Musibah SMPN 1 Turi, Sleman; Kemen PPPA Pastikan Pemulihan Korban Optimal

  • Dipublikasikan Pada : Rabu, 26 Februari 2020
  • Dibaca : 515 Kali
...

Siaran Pers Nomor: B- 34  /Set/Rokum/MP 01/02/2020

Kabupaten Sleman (24/2) – Indonesia kembali berduka. Sebanyak 10 siswi SMP Negeri 1 Turi, Sleman, DI Yogyakarta, meninggal dunia akibat terseret arus sungai saat melakukan kegiatan susur sungai pada 21 Februari 2020. Musibah ini mendapat perhatian khusus Kemen PPPA yang menindaklanjutinya dengan menerjunkan tim untuk memastikan pemulihan kejiwaan anak korban berjalan dengan optimal.

“Kedatangan kami untuk menyampaikan belasungkawa atas musibah yang menimpa anak-anak SMPN 1 Turi, Sleman. Kami mengapresiasi upaya semua tim yang terlibat dalam penanganan kejadian ini. Serta memastikan tim yang terlibat memberikan  perlindungan dan pendampingan secara optimal bagi anak dan keluarga korban melalui dukungan psikososial hingga mereka kembali pulih,” ungkap Asisten Deputi Bidang Perlindungan Anak dalam Situasi Darurat dan Pornografi, Ciput Eka Purwianti di sela kunjungan tim Kemen PPPA ke lokasi kejadian.

Pada kunjungan tersebut, Asisten Deputi Bidang Perlindungan Anak dari Kekerasan dan Eksploitasi, Valentina Gintings meminta kepada seluruh tenaga pendidik dan orang dewasa lainnya untuk mengutamakan keselamatan anak saat melaksanakan kegiatan di luar ruang. “Hal ini dapat dilakukan melalui pelatihan mitigasi untuk meminimalisir bahkan meniadakan resiko yang membahayakan anak. Anak harus benar-benar diawasi, dalam kondisi tersebut satu pendamping setidaknya bertanggungjawab mengawasi lima anak, khususnya dalam kegiatan di luar sekolah dengan jumlah siswa yang luar biasa banyak” tegas Valentina.

Tim Kemen PPPA bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Sleman juga mendatangi rumah duka kedua korban untuk memberikan dukungan moril kepada orangtua dan keluarga yang ditinggalkan.

DP3AP2KB Kabupaten Sleman telah melakukan pendampingan psikologis pasca bencana pada siswa-siswi penyintas dengan melibatkan 40 relawan anak yang berasal dari Forum Anak, PIK-R, dan Saka Bencana yang sebelumnya diberi pembekalan psikoedukasi dari HIMPSI.

“Kami juga telah membentuk Sekretariat Bersama Perlindungan Anak pasca musibah yang memberikan layanan dukungan psikososial dan kesehatan. Selain itu, bekerjasama dengan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) DIY dan Ikatan Psikologi Klinis (IPK), melibatkan 40 psikolog dan 80 mahasiswa dari UGM, UII, UNY, UAD untuk melakukan assesment dan pendampingan psikososial kepada para anak, orangtua korban dan guru,” ungkap Kepala DP3AP2KB, Mafilindati Nuraini.

UPTD PPA Kabupaten Sleman bekerjasama dengan Puskesmas Kabupaten Sleman juga telah membuka Posko Pendampingan dan Konseling 24 jam di Puskesmas Kecamatan Turi. Hasil di lapangan menunjukkan bahwa kondisi kejiwaan anak penyintas berbeda satu sama lain. Sebagian besar masih terguncang dan memerlukan bantuan psikologis lebih lanjut.

Pihak SMPN 1 Turi, bekerjasama dengan Dinas Kesehatan melakukan cek kesehatan kepada semua penyintas untuk memastikan semua penyintas telah diperiksa kondisi kesehatan fisik dan psikisnya. Sampai 24 Februari 2020, tercatat masih ada 2 siswi yang dirawat di Puskesmas Kecamatan Turi dan 237 lainnya sudah kembali ke rumah.

 

PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN
DAN PERLINDUNGAN ANAK
                                                                                        Telp.& Fax (021) 3448510,
                                                                        e-mail : publikasi@kemenpppa.go.id

www.kemenpppa.go.id

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Rabu, 23 September 2020

Gereja Ramah Anak Sehati Berikan Perlindungan Bagi Keluarga dan Anak (9)

Gereja memiliki peran penting dan strategis untuk bisa memberikan edukasi pola pengasuhan dalam keluarga sekaligus menjadi wadah bagi anak dan…
Siaran Pers, Selasa, 22 September 2020

Kemen PPPA Raih Penghargaan Opini WTP Atas Laporan Keuangan 2019 (33)

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan 2019. Kemen…
Siaran Pers, Selasa, 22 September 2020

Hasil Pembahasan Banggar, Anggaran Kemen PPPA Tidak Berubah, Menteri Bintang Maksimalkan Kinerja (41)

akarta (22/9) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga menghadiri Rapat Kerja (raker) bersama Komisi VIII Dewan…
Laporan Keuangan & BMN, Senin, 21 September 2020

Laporan Keuangan KPPPA Periode Tahunan Audited 2019 (20)

Laporan Keuangan KPPPA Periode Tahunan Audited 2019
Siaran Pers, Minggu, 20 September 2020

Peran Keluarga dalam Perkembangan dan Pertumbuhan Anak (146)

Perkembangan anak yang optimal, ibarat membangun sebuah rumah yang harus memiliki pondasi kuat. Orangtua diharapkan dapat mempersiapkannya secara menyeluruh sehingga…