Tantangan Orang Tua Hadapi Era New Normal

  • Dipublikasikan Pada : Senin, 06 Juli 2020
  • Dibaca : 742 Kali
...

Siaran Pers Nomor: B-137/Set/Rokum/MP 01/07/2020

Jakarta (06/7) – Rencana penerapan kebijakan tatanan normal baru (new normal) di tengah pandemi Covid-19, mengharuskan para orang tua dan keluarga menyesuaikan cara pengasuhan dengan kondisi saat ini. Sebab menurut Deputi Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) Lenny N Rosalin orang tua menghadapi sejumlah tantangan dalam pengasuhan di masa pandemi Covid-19.

“Orang tua menghadapi beberapa tantangan baru seperti perubahan rutinitas yang signifikan, kesulitan interaksi, kesulitan psikososial dan ekonomi, manajemen emosi dan energi, ketidakpastian masa depan, serta adaptasi terhadap teknologi,” ujar Lenny dalam Webinar ‘Gembira Bersama Keluarga Melalui Komunikasi dan Pengasuhan Positif di Era New Normal’, (04/7).

Lenny menjelaskan, relasi kuasa dalam keluarga harus mulai dikikis guna menghadapi sejumlah tantangan tersebut dengan tidak memosisikan diri orang tua dengan anak sebagai atasan dan bawahan. Orang tua juga perlu melibatkan anak dalam berdiskusi dan menjadi sahabat bagi anak.

“Orang tua dan seluruh anggota keluarga bertanggungjawab membangun iklim positif di rumah. Ada tips bagi orang tua agar bisa menjadi sahabat anak dengan melakukan 9 M. Memberi pujian dan apresiasi, menjadi pendamping yang baik, menjadi pendengar yang baik, menghargai privasi anak, dan meyakinkan bahwa orang tua peduli. Orang tua juga perlu memberi ruang gerak anak, meningkatkan rasa percaya diri anak serta menjadi inspirasi dan panutan bagi anak,” jelas Lenny.

Sejalan dengan hal itu, Ketua Kompartemen 7 Hubungan Nasional dan Internasional Pengurus Pusat Himpsi Anrilla EM Ningday menuturkan jika kebahagiaan keluarga di masa pandemi harus diupayakan. 

“Yang harus dipelajari adalah mempertahankan kesehatan mental keluarga di masa pandemi Covid-19 untuk menyambut new normal. Orang tua harus menyadari pola tumbuh kembang anak tidak sama satu dengan yang lain maka jaga dan bantu anak sehat mental. Sadari ketika membutuhkan, segera cari bantuan salah satunya melalui Layanan Sejiwa (Sehat Jiwa),” ujar Anrilla.

Artis dan Penulis Parenthink, Mona Ratuliu menambahkan jika selama masa pengasuhan di masa pandemi, konflik antar suami istri mungkin saja terjadi. Oleh karena itu orang tua juga perlu mengelola kesehatan mental diri sendiri.

“Konflik itu sering terjadi. Terutama banyak kebutuhan yang tidak terpenuhi. Orang tua harus mengelola diri sendiri dulu, penyelesaiannya tentu melalui komunikasi. Menghadapi hal baru pastinya banyak kericuhan di rumah, tetapi semuanya bisa diselesaikan dengan kasih sayang, komunikasi, dan terus belajar. Walaupun keadaan sekarang serba sulit harus diingat gembira bersama keluarga menjadi hal yang utama untuk menghadapinya bersama," ujar Mona.

Di sisi lain, kemampuan orang tua dalam mengelola atau melakukan manajemen keluarga dan pengasuhan berpengaruh terhadap kinerja mereka di tempat kerja. Menurut Direktur PT Kaltim Nitrate Indonesia Mei Suryawan peningkatan kinerja seorang karyawan sangat bergantung dengan bagaimana karyawan terbebas dari permasalahan keluarga. 

“Jika kebutuhan keluarga terpenuhi, karyawan bisa fokus dalam bekerja sehingga kinerja dapat ditingkatkan. Jika tidak diperhatikan kebutuhan keluarga karyawan, karyawan tidak akan dapat bekerja dengan baik dan membuat kinerja perusahaan juga menjadi buruk,” kata Mei Suryawan.

Melihat bahwa kondisi ini harus disikapi dengan baik, PT.Kaltim Nitrate Indonesia (KNI) sebagai salah satu anggota Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI) di Kota Bontang-Kalimantan Timur, berkomitmen untuk meningkatkan kepedulian terhadap topik-topik keluarga. Salah satunya dengan menyelenggarakan webinar guna mempersiapkan pengetahuan dan wawasan para pekerjanya terkait pengasuhan anak berbasis hak anak di era tatanan hidup baru.
 

PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN  PEREMPUAN
                                                                                                 DAN PERLINDUNGAN ANAK
                                                                                                         Telp.& Fax (021) 3448510,
                                                                                        e-mail : publikasi@kemenpppa.go.id

Publikasi Lainya

Pengumuman, Senin, 03 Agustus 2020

PENDAFTARAN ULANG PESERTA SELEKSI KOMPETENSI BIDANG PADA SELEKSI CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK TAHUN ANGGARAN 2019 (208)

PENDAFTARAN ULANG PESERTA SELEKSI KOMPETENSI BIDANG PADA SELEKSI CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK TAHUN ANGGARAN…
Siaran Pers, Minggu, 02 Agustus 2020

Kemen PPPA Beri Pemenuhan Kebutuhan Spesifik Perempuan dan Anak Korban Bencana Longsor dan Banjir Bandang di Masamba (69)

Masamba (02/8) –Bencana banjir bandang disertai tanah longsor terjadi di wilayah Luwu Utara, Sulawesi Selatan pada 13 Juli 2020. Banjir…
Siaran Pers, Kamis, 30 Juli 2020

Hari Dunia Anti Perdagangan Orang, Menteri Bintang: Lawan dan Akhiri Segala Bentuk Perdagangan Orang (79)

Jakarta (30/07) – Dalam rangka peringatan Hari Dunia Anti Perdagangan Orang, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga mengajak…
Siaran Pers, Rabu, 29 Juli 2020

Berantas Perdagangan Orang dengan Modus Eksploitasi Seksual di Media Daring, Kemen PPPA : Kenali Modusnya dan Pahami Perkembangan Teknologi (85)

Munculnya pemberitaan terkait kasus perdagangan orang dengan modus eksploitasi seksual anak di media daring (online) terhadap 305 anak yang dilakukan…
Siaran Pers, Rabu, 29 Juli 2020

Hilangkan Rasa Malu, Maksimalkan Pendampingan dan Perlindungan ABK Terhadap Covid-19 (74)

Orangtua yang memiliki anak berkebutuhan khusus sebaiknya menghilangkan perasaan malu karena dapat menjadi kendala utama dalam pemenuhan kebutuhan dan perlindungan…