Melek Teknologi, Perempuan Bisa Temukan Peluang Pasar Baru

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 11 Februari 2020
  • Dibaca : 218 Kali
...

Siaran Pers Nomor: B-021/Set/Rokum/MP 01/02/2020

 

Jakarta (10/02) Memasuki era revolusi industri 4.0, menjadi sebuah hal yang tidak terhindarkan jika sebuah dunia kerja menuntut adanya campur tangan dan kemampuan teknologi, termasuk bagi perempuan wirausaha. 

Oleh karenanya, dalam HUT Ke – 45 Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga mengajak IWAPI untuk terus meningkatkan kapasitas dan kualitas perempuan wirausaha, utamanya di bidang teknologi agar mereka menemukan peluang pasar yang baru dan melebarkan sayap di dunia online .

“Kami memberikan apresiasi kepada IWAPI yang telah memberikan perhatian yang serius bagi peningkatan kualitas dan kapasitas perempuan wirausaha di Indonesia. Kami berharap IWAPI tidak hanya meningkatkan kapasitas dan kualitas perempuan Indonesia saja, namun juga terus menggali potensi - potensi perempuan yang ada di tingkat pedesaan," tutur Menteri Bintang.

Menteri Bintang melanjutkan, sesuai dengan amanat Presiden RI, Kemen PPPA memiliki 5 isu prioritas, salah satunya peningkatan pemberdayaan perempuan dalam kewirausahaan. Untuk mengantisipasi pesatnya pertumbuhan teknologi, pemberdayaan dan pengembangan kapasitas perempuan dalam kewirausahaan juga harus mempertimbangkan perkembangan teknologi. 

Ketua Umum DPP IWAPI, Dyah Anita Prihapsari atau akrab disapa Nita Yudi mengatakan, selain berusaha menciptakan dan merekrut lebih banyak perempuan untuk berwirausaha, IWAPI juga terus berusaha untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas perempuan wirausaha agar melek teknologi dan  
berani menjelajahi dunia online sebagai peluang pasar yang baru bagi mereka.

"Kami telah melakukan Pelatihan Digitalisasi bagi perempuan wirausaha. Tidak hanya di pusat, pelatihan tersebut juga dilakukan di 18 provinsi," ujar Nita.

Pelatihan Digitalisasi bagi perempuan pengusaha dilakukan oleh IWAPI bekerjasama dengan PT Telkom, Kemenkominfo, Facebook, Google, Blanja.com, dan marketplace lainnya.

"Para pengusaha perempuan yang tadinya bersifat tradisional, harus punya outlet , dan dibebani oleh pembiayaan promosi, dengan beralih ke pasar online mereka bisa meminimalisir dan mengefisiensi pembiayaan produksi.
Dengan menjadi pengusaha di dunia online , perempuan bisa bekerja dari rumah dan mempunyai kesempatan untuk membantu menopang ekonomi keluarga," tutup Nita.

 

PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN

DAN PERLINDUNGAN ANAK

 Telp.& Fax (021) 3448510,

e-mail : publikasi@kemenpppa.go.id

www.kemenpppa.go.id

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Sabtu, 22 Februari 2020

Pedofil Anak Makin ‘Merajalela’, Kemen PPPA: Berikan Efek Jera pada Pelaku (57)

Jakarta (22/02) - Beberapa hari lalu, publik kembali dibuat geram dengan terkuaknya kasus pedofil anak sesama jenis dan eksploitasi seksual…
Siaran Pers, Jumat, 21 Februari 2020

Angka Pekerja Migran Indonesia di Lombok Tengah Tinggi,  Kemen PPPA Perkuat Pembinaan Keluarga (54)

Jumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Kota Lombok Tengah dan Provinsi NTB tergolong besar. Hal ini menimbulkan berbagai permasalahan terkait…
Siaran Pers, Jumat, 21 Februari 2020

Resmikan UPTD PPA di NTB, Menteri Bintang Apresiasi Pemerintah Provinsi (34)

“Berdasarkan data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI PPA), per 15 Januari 2020, jumlah laporan kasus kekerasan terhadap…
Siaran Pers, Jumat, 21 Februari 2020

Hadirkan Desa Layak Anak, Jangan Ada Lagi Pekerja Anak dan Perkawinan Anak di Lombok Tengah! (91)

Lombok Tengah (20/2) - Desa Kuta Mandalika yang berada tidak jauh dari Desa Rembitan di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara…
Siaran Pers, Kamis, 20 Februari 2020

Fungsi Ditambah, DPR RI Dorong Tambahan Anggaran Kemen PPPA (111)

Dalam Rapat Kabinet Terbatas (Ratas) yang dilaksanakan pada 9 Januari 2020 lalu, Presiden Joko Widodo telah mengamanahkan untuk menambah fungsi…