Perempuan Berdaya, Perempuan Setara 

  • Dipublikasikan Pada : Rabu, 12 Agustus 2020
  • Dibaca : 145 Kali
...

 

Siaran Pers Nomor: B-194/Set/Rokum/MP 01/08/2020

Jakarta (11/08) - Memperkuat ketahanan ekonomi untuk pertumbuhan yang berkualitas merupakan salah satu dari 7 agenda pembangunan lima tahun ke depan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Agustina Erni menegaskan Indonesia mempunyai perempuan-perempuan pelaku ekonomi tangguh yang siap berkontribusi memasuki era daya saing yang tinggi untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas. 

“Pada kenyataannya hingga saat ini memang masih ditemui berbagai hambatan untuk perempuan pelaku ekonomi menjalankan usahanya, terlebih lagi kita masih dihadapkan dengan masa pandemi Covid-19. Selama masa pandemi ini, Kemen PPPA telah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk mengurangi dampak negatif Covid-19 terhadap kondisi ekonomi Indonesia. Kami percaya dengan mendekatkan seluruh akses informasi terkait dengan wirausaha kepada perempuan pelaku ekonomi merupakan kunci keberhasilan penyetaraan gender di bidang ekonomi,” ujar Agustina Erni dalam Seminar Virtual Gotong Royong Jaga UMKM Indonesia dengan Tema “Mendorong Peran Perempuan di UMKM”.

Erni menambahkan beberapa hal prioritas telah dan akan terus dilakukan Kemen PPPA untuk mendukung perempuan pelaku ekonomi dalam menjalankan usahanya. “Kami akan terus berkoordinasi dengan stakeholders dan mitra untuk mengidentifikasi dan memetakan perempuan sebagai pelaku UMKM, termasuk identifikasi aspirasi, kebutuhan, hambatan-hambatan yang dimiliki perempuan, dan memberikan langkah-langkah intervensi/solusi yang tepat. Selain itu, kami juga memberikan stimulus dan relaksasi, membangun jejaring antar usaha, serta memberikan berbagai program peningkatan kapasitas, dan juga akan terus berusaha untuk menjaga keberlangsungan UMKM melalui program-program lainnya yang akan datang,” tambah Erni. 

Di awal pandemi ini, pada April 2020 Kemen PPPA telah melakukan survei dengan responden sebanyak 2.073 pelaku Industri Rumahan (IR) dari 45 kabupaten/kota. Secara umum, didapatkan informasi terjadi penurunan penghasilan yang cukup besar. Selain itu, pelaku usaha juga mengalami penurunan penjualan, harga bahan baku naik ataupun sulit diperoleh, kesulitan mengirim produk ke sentra penjualan dan kesulitan membayar cicilan. Oleh karena itu, Kemen PPPA akan terus berusaha untuk membangun sinergi, khususnya dengan organisasi-organisasi yang membawahi para pengusaha perempuan dan meningkatkan kapasitas perempuan-perempuan Indonesia dalam berwirausaha.

Co-Founder Instellar & Womenwill Lead GBG Jakarta, Dian O Wulandari mengatakan potensi yang dimiliki perempuan pelaku ekonomi sebenarnya sangatlah besar namun masih terbatasnya akses perempuan menjadi hambatan utama. “Kebanyakan perempuan masuk ke dunia wirausaha karena kebutuhan ekonomi bukan karena kesempatan yang mereka punya. Di Indonesia sendiri masih terdapat kesenjangan antara kesempatan dan kebutuhan perempuan dibidang ekonomi. Tiga tantangan utama perempuan dalam mengembangkan usahanya yakni, akses pendidikan, akses pembiayaan, dan pelatihan. Padahal jika dilihat saat ini banyak perempuan mempunyai peran ganda sehingga mereka harus bisa multitasking baik untuk mengurus keluarga maupun bekerja demi kebutuhan ekonomi. Untuk itu, mari bersama kita bergandengan tangan menciptakan akses dan memberikan peluang bagi perempuan untuk mengembangkan usahanya,” ujar Dian.

