Kasus Balita Meninggal di Kabupaten Agam, Orangtua yang Bercerai Harus Tetap Penuhi Hak Anak

  • Dipublikasikan Pada : Senin, 23 Maret 2020
  • Dibaca : 502 Kali
...

Siaran Pers Nomor: B-047/Set/Rokum/MP 01/03/2020

 

Jakarta (23/03) – Perceraian dapat menimbulkan banyak polemik, utamanya terkait pengasuhan dan jaminan terhadap hak anak. Di Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat seorang balita diduga telah menjadi korban kekerasan hingga meninggal dunia. Kekerasan diduga dilakukan oleh ayah kandung, ibu tiri, dan tante korban. Kementerian Pemberdayaann Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) akan terus berkoordinasi dan mengawal tindak lanjut dari kasus tersebut.

“Jangan sampai anak menjadi korban dalam perceraian, bahkan hingga nyawanya terenggut. Kami akan terus berkoordinasi dan mengawal tindak lanjut dari kasus ini.
Sebelumnya, Dinas PPPA Bukittinggi telah mendapatkan informasi dari RSUD Achmad Moctar Bukittinggi setelah kondisi korban kritis. Dinas PPPA Bukittinggi juga telah melakukan komunikasi dengan ibu kandung korban dan membawa kasus ini ke Polres Bukittinggi,” tegas Deputi Perlindungan Anak Kemen PPPA, Nahar.

Sebelum korban meninggal dunia pada 19 Maret 2020, korban mengalami kejang – kejang, lalu korban dibawa ke Rumah Sakit Ibnu Sina Bukittinggi oleh ibu kandung korban. Pihak rumah sakit menemukan luka lebam di tubuh dan luka lecet di kening korban. Korban juga diduga mengalami pendarahan otak. Korban lalu dirujuk ke RSUD Achmad Muchtar Bukittinggi. Akhirnya, pada 16 Maret 2020 ibu kandung korban membuat Laporan Pengaduan di Satuan Reskrim Polres Bukittinggi.

Pihak Satuan Reskrim Polres Bukittinggi telah mengamankan ayah kandung, ibu tiri, dan tante korban. Polres Bukittinggi juga masih menggali informasi dari ketiganya untuk mengetahui motif dari perbuatan yang dilakukan pada korban. Mereka juga akan melibatkan Balai Pemasyarakatan (Bapas) karena peristiwa itu melibatkan korban dan terduga pelaku, yakni tante korban yang masih berusia 17 tahun masih di bawah umur. Jenazah korban juga dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumbar untuk menjalani autopsi atau bedah mayat.

Dari kasus ini, Kemen PPPA memberi peringatan bagi orangtua yang bercerai agar tetap mengutamakan pengasuhan dan pemenuhan hak anak, serta memastikan agar anak tidak mengalami penelantaran dan kekerasan.

 “Kejadian ini merupakan peringatan dan pelajaran bagi orangtua yang bercerai. Ingat, jangan sampai anak menjadi korban dalam perceraian. Pastikan anak mendapatkan pengasuhan yang baik dan haknya terpenuhi. Keluarga besar dari pasangan yang bercerai juga harus ikut andil memastikan hak anak tersebut agar tidak mengalami penelantaran dan kekerasan,” tutup Nahar.

 

                                           PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN

                                            DAN PERLINDUNGAN ANAK

Telp.& Fax (021) 3448510,

  e-mail : publikasi@kemenpppa.go.id 

   www.kemenpppa.go.id

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Rabu, 12 Agustus 2020

Perempuan dan Anak Terdampak Covid-19 di Serang, Banten Harus Bangkit dari Situasi Sulit (29)

”Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia saat ini, telah menimbulkan berbagai dampak negatif terutama bagi kaum perempuan dan anak sebagai kelompok…
Siaran Pers, Rabu, 12 Agustus 2020

Perempuan Berdaya, Perempuan Setara  (31)

Jakarta (11/08) - Memperkuat ketahanan ekonomi untuk pertumbuhan yang berkualitas merupakan salah satu dari 7 agenda pembangunan lima tahun ke…
Siaran Pers, Rabu, 12 Agustus 2020

Aktivis PATBM Terus Bergerak Aktif Berikan Layanan respon Cepat selama Masa Pandemi Covid-19 (35)

Sejak diinisiasi oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) pada 2016 para aktivis gerakan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis…
Siaran Pers, Rabu, 12 Agustus 2020

Menteri PPPA : Penuhi Hak Anak, Dukung Pemberian Asi Ekslusif (23)

Jakarta (12/08) – 1000 hari pertama anak hingga usia 2 tahun merupakan fase penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak
Siaran Pers, Rabu, 12 Agustus 2020

Sispreneur, Strategi Dukung Perempuan Pelaku UMKM Dalam Masa Pandemi (48)

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga hari ini meluncurkan Kelas Inkubasi Sispreneur yang ditujukan bagi kalangan perempuan…