Press Release : Surabaya Kota Peduli Perempuan

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 23 Februari 2016
  • Dibaca : 2515 Kali
logo_kpp
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
Republik Indonesia

PRESS RELEASE
SURABAYA KOTA PEDULI PEREMPUAN
Surabaya, 18 Januari 2012


Masih lekat dalam ingatan kita, pada 22 Desember 2011 kemarin, ketika Ibu Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, berdiri tegak bersama 10 Menteri, 1 Kepala Badan, 12 Gubernur, 11 Bupati, dan juga 2 Walikota lainnya untuk mendapatkan penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE). Penghargaan yang pertama kali di gagas pada tahun 2004 ini, diberikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai simbol penghargaan atas kerja keras para pemimpin Kementerian/Lembaga dan juga pemimpin daerah yang telah berkomitmen dan mengimplementasikan strategi pengarusutamaaan gender dan pemenuhan hak anak di berbagai sektor pembangunan.

Nampaknya, komitmen Walikota Surabaya untuk terus memprioritaskan kesetaraan gender dan perlindungan anak tidak hanya berhenti pada penghargaan APE yang diberikan tepat pada acara puncak Peringatah Hari Ibu 2011 kemarin. Bertempat di Taman Surya Surabaya, sang Walikota bersama Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Meneg PP & PA), melaunching Program Surabaya sebagai Kota Peduli Perempuan, karena Surabaya telah menunjukkan komitmennya untuk membangun ragam infrastuktur yang responsif gender. Hal ini dibuktikan dengan kontinuitas pembangunan kota Surabaya yang modern, teratur, bersih, nyaman, ramah lingkungan dan juga peduli perempuan.

Surabaya dapat mencanangkan program Kota Peduli Perempuan ini, tidak hanya melalui retorika semata tetapi juga melalui pembuktian nyata. Surabaya patut menjadi percontohan karena mampu mengimplementasikan 3 pengarusutamaan yang tertuang dalam kewajiban pemerintah pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah periode 2009 – 2014, yakni pengarusutamaan pemerintah yang baik, pengarusutamaan pembangunan yang berkelanjutan, dan pengarusutamaan gender.

Selain itu, Pemerintah Kota Surabaya melalui program pemberdayaan perempuan yang dilaksanakan oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat Surabaya sejak tahun 2009, telah berhasil memberdayakan para Ibu Rumah Tangga melalui ragam pelatihan keterampilan sebagai pelaku usaha di bidang kreasi bordir, batik, daun kering, kain perca, serta usaha makanan dan minuman. Kodrat perempuan bukan semata menjalankan “peran pembantu” melainkan menjalankan “peran sebagai entitas ekonomi”, sehingga pelatihan peningkatan keterampilan usaha UMKM ini pun sangatlah dibutuhkan agar para perempuan mampu menunjukkan potensinya secara maksimal dalam aktivitas ekonomi. Hal ini juga dibuktikan melalui perkembangan partisipasi perempuan pada usaha UMKM yang melesat naik dalam satu tahun terakhir, yakni dari 92 unit di tahun 2010 kemudian berkembang menjadi 500 unit di tahun 2011. Oleh karena itu, para pelaku ekonomi UMKM di Surabaya pun pantas mendapatkan penghargaan sebagai “Pahlawan Ekonomi Surabaya”, khususnya para perempuan pelaku ekonomi.

“Saya sangat berharap, dengan beragam aktivitas dan launching program semacam ini, Kota Surabaya dapat memberikan ciri khas yang belum dimiliki oleh kota-kota lainnya, dimana totalitas dan partisipasi masyarakatnya mampu menumbuh-kembangkan semangat kepedulian kepada siapa saja, termasuk perempuan dan anak-anak, serta upaya-upaya yang mampu meningkatkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.” Ungkap Meneg PP & PA. [ans]
 
HUMAS KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN
DAN PERLINDUNGAN ANAK

Telp.& Fax (021) 3456239, e-mail : humas_kpp@yahoo.co.id

 

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Senin, 24 Februari 2020

Peran Serta Dunia Usaha, Dorong Hak Anak Terpenuhi (29)

Kemen PPPA meresmikan Gerai Starbucks Community Store pertama di Indonesia di Pasar Tanah Abang,
Siaran Pers, Minggu, 23 Februari 2020

Menteri Bintang : Perempuan Harus Mandiri dan Berdaya, Kunci Wujudkan Generasi Unggul! (39)

“Bangsa ini akan maju jika perempuan Indonesia dapat berdaya, memiliki akses untuk berpartisipasi aktif dalam masyarakat, mempunyai kontrol atas berbagai…
Siaran Pers, Sabtu, 22 Februari 2020

Pedofil Anak Makin ‘Merajalela’, Kemen PPPA: Berikan Efek Jera pada Pelaku (79)

Jakarta (22/02) - Beberapa hari lalu, publik kembali dibuat geram dengan terkuaknya kasus pedofil anak sesama jenis dan eksploitasi seksual…
Siaran Pers, Jumat, 21 Februari 2020

Angka Pekerja Migran Indonesia di Lombok Tengah Tinggi,  Kemen PPPA Perkuat Pembinaan Keluarga (61)

Jumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Kota Lombok Tengah dan Provinsi NTB tergolong besar. Hal ini menimbulkan berbagai permasalahan terkait…
Siaran Pers, Jumat, 21 Februari 2020

Resmikan UPTD PPA di NTB, Menteri Bintang Apresiasi Pemerintah Provinsi (40)

“Berdasarkan data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI PPA), per 15 Januari 2020, jumlah laporan kasus kekerasan terhadap…