masih banyak anak yang belum memiliki akta kelahiran. Upaya kami untuk menangani masalah tersebut yaitu dengan mendata jumlah anak yang belum memiliki akta agar dapat ditindaklanjuti pemerintah,” ungkap salah satu anak perwakilan Forum Anak Kabupaten Sorong, Papua pada dialog interaktif melalui teleconference bersama Menteri Bintang, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Walikota Surakarta FX Rudiyanto, dan Wakil UNICEF Indonesia, Debora Comini.

Menteri Bintang menyampaikan apresiasi setingginya bagi Forum Anak Papua yang telah berupaya memperjuangkan hak-hak anak khususnya terkait peningkatan kepemilikan akta kelahiran di Papua. “Ada 31 hak perlindungan anak yang harus kita penuhi, salah satunya adalah hak anak terkait akta kelahiran. Saya sangat berterima kasih kepada Forum Anak di Papua. Semoga kerjasama yang sudah  kalian lakukan, dapat membantu kami melaksanakan tugas dan fungsi memperkuat perlindungan anak di indonesia,” tutur Menteri Bintang.

Berbeda dengan Forum Anak Papua, wakil dari Forum Anak Aceh menyampaikan upaya yang telah mereka lakukan dalam memenuhi hak-hak anak yaitu memberikan edukasi dan sosialisasi pada anak dan perempuan penyintas bencana. Lain halnya dengan Aceh, Forum Anak Makassar memfokuskan upaya dalam mengampanyekan terkait kebersihan dan pelestarian lingkungan hidup melalui gerakan stop penggunaan plastik.

“Melalui peringatan 30 tahun konvensi hak anak dan hari anak sedunia ini kami harap hak-hak dan perlindungan anak bisa terpenuhi. Semua anak harus tumbuh dan berkembang sesuai usianya. Selamat Hari Anak Sedunia! Mari kita berdiri bersama memastikan pemenuhan dan perlindungan anak dari segala bentuk kekerasan, diskriminasi dan perlakuan salah lainnya,” tegas Menteri Bintang.

Pada rangkaian peringatan hari anak sedunia hari ini, Menteri Bintang juga meresmikan monumen yang didesain oleh anak untuk memperingati hari ulang tahun Konvensi Hak Anak ke-30. Selain itu, anak-anak perwakilan Forum Anak Kota Surakarta juga menyampaikan aspirasi mereka terkait pemenuhan hak-hak anak yang ditujukan bagi para pemimpin dunia.

“Kami anak Jawa Tengah mewakili anak di seluruh dunia, bermimpi agar semua anak Indonesia mendapatkan hak atas identitasnya, yakni akta kelahiran, sehingga tidak ada lagi anak yang terlantar dan terjamin hak-haknya tanpa terkecuali. Ribuan di antara kami tidak akan diakui secara resmi oleh negara, jika tidak bertindak!,” ujar salah satu anak dari Forum Anak Kota Surakarta dalam Peringatan Hari Anak Sedunia dan 30 Tahun Konvensi Hak Anak  di Kota Surakarta, Jawa Tengah hari ini.

Adapun 10 hal lainnya yang ikut disuarakan anak yaitu mimpi anak untuk mendapatkan informasi yang aman dan terlindungi, terpenuhi gizi dan terlindungi kesehatan mentalnya, tidak ada lagi perkawinan anak, tidak ada lagi korupsi di Indonesia.
 
“Kami meminta agar setiap anak dapat bahagia, mendapatkan kasih sayang dalam pengasuhan keluarga. Mendapat perlindungan khusus terutama bagi teman-teman yang berkebutuhan khusus, berhadapan dengan hukum, korban kekerasan, dan korban bencana,” ungkap anak-anak perwakilan Forum Anak Surakarta dalam suaranya. 

Suara anak juga meminta agar tidak ada lagi pekerja anak, tersedianya air minum dari air yang bersih dan sehat bagi anak, adanya reformasi pendidikan untuk membawa anak di Indonesia lebih kreatif, inovatif dan berpikir global, mendapatkan perlindungan dari kekerasan di sekolah, di rumah, di masyarakat, serta dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan terhadap masa depan anak baik dalam kebijakan di legislatif maupun eksekutif.


                                          
PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN  
PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK
                                                                                                         Telp.& Fax (021) 3448510,
                                                                                        e-mail : publikasi@kemenpppa.go.id
website : kemenpppa.go.id

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Senin, 10 Agustus 2020

Optimalisasi Layanan JDIH, Kemen PPPA Sediakan Kemudahan Akses Produk Hukum terkait PPPA (19)

Jakarta (10/08) – Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) merupakan suatu sistem pemanfaatan bersama peraturan perundang-undangan dan bahan dokumentasi hukum…
Siaran Pers, Jumat, 07 Agustus 2020

Menteri PPPA: Perkawinan Anak Harus Dihentikan! (67)

Perkawinan bukanlah sekadar romantisme belaka
Siaran Pers, Kamis, 06 Agustus 2020

Menteri Bintang: Pengesahan RUU PKS Tidak Dapat Ditunda Lagi (51)

Jakarta (6/08) – Keputusan DPR RI untuk mengeluarkan Rancangan Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) dari daftar Program Legislasi Nasional…
Siaran Pers, Jumat, 07 Agustus 2020

Perempuan Setara, Perempuan Merdeka (114)

Jakarta (07/8) – Menteri PPPA Bintang Puspayoga meyakini jika peran perempuan dalam rangka mengisi kemerdekaan dan pembangunan sangat dibutuhkan.
Siaran Pers, Jumat, 07 Agustus 2020

Lindungi Korban dan Tindak Tegas Pelaku Kekerasan Seksual, Kemen PPPA Dorong Pembahasan RUU PKS yang Komprehensif (149)

“Saat ini, kasus kekerasan seksual terus meningkat dengan bentuk dan pola yang semakin beragam. Kekerasan seksual sudah masuk dalam tahap…