Menteri Bintang : ‘Sekoper Cinta’ Berdayakan Perempuan Jawa Barat

  • Dipublikasikan Pada : Sabtu, 27 Juni 2020
  • Dibaca : 81 Kali
...

Siaran Pers Nomor: B-127/Set/Rokum/MP 01/06/2020
 
Jakarta (26/6) – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jawa Barat menunjukkan komitmennya dalam mendorong perempuan menjadi lebih mandiri, berani, dan berdaya dengan menggagas Sekolah Perempuan Capai Impian dan Cita-Cita (Sekoper Cinta). 

“Program Sekoper Cinta digagas sebagai solusi dan langkah preventif terhadap masalah kekerasan, eksploitasi, dan diskriminasi bagi perempuan di Provinsi Jawa Barat serta untuk meningkatkan kualitas hidup para perempuan,” ucap Ketua DP3AKB, Poppy Sophia Bakir saat menerima kunjungan kerja Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga ke Kantor Sekretariat Sekoper Cinta di Bandung, Jumat (26/06).

Sekoper Cinta merupakan sekolah non-formal bagi perempuan di Provinsi Jawa Barat yang metode pembelajarannya cukup unik. Para perempuan yang belajar di Sekoper Cinta diajarkan untuk memahami diri sendiri, belajar mendidik anak dengan baik, dan pelatihan membuka peluang usaha dari sisi ekonomi. Dari segi modal, para alumni mengaku memperoleh bantuan modal untuk memulai usaha. 

Rohaeni, salah satu alumni Sekoper Cinta dari Desa Malasari, Kabupaten Bandung mengatakan ilmu yang diperoleh selama enam bulan sebagai peserta di Sekoper Cinta sangat bermanfaat, terutama di saat pandemi Covid-19.

“Dari Sekoper Cinta, kami banyak dapat ilmu, jadi selangkah lebih maju. Ibu-ibu yang dulunya tidak tahu sekarang jadi tahu, yang dulunya cuma diam di rumah sekarang bisa berbisnis, seperti bisnis online. Terutama di masa pandemi ini, kami membuat masker dan disinfektan sendiri lalu dijual,” ujar Rohaeni yang menjadi alumni Sekoper Cinta angkatan I tahun 2019.

Mengakhiri rangkaian kunjungan kerja di Bandung, Jawa Barat, Menteri PPPA, Bintang Puspayoga merespons positif kehadiran Sekoper Cinta bagi perempuan di Provinsi Jawa Barat. Sekoper Cinta dinilai berkontribusi mendorong peningkatan kesetaraan gender dan keterlibatan perempuan di Jawa Barat dalam proses pembangunan. 

“Program Sekoper Cinta yang telah sukses dilakukan dapat menjadi model nasional untuk pemberdayaan perempuan. Di Indonesia, sudah terdapat beberapa sekolah perempuan, tetapi belum ada yang jangkauannya pada tingkat provinsi seperti Sekoper Cinta,” ujar Menteri Bintang. 

Sejak diluncurkan pada Desember 2018 hingga saat ini, Sekoper Cinta telah memiliki 2.700 lulusan. Adapun dari setiap satu perempuan alumni Sekoper Cinta, diwajibkan merekrut tiga orang kader sehingga kader yang tercipta akan semakin banyak. Peserta Sekoper Cinta diprioritaskan bagi perempuan-perempuan yang berada di daerah yang indeks pembangunan manusianya masih rendah.
Pelaksanaan Sekoper Cinta dilakukan di satu desa yang ditentukan oleh setiap kabupaten/kota di Jawa Barat. Peserta dari tiap-tiap desa terdiri dari 100 perempuan ibu rumah tangga, yang sudah berusia di atas 18 tahun. Durasi pembelajaran dilakukan sebanyak 12 kali pertemuan atau dalam waktu tiga bulan. Materi disampaikan oleh 270 orang pelatih yang telah menjalani Training of Trainers oleh 19 Master of Trainers di tingkat provinsi.


PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN  PEREMPUAN
                                                                                                 DAN PERLINDUNGAN ANAK
                                                                                                         Telp.& Fax (021) 3448510,
                                                                                        e-mail : publikasi@kemenpppa.go.id

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Kamis, 02 Juli 2020

Percepat Penurunan Angka Stunting di Sumba Timur Melalui Peningkatan Gizi Ibu dan Anak (8)

Waingapu, Sumba Timur (2/7) – Stunting di Nusa Tenggara Timur bukan hanya persoalan kesehatan dan kekurangan gizi tapi juga karena…
Siaran Pers, Rabu, 01 Juli 2020

Menteri Bintang Apresiasi Pemulangan 2 Anak Korban Ekploitasi Ekonomi (9)

Kupang (1/07) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga mengapresiasi atas kerja keras dari Unit Pelaksanaan Teknis Dinas…
Siaran Pers, Sabtu, 04 Juli 2020

Menteri Bintang: Kasus Viral Penculikan Terhadap Perempuan dan Anak di Sumba Harus Dihentikan dan Tidak Boleh Terulang! (52)

Kasus penculikan terhadap perempuan di Sumba yang viral di media sosial dan dipersepsikan sebagian orang sebagai kawin tangkap menimbulkan banyak…
Siaran Pers, Jumat, 03 Juli 2020

Pendampingan Optimal Bagi Anak Penyandang Disabilitas di Masa Pandemi Covid-19 (22)

Asisten Deputi Bidang Perlindungan Anak dari Situasi Darurat dan Pornografi Kemen PPPA, Ciput Purwianti mengungkapkan sebanyak 70% penyandang disabilitas belum…
Siaran Pers, Jumat, 03 Juli 2020

Tanamkan Nilai Kesetaraan Sejak Dini pada Anak (24)

Semua anak harus diperlakukan secara setara, baik antara anak laki-laki dan perempuan, maupun relasi anak dengan orangtuanya