Tahan Tangis, Menteri Bintang Minta Penyelesaian Kasus Kekerasan Seksual Di Padang Tuntas

  • Dipublikasikan Pada : Senin, 06 Januari 2020
  • Dibaca : 861 Kali
...

Siaran Pers Nomor: B-  356/Set/Rokum/MP 01/01/2020


Padang (06/01) –  Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga menggelar pertemuan di Polresta Padang, Sumatera Barat pada Minggu (05/01). Pertemuan dilakukan dengan Kapolda Sumatera Barat, Kapolresta Padang, serta Kepala Dinas DP3AP2KB Kota Padang. Menteri Bintang berkoordinasi terkait penuntasan kasus kekerasan seksual pada anak TR (12) yang menderita kanker rectum dan akhirnya meninggal Senin (30/12) lalu. 

Kepada Kapolda Sumatera Barat, Irjen Pol Toni Harmanto dan Kapolresta Padang, Kombes Pol Yulmar Try Himawan, Menteri Bintang meminta aparat penegak hukum (APH) mengusut tuntas kasus mengingat korban mengalami kekerasan seksual sejak tahun 2018. 

“Saya mengapresiasi jajaran kepolisian yang telah bertindak. Kasus ini perlu betul-betul didalami oleh pihak kepolisian supaya dapat data yang akurat dan dalam memberikan sanksi pada pelaku tidak salah,” ujar Menteri PPPA, Bintang Puspayoga.

Saat pertemuan berlangsung, Menteri Bintang tak kuasa menahan tangis saat berbicara masalah kekerasan pada perempuan dan anak. 

“Kami di Kemen PPPA diberikan amanah melindungi dan menjaga hak-hak anak Indonesia, tentunya kami tidak bisa sendiri (bekerja). Mohon maaf kalau saya sudah bicara begini saya memang tidak kuat. Saya tidak kuat karena banyak kondisi-kondisi (mengalami kekerasan) pada anak-anak kita sampai hari ini,” ujar Menteri Bintang terisak.

Menteri Bintang berharap dengan memberikan hukuman yang sepantasnya dapat memberikan efek jera bagi pelaku dan masyarakat untuk tidak melakukan kekerasan kepada perempuan maupun anak.

“Kami mohon kerjasama semua pihak utamanya pimpinan daerah, karena perlu komitmen kita bersama untuk menuntaskan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak,” tambah Menteri Bintang. 

Menteri Bintang juga menambahkan penyelesaian kasus kekerasan seksual di Padang dapat menjadi contoh dalam menegakkan keadilan khususnya bagi korban.

“Semangat dan tindakan tegas APH kepada pelaku khususnya di Kota Padang ini, mudah-mudahan menjadi motivasi bagi APH lain di seluruh Indonesia dalam menyelesaikan kasus kekerasan pada perempuan dan anak,” tambah Menteri Bintang.

Merespon arahan Menteri Bintang, Kapolda Sumatera Barat, Irjen Pol Toni Harmanto berkomitmen pihaknya akan memberikan kepastian hukum pada kasus-kasus perempuan dan anak.

“Pihak kepolisian tentu tidak akan tinggal diam terhadap kasus-kasus seperti ini. Akan ditindak tegas. Apalagi isu terkait kasus kekerasan pada anak dengan adanya perubahan Undang-Undang Perlindungan Anak terkait pemberatan hukuman, kita harapkan bisa menimbulkan efek jera (bagi pelaku),” tegas Kapolda Sumatera Barat, Irjen Pol Toni Harmanto.

Selain melakukan koordinasi, Menteri Bintang juga menyempatkan diri bertemu dengan pelaku AMR (56) yang ditahan di Polresta padang. Usai itu, Menteri Bintang Puspayoga beserta rombongan melakukan perjalanan menuju rumah keluarga korban di Kecamatan Bungus, Kota Padang. Dalam kesempatan tersebut, Menteri Bintang memberikan bantuan dan menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada orangtua korban.


PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN                                                                                                                                     DAN PERLINDUNGAN ANAK                                                                                                                                             Telp.& Fax (021) 3448510,                                                                                                          e-mail : publikasi@kemenpppa.go.id                                                                                                                                                                                                     www.kemenpppa.go.id

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Senin, 23 November 2020

Indonesia Setelah 30 tahun Meratifikasi Konvensi Hak Anak (76)

Kesadaran tentang arti penting pemenuhan hak anak dan perlindungan anak telah muncul di benak para pemangku kepentingan di seluruh dunia…
Siaran Pers, Kamis, 19 November 2020

30 Tahun Indonesia Ratifikasi KHA, Wujudkan Indonesia Layak Anak (81)

Anak bukan sekadar penerima tongkat estafet penerus kehidupan, lebih dari itu ia adalah subjek atau aktor pembuat perubahan
Siaran Pers, Jumat, 20 November 2020

Refleksi dan Tantangan, 30 Tahun Indonesia Ratifikasi Konvensi Hak Anak (KHA) (95)

Denpasar, Bali (20/11) – Indonesia merupakah salah satu negara yang telah meratifikasi Konvensi Hak Anak (KHA) melalui Keputusan Presiden Nomor…
Siaran Pers, Jumat, 20 November 2020

Menteri Bintang : Hari Anak Sedunia, Mari Bangun Indonesia yang Lebih Layak Bagi Anak-Anak! (92)

Momentum Hari Anak Sedunia menjadi pengingat bagi kita akan pengakuan hak-hak anak sebagai bagian dari Hak Asasi Manusia (HAM).
Siaran Pers, Kamis, 19 November 2020

4 Pilar Pembangunan, Pondasi Mewujudkan Kabupaten/Kota Layak Anak (132)

Lembaga masyarakat, perusahaan, dan media merupakan pembangunan dan juga menjadi kekuatan dalam mewujudkan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA).