Dukungan Psikososial Kembalikan Asa Anak Wamena

  • Dipublikasikan Pada : Minggu, 24 November 2019
  • Dibaca : 479 Kali
...

Siaran Pers Nomor: B-297/Set/Rokum/MP 01/11/2019

 

Kab. Jayawijaya (24/11) Kerusuhan yang terjadi di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua pada 23 September 2019 lalu menyisakan trauma mendalam bagi anak – anak. Kerusuhan memang sudah tidak terjadi lagi, namun masih banyak anak-anak yang belum kembali masuk sekolah karena masih merasa takut apabila tiba-tiba kerusuhan terjadi lagi pada saat mereka belajar di kelas seperti insiden kerusuhan sebelumnya. Oleh karenanya, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) melaksanakan kegiatan Dukungan Psikososial Bagi Anak Korban Kerusuhan Wamena dengan tema “Putra Putri Wamena Mengurai Asa”.

“Ketika konflik sosial terjadi, perempuan dan anak menjadi korban yang paling rentan merasakan akibatnya. Selain keterbatasan pemenuhan kebutuhan dasar seperti pangan dan pelayanan kesehatan, mereka juga mengalami keterbatasan terhadap akses pendidikan dan  perolehan informasi yang di akses melalui media sosial belum tentu valid,” tutur Asisten Deputi Perlindungan Anak dalam Situasi Darurat dan Pornografi Kemen PPPA, Ciput Eka Purwianti.

Dalam sesi Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan 15 anak di Wamena, terungkap masih adanya anak – anak di Wamena yang masih khawatir dan takut akan terjadi kerusuhan kembali, pengalaman melihat temannya menjadi korban kerusuhan, dan merasa sedih karena banyak teman – temannya yang pindah sekolah dan sebagian besar guru-gurunya belum kembali mengajar. 

“Anak – anak harus tetap belajar. Wamena memang baru saja mengalami kejadian luar biasa pada 23 September 2019 lalu. Namun, pemerintah terus memberikan motivasi dan dukungan kepada anak – anak agar terus belajar untuk menggapai cita – cita mereka. Kami tahu belajar baik saja tidak cukup, tapi harus didukung dengan kondisi yang aman agar pembelajaran tersebut menjadi maksimal. Kami berharap dengan adanya kegiatan Dukungan Psikososial Bagi Anak Korban Kerusuhan Wamena anak - anak dapat lebih rileks dan menikmati hidup serta mempunyai motivasi dan keinginan untuk melepaskan beban. Sehingga memiliki konsentrasi belajar yang besar,” tutur Plt. Sekretaris Daerah Pemerintah Kab. Jayawijaya, Tinggal Wusono.

Ciput berharap kegiatan ini dapat mengembalikan semangat anak – anak Wamena untuk terus belajar dan menjadi tangguh. “Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan bisa menjadi wadah bagi anak – anak untuk menyampaikan rekomendasi kepada pemerintah agar mereka tidak lagi trauma, serta mengembalikan semangat mereka untuk belajar dan dapat kembali memiliki ketangguhan dalam menghadapi masalah sehingga dapat menjadi produktif dan berdaya guna,” tutup Ciput.

Pemberian dukungan psikososial yang dilakukan Kemen PPPA lebih difokuskan bagi anak usia remaja karena di lapangan, aktivitas anak usia remaja menjadi berkurang karena masih mengalami trauma. Selain pembelajaran terkait stabilisasi emosi, Kemen PPPA juga memberikan bantuan berupa perlengkapan sekolah dan peralatan olahraga (volley dan badminton) untuk mengembalikan semangat dalam menjalankan aktivitas anak – anak Wamena.

Kegiatan Dukungan Psikososial Bagi Anak Korban Kerusuhan Wamena dengan tema “Putra Putri Wamena Mengurai Asa” menghasilkan beberapa rekomendasi:

1) Pemda perlu memetakan anak-anak yang terpisah dari orangtua untuk melangkapi pendataan siswa dan guru yang belum kembali yang dilaksanakan saat ini.  

2) Pemda wajib memastikan anak-anak yang terpisah dari orang tuanya mendapatkan pengasuhan pengganti, agar anak tidak telantar;

3) Dibutuhkan joint secretariat/sekretariat bersama untuk melakukan family tracing/reunification;

4) Disusun data terpilah yang terdiri dari kategorisasi usia, jenis kelamin untuk menjalankan point 3);

5) Koordinasi antar dinas dan stakeholders terkait untuk pemenuhan kebutuhan dasar bagi anak, khususnya masalah pendidikan;

6) Menyediakan aktivitas waktu luang khususnya bagi anak remaja untuk menghilangkan trauma, dapat bekerjasama dengan lembaga-lembaga keagamaan.

7) Kemen PPPA diharapkan mengaktivasi Forum Anak sebagai salah satu wadah untuk adanya aktifitas waktu luang bagi anak - anak penyintas.

8) Diberikannya afirmasi terkait masalah ujian di sekolah bagi anak-anak yang belum kembali ke sekolah karena trauma pasca kerusuhan;

9) Sosialisasi dan advokasi bagi seluruh masyarakat juga tokoh agama serta tokoh adat untuk mencegah terjadinya kerusuhan kembali;

10) Orang dewasa juga memerlukan dukungan psikososial karena masyarakat masih mengalami keresahan terkait isu - isu akan terjadi kerusuhan dan  trauma telah mengalami kerusuhan

 

PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN 

PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK 

Telp.& Fax (021) 3448510, 

 e-mail : publikasi@kemenpppa.go.id

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Jumat, 07 Agustus 2020

Menteri PPPA: Perkawinan Anak Harus Dihentikan! (29)

Perkawinan bukanlah sekadar romantisme belaka
Siaran Pers, Kamis, 06 Agustus 2020

Menteri Bintang: Pengesahan RUU PKS Tidak Dapat Ditunda Lagi (27)

Jakarta (6/08) – Keputusan DPR RI untuk mengeluarkan Rancangan Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) dari daftar Program Legislasi Nasional…
Siaran Pers, Jumat, 07 Agustus 2020

Perempuan Setara, Perempuan Merdeka (76)

Jakarta (07/8) – Menteri PPPA Bintang Puspayoga meyakini jika peran perempuan dalam rangka mengisi kemerdekaan dan pembangunan sangat dibutuhkan.
Siaran Pers, Jumat, 07 Agustus 2020

Lindungi Korban dan Tindak Tegas Pelaku Kekerasan Seksual, Kemen PPPA Dorong Pembahasan RUU PKS yang Komprehensif (106)

“Saat ini, kasus kekerasan seksual terus meningkat dengan bentuk dan pola yang semakin beragam. Kekerasan seksual sudah masuk dalam tahap…
Siaran Pers, Kamis, 06 Agustus 2020

Dorong RUU PKS, Wujudkan Aturan Terkait Kekerasan Seksual Berperspektif korban (89)

Meski Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) telah dikeluarkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat RI (DPR RI) dari daftar pembahasan…