Yohana Yembise : Kembangkan Industri Rumahan Melalui Pemberdayaan Perempuan dalam Sistem Ekonomi Rumah Tangga

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 23 Februari 2016
  • Dibaca : 2037 Kali

Yohana Yembise:

Kembangkan Industri Rumahan Melalui Pemberdayaan Perempuan dalam Sistem Ekonomi Rumah Tangga

 

Bali (24/11)- “Kementerian PP dan PA  mendukung dan mendorong tumbuhnya wirausaha-wirausaha baru yang dimulai dari produk-produk yang dihasilkan dan dikerjakan di rumah yang dikenal sebagai industri rumahan yang menyentuh perempuan untuk mengerjakan”, kata Yohana saat membuka Rapat Kerja Nasional  Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) ke XXV Tahun 2014 di Sanur, Bali. Dalam kiprahnya IWAPI sudah memberikan akses, partisipasi, kontrol dan manfaat di bidang bisnis. Tentunya perhatian dan komitmen ini sangat membantu pemerintah Kabinet Kerja untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang menjadi prioritas Agenda Nawa Cita. Untuk itu, kabinet kerja mendukung Perempuan Pengusaha Indonesia untuk meningkatkan perekonomian Bangsa.

Menteri PP dan PA, Yohana Susana Yembise menyerahkan penghargaan kepada Perempuan Pengusaha Berprestasi tingkat Nasional pada acara Rakernas IWAPI ke XXV di Hotel Inna Grand Bali Beach, Bali, 24 November 2014.

 

Yohana mengatakan pengembangan industri rumahan melalui pemberdayaan perempuan dalam sistem ekonomi rumah tangga merupakan bagian dari integrasi agenda prioritas pemerintah dalam kabinet kerja. Melalui Industri rumahan ini, perempuan dapat berproduksi tanpa harus meninggalkan rumah, bahkan industri rumahan yang maju dapat menyerap tenaga kerja dan menciptakan lapangan kerja. Ditambah lagi dengan adanya kemajuan teknologi, maka produk industri rumahan ini dapat dipasarkan dari rumah melaui internet. Dari jumlah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), ditengarai 40% diantaranya adalah pengusaha perempuan. Pengembangan usaha yang mereka lakukan telah banyak memberikan kontribusi bagi keluarga, lingkungan dan masyarakat.

 

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan perlindungan anak melalui strategi pengarusutamaan gender senantiasa mendorong dan mendukung perempuan untuk terus berkarya, memanfaatkan potensi yang ada, baik di rumah maupun di luar rumah, karena yang harus diperhatikan adalah kreativitas, keterampilan dan bakat individu.

 

“Saya berharap Rakernas IWAPI ini dapat menghasilkan terobosan dan strategi baru dalam pengembangan UMKM. Hal ini Sesuai dengan Nawa Cita meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia yang tinggi, maju dan sejahtera karena sebentar lagi kita sudah harus siap menghadapi persaingan bebas dunia, bahkan sudah harus siap dengan ASEAN 2015. Saya juga berharap Rakernas IWAPI dapat langsung menyentuh pokok-pokok persoalan yang dihadapi UMKM dan mendapat solusi pemecahan masalahnya. Saya yakin, IWAPI pasti mampu membuat inovasi dan terobosan, sehingga UMKM diakui oleh dunia”, pungkas Menteri. (ESN)

 

 

HUMAS KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN

DAN PERLINDUNGAN ANAK

 

Telp.& Fax (021) 3456239, e-mail : humas.kpppa@yahoo.co.id

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Sabtu, 21 September 2019

PPT KTPA Bentuk Negara Hadir Lindungi Perempuan dan Anak (41)

Pusat Pelayanan Terpadu Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak (PPT KTPA) RSUD Beriman Balikpapan yang berdiri sejak Februari 2019 memberikan penanganan…
Siaran Pers, Sabtu, 21 September 2019

Teman Sebaya Dukung Sekolah Ramah Anak (50)

Teman Sebaya berperan besar dalam mendorong terwujudnya Sekolah Ramah Anak (SRA).
Siaran Pers, Sabtu, 21 September 2019

Ayo ke PUSPAGA, Demi Keluarga Berkualitas! (40)

Menjadi orang tua di zaman sekarang memiliki tantangan yang lebih berat daripada menjadi orang tua di zaman dahulu.
Siaran Pers, Jumat, 20 September 2019

Komitmen Pimpinan Pusat Dan Daerah Pacu Pembangunan Pppa (67)

Kepulauan Seribu (19/09) – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) melakukan Rapat Evaluasi Pembangunan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan…
Siaran Pers, Jumat, 20 September 2019

Kab.Sleman Berlari Menuju KLA (85)

"Kabupaten Sleman hingga sekarang terus berlari menuju Kabupaten Layak Anak (KLA)"