Menteri Bintang Minta Anak-Anak di Kawasan Wisata Terlindungi dari Bahaya Eksploitasi Anak

  • Dipublikasikan Pada : Kamis, 23 Januari 2020
  • Dibaca : 211 Kali
...

Siaran Pers Nomor: B-  013/Set/Rokum/MP 01/01/2020

Lombok Tengah (23/1) – “Hasil assessment Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) dan ECPAT Indonesia di 7 (tujuh) destinasi wisata pada 2017, mengungkapkan bahwa praktik serta indikasi kekerasan dan eksploitasi seksual anak kerap terjadi terhadap anak-anak yang tinggal di sekitar destinasi wisata. Misalnya prostitusi anak terselubung, penyebaran materi pornografi, serta berbagai kekerasan dalam bentuk lainnya,” ungkap Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga dalam Pertemuan Tindak Lanjut Pencanangan Desa Wisata Ramah Anak Bebas Eksploitasi dan Pelatihan bagi Aktivis Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) serta Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di Desa Kuta, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. 
 
Menteri Bintang menambahkan terkait kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (trafficking) dan eksploitasi anak, pada Januari – Desember 2019 terdapat 79 anak perempuan dan 21 anak laki-laki menjadi korban trafficking, serta 67 anak perempuan dan 30 anak laki-laki menjadi korban eksploitasi (Data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak Kemen PPPA). Survei Angkatan Kerja Nasional 2018 juga menunjukan Provinsi Nusa Tenggara Barat menempati posisi ke-9 dari 34 provinsi dengan presentase pekerja anak terbanyak.

“Sesuai arahan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, Kemen PPPA diberi tugas untuk menangani 5 isu prioritas, yaitu peningkatan pemberdayaan perempuan dalam kewirausahaan; peningkatan peran ibu dan keluarga dalam pendidikan/pengasuhan anak; penurunan kekerasan terhadap perempuan dan anak; penurunan pekerja anak; dan pencegahan perkawinan anak,” tutur Menteri Bintang.

Untuk menangani lima isu prioritas tersebut, Menteri Bintang mengajak seluruh pihak seperti pimpinan daerah, kepala desa, aparat penegak hukum, serta masyarakat untuk bekerjasama memenuhi hak-hak anak dan melindungi anak, demi mewujudkan Desa Kuta sebagai Desa Wisata Ramah Anak dan Bebas Eksploitasi. 

“Lombok Tengah memiliki potensi kerajinan yang luar biasa, hal ini tentu berpengaruh besar dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Lombok Tengah. Kami harap meningkatnya PAD Lombok Tengah ini juga diiringi dengan alokasi pengganggaran daerah yang memprioritaskan kebijakan terkait perlindungan perempuan dan anak di Lombok Tengah,” tegas Menteri Bintang.

Pada 2019, Kemen PPPA telah mencanangkan lokasi wisata perdesaan ramah anak bebas eksploitasi sebagai pilot project yaitu Desa Kuta, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. “Dengan adanya pilot project tersebut, diharapkan dapat menja

di langkah awal implementasi dan komitmen bersama pemangku kepentingan dalam terwujudnya wisata perdesaan ramah anak bebas eksploitasi di seluruh Indonesia,” ungkap Menteri Bintang.

 
Menteri Bintang meminta dukungan dan kerjasama seluruh pihak di pelosok Indonesia dalam melindungi anak-anak dari berbagai bentuk kekerasan dan eksploitasi. “Saya harap pertemuan ini dapat menghasilkan tindak lanjut rencana kerja dari Komitmen Bersama Wakil Masyarakat Desa Kuta, Lombok Tengah, NTB yang telah disepakati di 2019, sehingga Desa Kuta menjadi desa wisata yang aman bagi pemenuhan hak dan perlindungan anak,” pungkas Menteri Bintang.

Di penghujung rangkaian kunjungan kerja, Menteri Bintang juga meninjau sekaligus menyapa anak-anak Rumah Aman di Mataram, NTB. Di Rumah Aman ini, Menteri Bintang menemui 28 anak di antaranya 6 (enam) bayi yang merupakan anak dari korban kekerasan, anak korban kekerasan seksual dengan kehamilan tidak dikehendaki, dan anak-anak lainnya yang memerlukan perlindungan khusus. Selain itu, Menteri Bintang juga memastikan anak-anak di rumah aman tersebut mendapatkan pendidikan formal di sekolah. 


PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN  PEREMPUAN
                                                                                                 DAN PERLINDUNGAN ANAK
                                                                                                         Telp.& Fax (021) 3448510,
                                                                                        e-mail : publikasi@kemenpppa.go.id
website : kemenpppa.go.id

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Sabtu, 22 Februari 2020

Pedofil Anak Makin ‘Merajalela’, Kemen PPPA: Berikan Efek Jera pada Pelaku (57)

Jakarta (22/02) - Beberapa hari lalu, publik kembali dibuat geram dengan terkuaknya kasus pedofil anak sesama jenis dan eksploitasi seksual…
Siaran Pers, Jumat, 21 Februari 2020

Angka Pekerja Migran Indonesia di Lombok Tengah Tinggi,  Kemen PPPA Perkuat Pembinaan Keluarga (55)

Jumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Kota Lombok Tengah dan Provinsi NTB tergolong besar. Hal ini menimbulkan berbagai permasalahan terkait…
Siaran Pers, Jumat, 21 Februari 2020

Resmikan UPTD PPA di NTB, Menteri Bintang Apresiasi Pemerintah Provinsi (34)

“Berdasarkan data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI PPA), per 15 Januari 2020, jumlah laporan kasus kekerasan terhadap…
Siaran Pers, Jumat, 21 Februari 2020

Hadirkan Desa Layak Anak, Jangan Ada Lagi Pekerja Anak dan Perkawinan Anak di Lombok Tengah! (92)

Lombok Tengah (20/2) - Desa Kuta Mandalika yang berada tidak jauh dari Desa Rembitan di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara…
Siaran Pers, Kamis, 20 Februari 2020

Fungsi Ditambah, DPR RI Dorong Tambahan Anggaran Kemen PPPA (111)

Dalam Rapat Kabinet Terbatas (Ratas) yang dilaksanakan pada 9 Januari 2020 lalu, Presiden Joko Widodo telah mengamanahkan untuk menambah fungsi…