Sementara itu, Personal Care Director PT. Unilever Indonesia Tbk, Ira Noviarti menuturkan Unilever sudah sejak lama menerapkan kesetaraan gender menjadi value dan prisnip dalam bekerja. “Dalam manajemen kami sudah menerapkan prinsip 50:50 sehingga sudah banyak perempuan yang menempati posisi pemegang keputusan. Selain itu, kami juga berkomitmen untuk melibatkan perempuan dan memberikan kesempatan mereka untuk terus belajar dan mengembangkan wirausaha. Kami mempunyai target meningkatkan 5 juta perempuan pelaku ekonomi di Indonesia pada 2022. Sudah banyak inisiatif yang kami lakukan, diantaranya program ibu bersinar sunlight yang sangat erat kaitannya dengan pemberdayaan UMKM perempuan dengan fokus pada 3 pilar utama yakni konsumen, komunitas, dan ibu pemilik warung,” ujar Ira. 

"Kami percaya bahwa kesetaraan gender akan memberikan hasil yang lebih signifikan dalam berbagai bidang utamanya wirausaha dan ekonomi. Perempuan jika mereka diberikan kesempatan, akses modal dan pendidikan, dan dukungan dari keluarga kami yakin mereka akan mampu sukses pada bidangnya masing-masing. Oleh sebab itu, kita harus bantu, dukung, dan dorong perempuan untuk mendapatkan semua hal tersebut melalui kerjasama dari pemerintah, swasta, masyarakat, komunitas, dan seluruh pihak agar mampu mewujudkan hal tersebut,” ungkap Ira. 

Terkait dengan upaya pemberdayaan ekonomi bagi perempuan, Kemen PPPA pada 2016 telah menginisiasi model pengembangan Industri Rumahan (IR). Inisiasi ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan keluarga melalui kegiatan produktif yang dikerjakan di rumah dengan dukungan keluarga dan mengembangkan industri kreatif yang menjadi kekuatan perempuan. Selain itu, melalui model pengembangan industri rumahan yang terkoordinasi, efektif, dan efisien diharapkan IR dapat bertransformasi menjadi usaha mikro dan kecil serta menjadi sumber penghasilan dan ketahanan keluarga untuk kehidupan yang berkelanjutan. 

Saat ini, program IR sudah memiliki 3.764 pelaku usaha yang tersebar di 46 desa/kelurahan, 21 kabupaten/kota dan 16 provinsi. Hasil evaluasi pelaksanaan model pengembangan industri rumahan tersebut yang dilakukan pada akhir tahun 2019, memperlihatkan beberapa kemajuan, di antaranya banyak dari pelaku industri rumahan yang memperoleh izin/sertifikat, seperti Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) sebanyak 514, dan Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK) sebanyak 275.

PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN 
DAN PERLINDUNGAN ANAK 
Telp.& Fax (021) 3448510, 
e-mail : publikasi@kemenpppa.go.id

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Rabu, 23 September 2020

Gereja Ramah Anak Sehati Berikan Perlindungan Bagi Keluarga dan Anak (9)

Gereja memiliki peran penting dan strategis untuk bisa memberikan edukasi pola pengasuhan dalam keluarga sekaligus menjadi wadah bagi anak dan…
Siaran Pers, Selasa, 22 September 2020

Kemen PPPA Raih Penghargaan Opini WTP Atas Laporan Keuangan 2019 (33)

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan 2019. Kemen…
Siaran Pers, Selasa, 22 September 2020

Hasil Pembahasan Banggar, Anggaran Kemen PPPA Tidak Berubah, Menteri Bintang Maksimalkan Kinerja (41)

akarta (22/9) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga menghadiri Rapat Kerja (raker) bersama Komisi VIII Dewan…
Laporan Keuangan & BMN, Senin, 21 September 2020

Laporan Keuangan KPPPA Periode Tahunan Audited 2019 (20)

Laporan Keuangan KPPPA Periode Tahunan Audited 2019
Siaran Pers, Minggu, 20 September 2020

Peran Keluarga dalam Perkembangan dan Pertumbuhan Anak (146)

Perkembangan anak yang optimal, ibarat membangun sebuah rumah yang harus memiliki pondasi kuat. Orangtua diharapkan dapat mempersiapkannya secara menyeluruh sehingga…