Press Release:Kaum Perempuan Sebagai Agent Of Change Lingkungan Hidup

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 23 Februari 2016
  • Dibaca : 1071 Kali

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

Republik Indonesia

 

PRESS RELEASE

KAUM PEREMPUAN SEBAGAI AGENT OF CHANGE LINGKUNGAN HIDUP

 

Solo (14/05), Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Menteri PP & PA) berkesempatan menyampaikan aspirasinya pada Seminar “Peran Perempuan Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup” yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup. Seminar ini diharapkan dapat mensinergikan berbagai konsep dan menjadi sarana dialog serta mencari solusi pemecahan masalah terhadap hambatan atau kendala yang berkaitan dengan upaya membangun peran perempuan dalam pengelolaan lingkungan hidup.

 

Perempuan dan lingkungan hidup adalah sebuah perpaduan interaksi yang indah antara kearifan kaum hawa dengan manfaat terbaik dari alam. Perempuan dalam perannya sebagai pengelola rumah tangga acapkali memanfaatkan alam sebagai elemen pemenuh kebutuhan hidup. Mengingat begitu pentingnya keberadaan alam dalam kehidupan keluarga, maka kaum perempuan pun terus menjaga keseimbangan alam.

 

Disamping itu, Perempuan atau Ibu merupakan media edukasi pertama dan utama bagi anak-anaknya. Melalui ibu, pendidikan dan penyadaran tentang kepedulian terhadap lingkungan dapat ditanamkan pada anak-anak sejak dini. Dari penerapan pola hidup ramah lingkungan yang dilakukan dalam sebuah keluarga, anak akan terbiasa dalam menjaga lingkungannya. Jika kebiasaan dan kesadaran ini mengakar dalam diri anak-anak maka di masa depan akan terbentuk generasi yang peduli pada lingkungan.

 

Ibu Negara pada kesempatan side event Konferensi PBB terkait dengan Perubahan Iklim di Bali beberapa tahun yang lalu telah mendorong terbentuknya Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara (GPTP) yang sampai saat ini setiap awal Desember telah ikut aktif menanam pohon serta menyampaikan dan mendukung program pemerintah  “Menanam 1 Milyar Pohon”. Ada 7 organisasi perempuan yang terlibat yaitu SIKIB, KOWANI, Dharma Wanita Persatuan, Dharma Pertiwi, Tim Penggerak PKK, Bhayangkari dan Aliansi Perempuan untuk Pembangunan Berkelanjutan. Kementerian  Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak turut aktif mengkoordinasikan berbagai kegiatan yang mereka lakukan dan mendukung dalam berbagai kesempatan. Tanggal 1 Desember merupakan hari GPTP. Disini terlihat bahwa perempuan mempunyai peranan strategis untuk menjaga dan melestarikan lingkungan, untuk mengawasi terjadinya kerusakan dan pencemaran lingkungan dan dapat menjadi “agent of change” dan Penentu Kebijakan di dalam mengembangkan lingkungan yang responsif gender.

 

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPP-PA) dalam konteks ini berperan untuk melakukan advokasi, sosialisasi, “capacity building” dan pendampingan teknis terkait dengan pemahaman Pengarusutamaan Gender di 28 Kementerian/Lembaga (K/L) termasuk Kementerian Lingkungan Hidup. Pendampingan teknis ini kemudian di aplikasikan dalam perencanaan dan penganggaran yang responsif gender di setiap masing-masing internal K/L. Hal ini dilakukan untuk mengatasi permasalahan diskriminasi gender di berbagai bidang pembangunan, termasuk di bidang lingkungan. Lebih jauh lagi komitmen kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan ini tidak saja menjadi komitmen nasional, namun juga komitmen internasional misalnya tercantum dalam Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan (CEDAW), Landasan Aksi Beijing dan Tujuan Pembangunan Millenium (MDGs). Selain itu, salah satu indikator kualitas SDM di dunia yang dimuat di dalam Indeks Pembangunan Gender tahun 2011 adalah kesetaraan gender dan pembangunan yang berkelanjutan. Ini artinya terwujudnya kesetaraan gender akan dapat memperbaiki pembangunan yang berkelanjutan, dan sebaliknya pembangunan akan berkesinambungan apabila perempuan dan laki-laki setara sebagai mitra sejajar.

 

“Saya rasa untuk mewujudkan pelestarian lingkungan hidup yang komprehensif maka harus dimulai dari tingkat keluarga sebagai etintas terkecil dalam masyarakat. Kegiatan penyadaran pada keluarga dapat dimulai dari kegiatan-kegiatan di akar rumput seperti Tim Penggerak PKK, Posyandu, Posdaya, Kelompok ekonomi produktif dan lain-lain. Bagi K/L terkait dan daerah saya harap dapat mengimplementasikan kebijakan PUG dan perencanaan dan penganggaran yang responsif gender di masing-masing kebijakan/program/kegiatan serta mengembangkan program-program untuk pemberdayaan perempuan di dalam di instansi masing-masing”, tutur Menteri PP & PA.

 

HUMAS KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN

DAN PERLINDUNGAN ANAK

Telp.& Fax (021) 3456239, e-mail : humas_kpp@yahoo.co.id

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Sabtu, 01 Juni 2019

Mama Yo: Pilih Transportasi Aman Demi Keselamatan Anak dan Perempuan! (240)

Jakarta (01/06) - Sudah 2 jam Suci (51) bersama anak dan cucu - cucunya menunggu Kereta Api Serayu jurusan Cilacap…
Siaran Pers, Jumat, 31 Mei 2019

Upaya Pemerintah Kabupaten Sorong dalam Percepatan Kepemilikan Akta Kelahiran Anak (143)

Dalam Pemenuhan Hak Anak, Negara bertanggung jawab untuk memastikan semua anak mendapat hak dasar seperti yang tertuang dalam Undang-Undang Perlindungan…
Siaran Pers, Jumat, 31 Mei 2019

Anak Yatim Piatu Dianiaya Orang Tua Asuh, Kemen PPPA Pastikan Perlindungan dan Hak Anak (230)

Kabar duka kembali menghampiri salah satu anak Indonesia di Depok, Jawa Barat. CA (11 tahun) terbaring di RS Fatmawati Jakarta…
Siaran Pers, Kamis, 30 Mei 2019

Pengasuhan dan Pendidikan sebagai Ujung Tombak Perlindungan Anak (178)

Di tengah – tengah panggung fashion show pada acara amal bertajuk “Share Our Love With Rumah Belajar Miranda”, Menteri Pemberdayaan…
Dokumen Kinerja, Selasa, 28 Mei 2019

LAKIP DEPUTI TKA 2018 (82)

LAKIP DEPUTI TKA 2018