Suara Anak Indonesia 2020 : Angkat Isu Prioritas Kesehatan dan Pendidikan Anak

  • Dipublikasikan Pada : Jumat, 17 Juli 2020
  • Dibaca : 1178 Kali
...

Nomor: B- 159 /Set/Rokum/MP.01/07/2020

Jakarta (17/07) - Sebanyak 72 perwakilan anak dari seluruh Indonesia melalui Forum Anak Nasional (FAN) menyampaikan hasil perumusan Suara Anak Indonesia (SAI) tahun 2020 kepada Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga. Dalam pertemuan tersebut, ada setidaknya 3 (tiga) isu prioritas yang disampaikan oleh mereka. "Kami mendukung penuh dan meminta pemerintah untuk meningkatkan penanganan kesehatan mental dan fisik anak, memeratakan akses internet dan menyesuaikan kurikulum untuk pembelajaran jarak jauh bagi anak, serta memeratakan peningkatan mutu pendidikan di daerah tertinggal, terdepan, terluar (3T), juga pelayanan bagi anak berkebutuhan khusus," ungkap salah seorang perwakilan anak dari Provinsi Riau, Tegar Islami Putra.

Di luar penyampaian tiga isu prioritas, dalam kesempatan yang sama, perwakilan anak se Indonesia itu juga mengutarakan proses penyusunan SAI mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga ke tingkat nasional. Semua suara, aspirasi, dan harapan anak-anak Indonesia yang dikumpulkan secara berjenjang tersebut kemudian dirangkum menjadi 12 poin Suara Anak Indonesia yang rencananya akan dibacakan di hadapan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, pada peringatan puncak Hari Anak Nasional (HAN) 2020 yang akan dilaksanakan secara virtual pada 23 Juli mendatang.

"Bagi Bunda, hanya dua kata yang tepat diberikan untuk kalian yaitu ‘top banget’. Kalian adalah generasi hebat yang luar biasa. Kehadiran kalian di sini telah mewakili 79,55 juta anak-anak Indonesia, melalui SAI yang dihasilkan. Teruslah berkarya dan menginspirasi, namun tetap ingat untuk patuhi protokol kesehatan. Selamat dan terima kasih atas semua jerih payah yang telah kalian lakukan,” ujar Menteri Bintang mengawali sesi penyampaian pesan darinya dalam acara Audiensi dalam Rangka Penyampaian Laporan Penyusunan Suara Anak Indonesia tahun 2020 (16/07).

Menteri Bintang menambahkan bahwa melalui proses penyusunan SAI tahun 2020 tersebut, Forum Anak telah menjalankan hak anak untuk ikut berpartisipasi dalam proses pembangunan. "Bunda memahami dalam kondisi yang berbeda ini, tentunya banyak kendala yang kalian hadapi, seperti masalah jaringan saat mengakses internet, membengkaknya biaya paket kuota. Untuk menindaklanjuti persoalan ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah merevisi anggaran bantuan operasional sekolah (BOS) untuk dialihkan memenuhi anggaran kuota tersebut. Semoga harapan anak-anak yang tertuang dalam Suara Anak Indonesia, bisa segera terealisasi,” tutur Menteri Bintang.

Dalam kesempatan itu, Ketua Forum Anak Nasional Periode 2019-2021, Tristania Faisa Adam mengungkapkan bahwa dalam proses penyusunan Suara Anak Indonesia, dia dan anak-anak lainnya banyak mengalami suka dan duka. “Namun di balik itu, sisi sukanya lebih banyak kami rasakan. Seperti mendapatkan relasi lebih luas, hingga bertambahnya wawasan. Penyusunan SAI 2020 ini juga menjadi obat bosan dalam menjalani aktivitas selama di rumah saja di masa pandemi. Kami sangat berharap isu-isu yang diangkat dalam SAI bisa terealisasi di tahun 2020 ini,” ungkap Tristania sembari tersenyum.

 

PUBLIKASI DAN MEDIA
KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN  PEREMPUAN
DAN PERLINDUNGAN ANAK
Telp.& Fax (021)3448510,
 e-mail : publikasi@kemenpppa.go.id
www.kemenpppa.go.id

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Senin, 19 April 2021

Menteri Bintang Dorong Anak Dilibatkan  dalam Musrenbang ( 10 )

Jakarta (18/04) – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) terus mendorong peningkatan partisipasi anak di dalam setiap proses pembangunan

Siaran Pers, Sabtu, 17 April 2021

Masyarakat dan Anak Bergerak Bersama Lindungi Anak Korban Terorisme ( 82 )

Sesuai Konvensi Hak Anak, setiap anak di Indonesia memiliki hak untuk bertumbuh dengan baik, didengarkan pendapat mereka dan memiliki hak…

Siaran Pers, Jumat, 16 April 2021

Wujudkan Nusa Tenggara Barat Lebih Ramah Perempuan dan Anak ( 37 )

Sudah banyak praktik baik yang dilakukan oleh Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terkait pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Siaran Pers, Jumat, 16 April 2021

Resmikan Radio Sekolah Perempuan, Menteri Bintang Dorong Pemberdayaan Perempuan di Lombok Utara ( 57 )

Desa Sukadana adalah salah satu desa di Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang pada tahun…

Siaran Pers, Kamis, 15 April 2021

Poligami Tak Sesuai Syariat Berpotensi Rugikan Perempuan  ( 84 )

Jakarta (15/04) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga mengatakan sebuah perkawinan bukan hanya mengenai kepentingan individu atau…