Tiga Tahun Perjalanan PATBM, Kemen PPPA Gelar Jambore Nasional Kami Berlian

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 26 November 2019
  • Dibaca : 1315 Kali
...

Jakarta (25/11) – Sebanyak 560 aktivis perlindungan anak berbasis masyarakat (PATBM) dari 34 provinsi di Indonesia menghadiri Pertemuan Jambore Nasional Kader Masyarakat Indonesia Bersama Lindungi Anak (KAMI Berlian) 2019 di Jakarta. Pertemuan ini merupakan bentuk perhatian Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) kepada para pejuang hak dan pelindung anak Indonesia dari unsur masyarakat yang selama ini berjuang di desa-desa Model PATBM.

”Kami harap pertemuan ini dapat menjadi sarana untuk mengevaluasi manfaat PATBM bagi masyarakat dalam menurunkan angka kekerasan pada anak selama tiga tahun pelaksanaannya. Beberapa pengalaman di berbagai daerah membuktikan bahwa konsep PATBM benar-benar mampu menumbuhkan inisiasi masyarakat dalam menemu-kenali, menelaah, memahami, dan mengambil inisiatif untuk memecahkan permasalahan yang ada secara mandiri,” ungkap Deputi Bidang Perlindungan Anak, Nahar dalam sambutannya pada acara Jambore Nasional KAMI Berlian 2019.

Nahar mejelaskan bahwa PATBM dibentuk untuk merespon tingginya kasus kekerasan terhadap anak di masyarakat. Melalui gerakan ini, Kemen PPPA mengajak semua unsur sampai pemerintahan terbawah di Desa/Kelurahan untuk menyelesaikan masalah kekerasan pada anak di masyarakat, upaya penerapan perlindungan anak, mencegah kekerasan terhadap anak, dan menanggapi kekerasan.

“Gerakan PATBM telah berjalan selama 3 (tiga) tahun, berawal di 136 Desa yang menjadi pilot project, saat ini PATBM telah berkembang di 764 Desa di seluruh Indonesia. Selama tiga tahun perjalanannya, berbagai tantangan harus dihadapi para Fasilitator dan Aktivis PATBM dalam melakukan upaya perlindungan anak, seperti jumlah kasus kekerasan terhadap anak yang cukup signifikan dan makin beragam permasalahannya, ditambah pesatnya perkembangan teknologi,” tutur Nahar.


Di samping itu, Nahar juga menambahkan hambatan lainnya yaitu terbatasnya SDM potensial untuk pengembangan PATBM sementara isu anak semakin banyak dan berkembang; terjadinya regenerasi aktivis Desa/Kelurahan PATBM; Indonesia mempunyai kultur, budaya, dan agama yang berbeda-beda.

“Sinergitas dari berbagai lembaga kemasyarakatan juga sangat diperlukan untuk mendukung berbagai kegiatan PATBM agar terlaksana dengan baik. Seperti tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pendidikan, dan tokoh penggiat aktivis anak dan keluarga yang ada di sekitar lingkungan desa/kelurahan PATBM,” pungkas Nahar.

 

 PUBLIKASI DAN MEDIA
  KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN  PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK
                                                                                                         Telp.& Fax (021) 3448510,
                                                                                        e-mail : publikasi@kemenpppa.go.id
www.kemenpppa.go.id

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Sabtu, 17 April 2021

Masyarakat dan Anak Bergerak Bersama Lindungi Anak Korban Terorisme ( 38 )

Sesuai Konvensi Hak Anak, setiap anak di Indonesia memiliki hak untuk bertumbuh dengan baik, didengarkan pendapat mereka dan memiliki hak…

Siaran Pers, Jumat, 16 April 2021

Wujudkan Nusa Tenggara Barat Lebih Ramah Perempuan dan Anak ( 23 )

Sudah banyak praktik baik yang dilakukan oleh Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terkait pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Siaran Pers, Jumat, 16 April 2021

Resmikan Radio Sekolah Perempuan, Menteri Bintang Dorong Pemberdayaan Perempuan di Lombok Utara ( 43 )

Desa Sukadana adalah salah satu desa di Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang pada tahun…

Siaran Pers, Kamis, 15 April 2021

Poligami Tak Sesuai Syariat Berpotensi Rugikan Perempuan  ( 77 )

Jakarta (15/04) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga mengatakan sebuah perkawinan bukan hanya mengenai kepentingan individu atau…

Siaran Pers, Kamis, 15 April 2021

Cegah Kekerasan dalam Pengasuhan, Kemen PPPA Sosialisasi E-Learning Pengasuhan Positif ( 90 )

Jakarta (14/04) –  Mendidik anak adalah proses pembelajaran bagi para orangtua dengan harapan tumbuh kembang anak mereka terjaga dengan baik…