Menteri Bintang Dukung Komitmen Perusahaan dalam Penuhi Hak Anak

  • Dipublikasikan Pada : Kamis, 28 November 2019
  • Dibaca : 1440 Kali
...

Bali (28/11) – Peran dunia usaha dalam perlindungan dan pemenuhan hak anak memiliki andil yang cukup besar. Hal tersebut dilakukan dengan mewujudkan perusahaan layak anak yang telah dilakukan oleh Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI). Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga mengapresiasi langkah APSAI yang sudah sejak 2011 berkomitmen mendukung perlindungan dan pemenuhan hak anak di Indonesia baik melalui kebijakan maupun produk yang dihasilkan.
 
”Sebagai pendatang baru saya senang sekali bisa banyak bertemu, mendengar, dan belajar dari para stakeholder Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) yang selama ini sudah menjalin hubungan baik. Besar rasa keingintahuan saya agar kedepannya bisa sama-sama bersinergi demi kepentingan perempuan dan anak di Indonesia,” ungkap Menteri Bintang saat memberikan sambutan dalam pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI), di Legian, Bali, (28/11).

Semetara itu, Ketua Umum APSAI Pusat, Luhur Budijarso menerangkan saat ini telah terbentuk 27 APSAI baik di pusat maupun daerah, dengan total keanggotaan kurang lebih 720 perusahaan dimana angka tersebut meningkat pesat dalam 2 tahun terakhir. ”Jumlah perusahaan yang bergabung bukan sebuah angka yang istimewa, tapi jika kita petakan sampai ke anak perusahaan dan vendor didalamnya dan komitmen yang sungguh-sungguh, maka dampak yang dihasilkan akan lebih komprehensif. Semoga ini bisa mengawali perjalanan panjang kita untuk seluruh perusahaan di Indonesia bisa bersinergi dan mewujudkan perusahaan layak anak,” ujar Luhur.  
 
Luhur menambahkan ada 3 hal yang diperjuangkan oleh APSAI dan sejalan dengan Kemen PPPA, yakni; Policy, Product, dan, Program. Policy atau peraturan perusahaan adalah sebuah awal dalam memulai perubahan, contohnya dengan menerapkan peraturan melarang pekerja anak di suatu perusahaan. Kemudian Product, bagaimana sebuah perusahaan bisa membuat product yang ramah anak meskipun bidang mereka tidak berkaitan dengan anak. Terkahir adalah program, perusahaan harus memiliki sebuah prorgram Corporate Social Responsibility (CSR) yang sasarannya adalah anak.

Menteri Bintang menuturkan kehadiran APSAI baik di pusat maupun daerah dapat menjadi salah satu solusi atas persoalan pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak. Saya optimis jika kedepannya Kemen PPPA dan APSAI terus bergandengan tangan dan bersinergi maka kita dapat mewujudkan perlindungan dan pemenuhan hak anak yang lebih baik lagi.  

”Apresiasi dan ucapan terima kasih saya sampaikan kepada semua pihak yang telah aktif mengambil inisiatif, dan bergabung dalam APSAI. Besar harapan agar ke depan akan semakin banyak perusahaan-perusahaan yang bergabung ke dalam APSAI. Hal tersebut tentunya juga tidak luput dari peran pemerintah daerah sebagai komitmen meningkatkan kepedulian pada pemenuhan hak anak. Sebab jika semakin banyak perusahaan yang peduli pada anak dan mengambil peran di dalamnya, maka anak-anak Indonesia akan semakin terlindungi,” tutup Menteri Bintang.


PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN  PEREMPUAN
DAN PERLINDUNGAN ANAK
Telp.& Fax (021) 3448510,
e-mail : publikasi@Kemenpppa.go.id

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Sabtu, 17 April 2021

Masyarakat dan Anak Bergerak Bersama Lindungi Anak Korban Terorisme ( 39 )

Sesuai Konvensi Hak Anak, setiap anak di Indonesia memiliki hak untuk bertumbuh dengan baik, didengarkan pendapat mereka dan memiliki hak…

Siaran Pers, Jumat, 16 April 2021

Wujudkan Nusa Tenggara Barat Lebih Ramah Perempuan dan Anak ( 23 )

Sudah banyak praktik baik yang dilakukan oleh Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terkait pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Siaran Pers, Jumat, 16 April 2021

Resmikan Radio Sekolah Perempuan, Menteri Bintang Dorong Pemberdayaan Perempuan di Lombok Utara ( 43 )

Desa Sukadana adalah salah satu desa di Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang pada tahun…

Siaran Pers, Kamis, 15 April 2021

Poligami Tak Sesuai Syariat Berpotensi Rugikan Perempuan  ( 77 )

Jakarta (15/04) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga mengatakan sebuah perkawinan bukan hanya mengenai kepentingan individu atau…

Siaran Pers, Kamis, 15 April 2021

Cegah Kekerasan dalam Pengasuhan, Kemen PPPA Sosialisasi E-Learning Pengasuhan Positif ( 90 )

Jakarta (14/04) –  Mendidik anak adalah proses pembelajaran bagi para orangtua dengan harapan tumbuh kembang anak mereka terjaga dengan baik…