Peran Serta Dunia Usaha, Dorong Hak Anak Terpenuhi

  • Dipublikasikan Pada : Senin, 24 Februari 2020
  • Dibaca : 355 Kali
...

Siaran Pers Nomor: B- 032/Set/Rokum/MP 01/02/2020

Jakarta (22/2) Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) melalui Asisten Deputi Perlindungan Anak dalam Situasi Darurat dan Pornografi, Ciput Eka Purwianti, bersama Anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta H Abraham Lunggana dan Direktur PT. Sari Coffee Anthony Cottan ikut meresmikan Gerai Starbucks Community Store pertama di Indonesia di Pasar Tanah Abang, Blok B. 

Pembukaan Starbucks Community Store ini bermitra dengan Yayasan Komunitas Sahabat Anak (YKSA) dan Indonesia Street Children Organization (ISCO), dimana hasil penjualan nantinya akan didonasikan kepada masyarakat sekitar Tanah Abang, khususnya untuk mendukung pendidikan anak-anak. Dukungan yang diberikan berupa beasiswa dan kegiatan mengisi waktu luang bagi anak-anak melalui pelajaran seni tari dan bahasa Inggris di gedung Community Store. 

“Kami sangat mengapresiasi peran serta dunia usaha juga masyarakat dalam melakukan perlindungan bagi anak. Kami harap Starbuck Indonesia akan membuka community stores lainnya di Indonesia dalam waktu yang tidak terlalu lama. Kami berharap juga bisa dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan untuk anak yang akan dilakukan oleh YKSA dan ISCO,” ujar Asisten Deputi Perlindungan Anak dalam Situasi Darurat dan Pornografi Kemen PPPA, Ciput Eka Purwianti.

Menurut pihak Starbucks, Tanah Abang merupakan kawasan perputaran ekonomi yang cukup tinggi namun banyak anak-anak yang ikut mencari nafkah di jalan untuk membantu orangtua, sehingga salah satu hak mereka terhadap akses pendidikan menjadi terputus.

“Kami berharap kedepannya akan semakin banyak community store yang bisa dibangun di Indonesia sehingga semakin banyak masyarakat yang bisa terbantu terutama dapat memberikan perlindungan bagi anak secara maksimal,” ujar Direktur Starbucks Indonesia, Anthony Cottan.

Dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan pendidikan, kedua mitra juga akan melibatkan volunteer, baik dari kalangan umum maupun staf Starbuck Indonesia. Untuk itu, Ciput mengingatkan agar volunteer harus mendapatkan pelatihan tentang Konvensi Hak Anak (KHA) dan Sistem Perlindungan Anak termasuk kode etik dalam bekerja dengan anak. Kemen PPPA juga siap bekerjasama dengan YKSA dan ISCO untuk memberikan materi terkait KHA, SPA, dan kode etik dimaksud agar kepentingan terbaik anak terpenuhi dan terlindungi.


PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN
                                                               DAN PERLINDUNGAN ANAK
                                                                                                         Telp.& Fax (021) 3448510,
                                                                                        e-mail : publikasi@kemenpppa.go.id

Publikasi Lainya

Brosur/Leafet/Boklet, Jumat, 27 Maret 2020

Pedoman Umum Perlindungan Anak Penanganan Vovid-19 (113)

Pedoman Umum Perlindungan Anak Penanganan Vovid-19
Iklan Layanan Masyarakat, Kamis, 26 Maret 2020

APA ITU COVID-19..? YUK SIMAK (159)

APA ITU COVID-19..? YUK SIMAK
Siaran Pers, Senin, 23 Maret 2020

Kasus Balita Meninggal di Kabupaten Agam, Orangtua yang Bercerai Harus Tetap Penuhi Hak Anak (165)

Perceraian dapat menimbulkan banyak polemik, utamanya terkait pengasuhan dan jaminan terhadap hak anak. Di Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat seorang…
Pengumuman, Senin, 23 Maret 2020

PENGUMUMAN No : P.21 Tahun 2020 TENTANG HASIL SELEKSI KOMPETENSI DASAR DAN PENUNDAAN JADWAL SELEKSI KOMPETENSI BIDANG CPNS KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK TAHUN 2019 (1367)

PENGUMUMAN No : P.21 Tahun 2020 TENTANG HASIL SELEKSI KOMPETENSI DASAR DAN PENUNDAAN JADWAL SELEKSI KOMPETENSI BIDANG CPNS KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN…
Artikel, Minggu, 22 Maret 2020

Tool Tips Menghadapi Covid-19 Untuk Orang Tua dan Anak (6340)

Tool Tips Menghadapi Covid-19 Untuk Orang Tua dan Anak