Kemen PPPA Penuhi Kebutuhan Spesifik Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus 

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 19 Mei 2020
  • Dibaca : 677 Kali
...

 

Siaran Pers Nomor: B-081/Set/Rokum/MP 01/05/2020

Jakarta (19/05) - Pandemi Covid-19 di Indonesia menimbulkan dampak yang cukup signifikan terhadap perekonomian keluarga. FTR (15) beserta 3 adik dan kakaknya yang tidak bisa melanjutkan sekolah karena orang tua yang sehari-hari bekerja sebagai pemulung di Kota Depok tidak bisa beraktivitas memulung lagi. Hal yang sama juga dialami oleh 4 anak yatim yang ditinggal meninggal ayahnya dengan kondisi ibu yang sakit ditengah pandemi Covid-19 di Kab. Bogor. Ini adalah dampak yang dialami oleh anak-anak akibat kondisi ekonomi keluarga dari pandemi Covid-19 di Indonesia. 

"Dalam kondisi pandemi COVID-19 saat ini, Kemen PPPA sesuai dengan tugasnya memastikan anak-anak harus terpenuhi haknya,” tutur Nahar. 

Untuk itu, Kemen PPPA menyampaikan  paket pemenuhan kebutuhan spesifik anak khususnya Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (AMPK) dari 2 keluarga di wilayah Bogor dan wilayah Depok.

Deputi Bidang Perlindungan Anak Kemen PPPA, Nahar menuturkan penyaluran paket pemenuhan kebutuhan spesifik ini diberikan karena anak termasuk dalam kelompok rentan terdampak Covid-19 dan terlaporkan membutuhkan bantuan segera. “Kami mewakili Ibu Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak datang kesini untuk menyampaikan langsung bantuan untuk anak-anak. Dalam kondisi pandemi, pemenuhan kebutuhan anak harus dipastikan agar daya tahan tubuh tetap dalam kondisi baik dengan menjaga pola hidup bersih dan sehat,” tutur Nahar. 

Kesempatan penyaluran paket pemenuhan kebutuhan spesifik anak secara langsung ini juga dimanfaatkan untuk melihat kondisi masyarakat selama masa pandemi, khususnya kondisi kesehatan serta kondisi sosial dan ketahanan ekonominya. Selain itu, kesempatan ini juga untuk memastikan pemenuhan hak anak untuk tetap sekolah tetap terpenuhi. 

“Kami menitipkan kepada orang tua untuk memastikan anak-anak tetap bisa bersekolah, tidak bekerja dulu dan tetap menjaga kesehatan. Mudah-mudahan bantuan ini dapat meringankan beban ibu bapak dan membantu memenuhi kebutuhan anak. Jika ada kendala dalam memenuhi kebutuhan anak, bapak ibu atau anak-anak bisa melaporkan hal tersebut ke Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di wilayahnya,” tambah Nahar. 

Sementara itu, untuk penyerahan paket pemenuhan kebutuhan spesifik anak di Kabupaten Bogor diwakilkan oleh Asisten Deputi Perlindungan Anak dari Kekerasan dan Eksploitasi, Valentina Gintings. Kemen PPPA telah memastikan bahwa keluarga yang menerima paket pemenuhan kebutuhan spesifik anak, sebelumnya sudah mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah daerah setempat. 

Valentina mengatakan kehadiran kami disini untuk memastikan kondisi anak dalam keadaan sehat dan terpenuhi haknya. “Kami titip anak-anak supaya bisa dipastikan hak pendidikannya. Kami harapkan Pemerintah Daerah memastikan anak-anak yang sempat putus sekolah bisa kembali bersekolah. Jika ada kesulitan, Ibu dan keluarga tidak perlu panik, Pemerintah pasti akan membantu,” tambah Valentina. 


PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN 
DAN PERLINDUNGAN ANAK 
Telp.& Fax (021) 3448510, 
e-mail : publikasi@kemenpppa.go.id

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Selasa, 13 April 2021

Menteri Bintang Minta Penggunaan Anggaran DAK Tepat Sasaran ( 44 )

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga meminta pemerintah daerah  untuk mengawal dan memastikan proses penggunaan Dana Alokasi Khusus…

Siaran Pers, Selasa, 13 April 2021

Menteri Bintang Minta Kepala Daerah Membuat Kebijakan Berpihak Pada Perempuan ( 81 )

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga mengharapkan kepala daerah lebih menghadirkan kebijakan yang berpihak pada perempuan. Hal itu…

Siaran Pers, Selasa, 13 April 2021

Indonesia Jadi Tuan Rumah G20 Empower, Perkuat Kepemimpinan Perempuan di Sektor Swasta ( 121 )

Indonesia akan menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang diselenggarakan di Bali pada 2022. Pada rangkaian KTT tersebut…

Siaran Pers, Jumat, 09 April 2021

Kemen PPPA Dorong Satuan Pendidikan Semakin Ramah Anak dan Remaja ( 95 )

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) mendorong satuan pendidikan semakin empatik dan ramah terhadap anak dan remaja sebagai…

Siaran Pers, Jumat, 09 April 2021

Kemen PPPA Rampungkan Verifikasi Calon Penerima Anugerah Parahita Ekapraya 2020 ( 166 )

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) telah selesai melaksanakan verifikasi lapangan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Tahun 2020 terhadap…