Hadapi Krisis Akibat Pandemi, Potensi Perempuan Jadi Kekuatan Bangsa 

  • Dipublikasikan Pada : Jumat, 17 Juli 2020
  • Dibaca : 638 Kali
...

Siaran Pers Nomor: B-158 /Set/Rokum/MP 01/07/2020

Jakarta (16/7) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga mendorong pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) perempuan agar bisa bangkit dan berinovasi di tengah pandemi Covid-19. Sebab, perempuan memiliki potensi besar menjadi kekuatan bangsa, khususnya dalam menghadapi krisis.

“Tidak hanya dari segi populasinya, potensi dan peran perempuan dalam sektor ekonomi sangatlah besar. Misalnya, 99,99% usaha di Indonesia adalah UMKM (Kemenkop dan UKM, 2017-2018), dimana berdasarkan survei dari Bank Dunia pada 2016 lebih dari 50% UMKM dimiliki oleh perempuan. Walaupun dengan tantangannya tersendiri, perempuan sebenarnya merupakan kekuatan bangsa untuk menghadapi krisis yang disebabkan oleh pandemi ini,” ujar Menteri Bintang pada diskusi virtual bertajuk “Pemberdayaan Ekonomi Perempuan: Mewujudkan Akses dan Kesempatan Setara Bagi Wirausaha Perempuan”, Kamis (16/7).

Menteri Bintang optimis terhadap hal ini mengingat UMKM merupakan jenis usaha yang dapat bertahan dan mampu menyelamatkan ekonomi Indonesia pada krisis moneter tahun 2017-2018. 

“Untuk itu, saya optimis perempuan pelaku usaha dapat sekali lagi menyelamatkan ekonomi bangsa dan menghadapi segala tantangan yang ada. Saya sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, percaya bahwa potensi perempuan Indonesia harus dapat dimaksimalkan, tidak hanya demi perekonomian bangsa tetapi juga demi ketahanan ekonomi keluarga,” tutur Menteri Bintang.

Besarnya dampak pandemi Covid-19 bagi pelaku UMKM perempuan juga diakui oleh United Nation Women Representative, Jamshed Kazi. Menurut Jamshed, di sektor ekonomi perempuan paling banyak terdampak.

“Selama 20 tahun terakhir, kami telah melihat berbagai krisis keuangan terjadi di Asia dan Covid-19 ini adalah krisis pertama yang betul-betul berdampak lebih parah bagi perempuan daripada laki-laki. Selain di bidang kesehatan, sektor UMKM dimana perempuan banyak bekerja itulah yang paling terdampak keras. Seperti yang kita tahu, UMKM adalah tulang punggung bagi perekonomian suatu negara,” kata Jamshed.

Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran, Kementerian Koperasi dan UMKM Republik Indonesia Victoria Simanungkalit mengatakan jika pemerintah terus melakukan stimulus untuk membangkitkan kembali geliat UMKM dan pembangunan ekonomi. Victoria juga berharap agar perempuan pelaku UMKM dapat jeli melihat peluang-peluang tersebut dan melakukan kolaborasi antar pelaku usaha.

“Baiknya kaum perempuan pelaku UMKM di daerah mencoba berkolaborasi, jangan sendiri. Bersama-sama bekerja, membagi peran masing-masing dengan melihat potensi yang dimiliki, peluang ini bisa membuat cost yang dikeluarkan pelaku usaha lebih murah,” ujar Victoria.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Bintang memberikan apresiasi yang tinggi kepada UN Women dan Sunlight Unilever yang telah meluncurkan program WeLearn. dengan memberdayakan 5.000 perempuan pelaku usaha di Indonesia dalam mengembangkan bisnis dan keterampilan bisnis online. Menteri Bintang juga berharap  diskusi virtual yang dilaksanakan UN Women bersama AJI tersebut dapat direplikasi oleh stakeholder lainnya dalam meningkatkan kapasitas pelaku usaha perempuan.

“Kita semua dapat belajar dari satu sama lain, saling mengisi kekosongan, dan bersinergi demi memperkuat ketahanan ekonomi perempuan Indonesia. Kami menyadari pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Menjadi tugas kita bersama, baik pemerintah, lembaga masyarakat, dunia usaha, maupun media, untuk dapat memberdayakan perempuan, mendorong pelaku usaha perempuan untuk terus berinovasi, serta melindungi perempuan, baik dari stigmatisasi, stereotype, dan konstruksi sosial lainya,” tambah Menteri Bintang.


                      PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN  PEREMPUAN
                                                                                                 DAN PERLINDUNGAN ANAK
                                                                                                         Telp.& Fax (021) 3448510,
                                                                                                           e-mail : publikasi@kemenpppa.go.id

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Sabtu, 17 April 2021

Masyarakat dan Anak Bergerak Bersama Lindungi Anak Korban Terorisme ( 28 )

Sesuai Konvensi Hak Anak, setiap anak di Indonesia memiliki hak untuk bertumbuh dengan baik, didengarkan pendapat mereka dan memiliki hak…

Siaran Pers, Jumat, 16 April 2021

Wujudkan Nusa Tenggara Barat Lebih Ramah Perempuan dan Anak ( 22 )

Sudah banyak praktik baik yang dilakukan oleh Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terkait pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Siaran Pers, Jumat, 16 April 2021

Resmikan Radio Sekolah Perempuan, Menteri Bintang Dorong Pemberdayaan Perempuan di Lombok Utara ( 40 )

Desa Sukadana adalah salah satu desa di Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang pada tahun…

Siaran Pers, Kamis, 15 April 2021

Poligami Tak Sesuai Syariat Berpotensi Rugikan Perempuan  ( 75 )

Jakarta (15/04) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga mengatakan sebuah perkawinan bukan hanya mengenai kepentingan individu atau…

Siaran Pers, Kamis, 15 April 2021

Cegah Kekerasan dalam Pengasuhan, Kemen PPPA Sosialisasi E-Learning Pengasuhan Positif ( 90 )

Jakarta (14/04) –  Mendidik anak adalah proses pembelajaran bagi para orangtua dengan harapan tumbuh kembang anak mereka terjaga dengan baik…